Bandar Lampung

Passing Grade SKD CPNS 2018 Tinggi, Sebabkan Kuota Penerimaan Pegawai di Lampung Rendah

Nilai ambang batas Ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2018 (CPNS 2018)/Ilustrasi

BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung, menilai passing grade atau nilai ambang batas Ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2018 (CPNS 2018) yang dilaksanakan mulai 26 Oktober 2018 hingga 17 November 2018 ini, membuat kuota yang di tentukan disetiap daerah tidak terpenuhi.

Pj. Sekretaris Daerah Lampung, Hamartoni Ahadis, mengatakan pemerintah pusat dalam menentukan passing grade seharusnya melihat kemampuan di masing-masing daerah.

“Harusnya tidak menyamakan satu daerah dengan daerah lainnya. Menpan harus menurunkan passing grade ini secara bertahap,” ungkap Hamartoni, Kamis (15/11).

Baca Juga:  Kemenpora Gali Bakat Pemuda Lampung Lewat Festival Kreatifitas

Dirinya berharap, kebijakan yang dilakukan pemerintah tidak menrugikan masyarakat yang mendaftar CPNS. Selain itu, hal tersebut dapat berpengaruh pada dunia pendidikan dan kesehatan tidak sehingga kuota yang ditentukan tidak terpenuhi.

Sementara  itu, Kepala BKN, Bima Haria Wibisana, saat melakukan wawancara dan dibagikan di Twitter resmi BKN, @BKNgoid pada Kamis (15/11).

Bima menyebutkan jika data kelulusan para peserta yang ada di daerah yang menjadi masalah. Nantinya bisa saja akan membuat formasi-formasi di daerah kosong.

“Jadi sebetulnya kalau kita melihat angka nasional itu 13 persen yang lulus SKD. Tapi antara pusat dengan daerah memang berbeda. Kalau di pusat lebih dari 20 persen yang lulus, di daerah ini yang jadi masalah karena nilai kelulusannya rata-rata hanya 3 persen daripada peserta ini akan membuat formasi-formasi di daerah mungkin akan kosong kalau hanya 3 persen dari peserta yang lulus ujian,” ujarnya.

Baca Juga:  DPD II Partai Golkar Bandar Lampung Potong 4 Sapi

Bima juga menjelaskan mengenai passing grade yang telah ditetapkan oleh BKN. Menurutnya, passing grade SKD tahun ini sama dengan tahun lalu.

“Sebetulnya kalau dari sisi passing grade-nya sama saja dengan tahun lalu tidak ada perubahan yang jauh berbeda dengan tahun lalu, namun saja untuk teman-teman yang di daerah ini, peserta yang lulus TKP ini terlalu kecil,” jelasnya.

Bima menjelaskan, jika passing grade untuk TKP memang digunakan sebagai standar untuk memfilter personal yang memiliki karakter sebagai pelayan publik dan menjadi PNS yang berkualitas.(RM/LI6)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top