Daerah

Pasukan TNI Pukul Mundur Belanda di Alun-alun Purworejo.

Pagelaran teatrikal di Alun-alun Purworejo/MAS

PURWOREJO – Pasukan Belanda berhasil dipukul mundur oleh rakyat dan TNI dalam pertempuran singkat di Purworejo, kemarin Kamis (20/2), dalam pagelaran teatrikal di Alun-alun Purworejo.

Kemenangan tersebut disambut gegap gempita segenap warga dimana mereka langsung mengambil sikap hormat saat bendera Merah Putih Berkibar.

Dalam kegiatan muhibah Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) dan Komunias Juang 1945 ini berhasil memukau ratusan pelajar di yang melihat dari dekat kegiatan tersebut.

Dandim 0708 Purworejo Letkol Inf Muchlis Gasim turut menyaksikan kegiatan itu bersama Sekretaris Dinas Kebudayaan DIJ Erlina Hidayati Sumardi.

Sebelum digelar teatrikal, pelajar diajak mengikuti pengalaman sejarah dari veteran perang serta motivasi kebangsaan dari Dandim Letkol Inf Muchlis Gasim yang diadakan di Amphitheater Alun-alun Purworejo.

Baca Juga:  2 Wartawan Purworejo Dipanggil Polisi Terkait Kasus KAS

Penggiat Komunitas Juang 1945 Jogjakarta, Eko Isdiyanto mengungkapkan jika teatrikal Serangan Oemoem 1 Maret itu diharapkan akan menjadi bentuk pengetahuan bagi pelajar di Kabupaten Purworejo.

Diharapkan dari kegiatan ini, rasa kebanggaan dan kebangsaan pelajar akan meningkat serta tidak akan pernah meninggalkan sejarah.

“Purworejo dalam Serangan Oemoem 1 Maret memberikan peran. Ada 2 kompi yang diberangkatkan ke Jogjakarta saat itu. Hanya 1 kompi gagal masuk ke Jogjakarta karena ada operasi besar-besaran dari Belanda waktu itu. Selain itu, Purworejo juga mengambil peran dengan mengganggu logistik bagi Belanda yang hendak menuju ke Jogjakarta,” kata Eko Isdiyanto.

Sekretaris Dinas Kebudayaan DIJ, Erlina Hidayati Sumardi mengungkapkan kegiatan yang diselenggarakan pihaknya itu merupakan bagian dari muhibah budaya di Kabupaten Purworejo. Ini merupakan bentuk perereatan hubungan antara DIJ dengan Kabupaten Purworejo. Kedua daerah ini sebenarnya satu dimana berada di bawah Kerajaan Mataram.

Baca Juga:  Alumni 2010 SMPN 2 Jati Agung Gelar Bakti Sosial Sekaligus Reuni

“Secara kultur dan budaya, kita memiliki kesamaan,” kata Erlina.

Pagelaran teatrikal di Alun-alun Purworejo/MAS

Diungkapkan, nilai penting yang diberikan dari teatrikal itu adalah untuk mengedukasi pelajar mengenai arti pentingnya Serangan Oemoem tersebut. Diungkapkan jika penyerangan yang dilakukan TNI terhadap pendudukan Belanda di Jogjakarta itu untuk menunjukkann bahwa Indonesia masih ada.

“Kita ingin menunjukkan jika Indonesia itu masih ada dan rakyat juga memberikan dukungan. Penyerangan ini dilakukan siang hari dengan tujuan diketahui oleh seluruh dunia,” paparnya.(Mahestya Andi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top