Bandar Lampung

Patgulipat Lelang Proyek di Lampung Terungkap

Lelang proyek/Ilustrasi

BANDAR LAMPUNG – Ketua Umum Aspirasi Rakyat (Aspira) Lampung, Ashari Hermansyah, mengungkap penyimpangan lelang proyek di provinsi ini. Sebagian besar pejabat terkait menyembunyikan data harga satuan barang dan jasa dari kepala daerah. Akibatnya, rekanan hanya memasukan data dari Harga Perkiraan Sendiri (HPS), pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

“Harga satuan tersebut di update setiap tahun dengan landasan hukum peraturan masing-masing kepala daerah. Pemkab, pemkot, dan pemprov. Tapi, data ini tidak dipublikasikan pada khalayak,” tandas Ashari Hermansyah, Rabu (28/8).

Akibatnya rekanan memasukan penawaran harga berdasarkan HPS. Sementara panitia lelang mengaju pada harga satuan resmi berdasar pergub, perbup, dan perwali. Akibatnya, perusahaan pemenang tender hanya itu-itu saja. Bisa jadi berbeda sosoknya tapi dipastikan kontraktor tersebut memiliki kedekatan khusus dengan pemangku kebijakan.

Baca Juga:  Polisi Tegur Restoran Recheese Factory Bandar Lampung

Baru-baru ini terjadi di Pemkab Lampung Selatan. Sedikitnya, 15 proyek di LPSE diulang.

“Tak ada alasan jelas kenapa begitu,” kata Ashari.

Namun, Perpres No.16/2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah mengisyaratkan penunjukan langsung, bila pengulangan lelang hingga tiga kali.

“Ini biasanya terjadi bila perusahaan pengantin milik para oknum tersebut kalah terus,” jelasnya.

Atau bisa saja lolos tapi rekanan yang lolos bukan yang dijagokan. “Ini terjadi di Pemkab Lampung Barat. Satu perusahaan dinyatakan pemenang tapi belum teken kontrak kerja. Kesannya digantung,” tuturnya.

Lain lagi yang terjadi di Pemkab Tulangbawang. Semua peserta lelang dianggap tak mumpuni sehingga LPSE  diambil alih Pemprov Lampung.

“Alasannya juga klasik. Servernya diretas,” kata dia.

Baca Juga:  50 Persen Hutan Gundul dan 258 Sungai di Lampung Berpotensi Bencana

Untuk itu, dia bersama jajarannya akan mendorong seluruh pemerintah kabupaten, kota, dan provinsi, mensudahi prakter-praktek tersebut. Awali dengan mengupload harga satuan barang dan jasa masing-masing wilayah terbaru melalui website masing-masing, sehingga terbuka dan gamblang.

“Toh, hasilnya juga untuk wilayah itu sendiri. Meski penawarnya dari daerah lain,” harapnya.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top