Bandar Lampung

Pedagang Pasar Smep Merasa Dibohongi Pemkot

Pembangunan Pasar Smep, Bandarlampung, yang belum menemui titik kejelasan/Ist

BANDARLAMPUNG – Para pedagang di Pasar Smep geram dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung, lantaran dinilai telah membohongi dengan janji akan memperjuangkan uang muka (DP) ratusan pedagang yang telah diberikan ke PT Prabu Artha Makmur.

Selain janji palsu Pemkot Bandarlampung, nasib para pedagang makin bertambah dengan ditangkapnya Ferry Sulistyo alias Alay yang merupakan Direktur PT Artha Makmur.

Bukan tanpa dasar para pedagang kecewa atas kinerja Pemkot Bandarlampung. Di tahun 2016 lalu, Pemkot meminta data uang muka para pedagang yang telah disetorkan dan juga Pemkot memerintahkan para pedagang membuat pengaduan, namun hingga detik ini pun tak kunjung menemukan titik terang.

Baca Juga:  Pimpinan DPRD Lampung Ingatkan Anggota Bahas 11 Raperda

“Mana mas hasilnya, sejak tahun 2016 Pemkot minta data kerugian dapat dibawa kepemkot,  tapi sampai saat ini ko belum ada hasil,” kata Ketua Himpunan Pedagang Pasar Smep (HPPS), Sarbani, Rabu (21/3).

Berartikan mereka (pemkot) ini gak becus kerjanya dan telah membohongi kami, lanjut Sarbani.

“Apalagi si Alay kan tertangkap pihak kepolisian atas dasar penipuan, kalau dia (Alay) tertangkap terus siapa yang mau bayar uang kami,” timpalnya lagi.

Sarbani menjelaskan, dari 400 pedagang Pasar Smep yang telah menyetorkan DP kios sebesar kisaran Rp10-20 juta dan hamparan Rp1-3 juta. jika ditotalkan uang para pedagang yang berhasil dibawa kabur Alay sebesar mencapai Rp25 Miliar.

Baca Juga:  48 Media Dukung Pagelaran Musik Kemanusiaan Peduli Korban Tsunami Selat Sunda

“Kalau tidak salah, sampai Rp25 miliar mas yang berhasil dibawa sama si Alay, nah sekarang kami mau nagih uang itu kesiapa, Alay-nya aja udah di bui (penjara),” ujarnya kesal.

Walau demikian dirinya mengharapkan, jika saat ini lemerintah setempat benar-benar serius untuk memperjuangkan nasib pedagang.

HPPS meminta agar Pemkot Bandarlampung menjemput bola dalam artian pedagang meminta agar pemerintah dapat menemui satu persatu pedagang untuk mengambil kuitansi.

“Kami kalau melapor kepolisian takutnya tambah ruwet,  mending pemerintah dapat terjun ke lapak-lapak bedagang,” tutupnya.(TOm)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top