Pendidikan

PBSI UMP Adakan Pemutakhiran Kurikulum

Webinar bertajuk  “Penyempurnaan kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Pemutakhiran kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)/Istimewa

PURWOREJO – Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo menyelenggarakan Webinar bertajuk  “Penyempurnaan kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Pemutakhiran kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)” melalui zoom cloud meetings.

Prof. Dr. Endry Boeriswati, M.Pd. dari Universitas Negeri Jakarta dihadirkan sebagai narasumber untuk memberikan evaluasi kurikulum Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UM Purworejo. Ka.Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Dr. Umi Faizah, M.Pd. menuturkan, bahwa agenda ini dilaksanakan untuk menyambut dan merealisasikan kurikulum merdeka belajar oleh kementrian pendidikan dan kebudayaan sesuai dengan Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

Sementara, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UM Purworejo Yuli Widiyanto, M.Pd. dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan dilaksanakan kegiatan webinar ini dapat merekontruksi sekaligus menyempurnakan Kurikulum KKNI yang kemudian akan melahirkan Kurikulum MBKM.

Baca Juga:  Dosen UMP Angkat Ekonomi Warga Desa Sidorejo Melalui Kopi Tledok

Narasumber memberikan gambaran bahwa Perguruan Tinggi wajib memafasilitasi hak bagi mahasiswa (dapat diambil atau tidak) untuk: a) dapat mengambil sks di luar perguruan tinggi paling lama 2 semester atau setara dengan 40 sks. b) dapat mengambil sks di program studi yang berbeda di perguruan tinggi yang sama sebanyak 1 semester atau setara dengan 1 sks.

Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka ini sebenarnya sudah ada dalam KKNI, hanya saja perlu adanya internalisasi yang dituangkan dalam SOP untuk menyusun kurikulum MBKM lebih lanjut dijelaskan oleh dosen Pasca Sarjana UNJ ini.  Dalam ulasannya delapan program berupa Pertukaran Pelajar, Magang/Praktik Kerja, Asistensi Mengajar di Satuan Pendidikan, Penelitian/Riset, Proyek Kemanusiaan, Kegiatan Wirausaha, Studi Proyek Independen, Membangun Desa/Kuliah Kerja Nyata Tematik yang harus dilaksanakan demi terealisasinya merdeka belajar secara utuh.

Baca Juga:  Universitas Muhammadiyah Purworejo, Kembangkan Budidaya Emas Hijau Dengan Brikoka

Acara ini dihadiri oleh stakeholder dari Kepala Sekolah SMA/SMK di Kabupaten Purworejo, wakil dari Guru SMA/SMK di Kabupaten Purworejo,  Alumni PBSI dan Mahasiswa PBSI. Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka ini sebenarnya sudah ada dalam KKNI, hanya saja perlu adanya internalisasi yang dituangkan dalam SOP untuk menyusun kurikulum MBKM dijelaskan oleh dosen Pasca Sarjana UNJ ini.

Dalam ulasannya delapan program berupa Pertukaran Pelajar, Magang/Praktik Kerja, Asistensi Mengajar di Satuan Pendidikan, Penelitian/Riset, Proyek Kemanusiaan, Kegiatan Wirausaha, Studi Proyek Independen, Membangun Desa/Kuliah Kerja Nyata Tematik harus dilaksanakan demi terealisasinya merdeka belajar secara utuh.

Salah satu wakil dari Guru Eny Ermaeni, S.Pd. guru Bahasa dan Sastra Indonesia SMA N 6 Purworejo memberikan sumbangan pemikiran bahwa mahasiswa perlu dibekali dengan kurikulum kewirausaahan dengan kreatifitas tanpa batas sehingga melahirkan lulusan yang tanggap dan adaptif terhadap tuntutan dunia kerja.

Baca Juga:  Lawan Covid-19, Unila Kembangkan Gerbang Disinfektan Otomatis

Lebih lanjut alumni PBSI Cyntia Nurika Irma, M.Pd.  mengkonfirmasi peran alumni dalam realisasi kegiatan Merdeka Belajar. Senada dengan hal tersebut Endry memaparkan bahwa alumni dapat memainkan perannya dengan bekerja sama dengan program studi melalui kegiatan magang dan proyek desa.(Mahestya Andi Sanjaya)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top