Iklan
Pendidikan

PCNU Bandar Lampung Ajak Masyarkat Ikut Menolak Hoax

Menolak hoax/Ist

BANDAR LAMPUNG – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bandar Lampung mengajak kepada seluruh masyarakat, khususnya para pemuda untuk bersama menjaga persatuan, serta menolak semua bentuk ujaran kebencian serta berita Hoax yang mengatasnamakan Suku, Agama, Ras, dan Adat (SARA).

Ajakan tersebut dibuktikan dengan mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pemuda Lintas Agama, pada Sabtu (28/4), di Hotel Kurnia 2 Bandar Lampung.

Dalam Diskusi tersebut turut dihadiri seluruh pemeluk agama yang ada di Lampung, serta menghadirkan nara sumber dari lima agama yang ada di Lampung, yakni Tokoh Hindu Ketut Artaye, Islam Ichwan Adji Wibowo, VP.Paulus Petrus (Katolik), Agustinus Warso (Protestan), Piat Marsana (Budha).

Menurut ketua PCNU Bandarlampung Ichwan Adji Wibowo bahwa keberagaman yang ada di Indonesia adalah semata merupakan ciptakan dan kehendak dari Tuhan yang tidak terbantahkan.

Baca Juga:  58 PTKIN se-Indonesia Ikut FGD UIN Raden Intan Lampung

Menolak keberagaman sama halnya dengan merusak dan tidak menerima ciptaan tuhan.

“Kita dilahirkan dalam bentuk yang beragam bukan semata keinginan kita, namun semua karena kehendak dari tuhan. Jadi siapapun yang tidak menerima keberagaman dinegeri Indonesia sama halnya menolak ciptaan tuhan,” terangnya yang juga sebagai narasumber dari agama Islam pada kegiatan tersebut.

Lebih lanjut, Adji menambhakan bahwa dalam perbedaan dan keberagaman kita, terdapat satu kesamaan, satu pandangan serta satu visi yang harus dijaga oleh semua komponen agama, yakni menjaga persatuan sebagai sesama ummat manusia.

“Di sinilah NU merasa berkepentingan untuk menjaga agar bangsa ini tetap utuh dan bersatu,” tegasnya.

Hal senada disampaikan oleh narasumber dari agama Kristen Protestan Pendeta Agustinus Warso yang menyampaiakan bahwa dalam kehidupan kebangsaan kita, persoalan ketidaksamaan atau keberagaman adalah sudah selesai dan tidak perlu diperdebatkan kembali.

Baca Juga:  Badan Informasi Geospasial Sambangi Unila, Bantu Petakan Wilayah Rawan Bencana

Akan teapi yang yang harus dilaksanakan saat ini adalah merawat kebhinnekaan tersebut agar menjadi sebuah kekuatan.

“Bagi kita urusan ketidaksamaan sudah selesai, sedangkan tugas kita saat ini adalah merawat dan menjaga keberagaman tersebut untuk kehidupan yang lebih baik dan terciptanya persatuan yang kuat,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kyai Khabibul Muttaqin mengatakan diselenggarakannya FGD Pemuda lintas agama yang diselenggarakan oleh PCNU Bandar Lampung tiada lain dan bukan sebagai upaya untuk terus menjaga persatuan serta menggelorakan penolakan terhadap berbagai macam isu SARA serta berita-berita hoax yang akhir-akhir ini semakin menghawatirkan.

“Kita ingin mengajak dan merangkul semua komponen agama untuk bersama menjaga persatuan dari  orang-orang yang ingin merusak persatuan bangsa Indonesia,” pungkasnya. (RD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top