Iklan
Politik

Paslonkada di Tanggamus Hanya Punya 302 Kali Tatap Muka

Ist

TANGGAMUS – Panwaslu Kabupaten Tanggamus mengingatkan pasangan calon Pilkada Tanggamus agar mengontrol jumlah kampanye tatap muka. Sebab sampai akhir masa kampanye, kuotanya hanya 302 kali.

Menurut anggota Panwaslu Tanggamus, Ali Ngafan, kampanye tatap muka sekarang ini sudah dilakukan dua pasangan calon.

Dari segi jumlah massa, kampanye ini tingkatan terendah, karena maksimal hanya dihadiri 200 orang. Berbeda dengan rapat umum yang maksimal 1.000 orang dan pertemuan terbatas yang maksimal dihadiri 500 orang.

Lantaran pengumpul massa yang sedikit itulah maka paslon saat ini giat kampanye tatap muka, bahkan dalam satu hari mereka bisa lakukan empat kali.

“Kami khawatir, pasangan calon giat kampanye tatap muka sampai kuotanya habis, sedangkan masa kampanye masih tersisa lama. Jika sudah 302 kali maka calon tidak bisa lagi kampanye tatap muka, jika itu dilakukan sudah pelanggaran,” ujar Ngafan, Jumat (23/2).

Sebenarnya jumlah 302 itu sama dengan jumlah pekon dan kelurahan di Tanggamus. Jika diaplikasikan maka paslon hanya bisa satu kali kampanye tatap muka di satu pekon dan kelurahan.

Baca Juga:  Parosil dan Forkopimda Lambar Deklarasi Tunggu Hasil KPU RI  

“Tapi yang sekarang terjadi paslon melakukan kampanye tatap muka dalam satu pekon bisa berpindah di empat titik. Maka itu hitungannya sudah empat kali kampanye tatap muka,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan terkait kegiatan kampanye, mulai dari kampanye berbentuk rapat umum, pertemuan terbatas, tatap muka, nanti ada rapat lagi dengan LO masing-masing paslon oleh KPU Tanggamus.

“Hal ini untuk antisipasi pertemuan massa masing-masing paslon yang berujung bentrok. Ini juga sedang dikoordinasikan dengan kepolisian,” terang Ngafan.

Panwaslu Tanggamus juga menyoroti pemasangan stiker paslon yang tertempel di kaca angkutan umum dengan berukuran besar sampai menutup penuh kaca belakang kendaraan.

“Untuk masalah itu sudah dibahas dengan Satlantas dan Dishub bagaimana aturan hukumnya dengan stiker sampai menutup penuh kaca. Kalau dari aturan KPU, stiker itu bahan pemberian bukan alat kampanye dan ukurannya cuma 5×10 cm. Maka selanjutnya yang berlaku adalah aturan angkutan umum,” imbaunya.

Baca Juga:  Hadiri Muskerwil Wilayah III, Partai Perindo dan Cagub M Ridho Samakan Visi Misi

Ia meminta kepada pihak pemasang stiker besar di angkutan umum supaya melepasnya. Jika itu tidak dilakukan maka ada tindakan tegas dari Satlantas dan Dishub Tanggamus.

Selanjutnya jika stiker yang ditempel di angkutan umum sudah sesuai ketentuan KPU yakni 5×10 cm, namun jumlahnya banyak sampai menutupi kaca. Maka itu kenakan undang-undang tentang angkutan umum.

Ngafan juga menegaskan benda yang boleh diberikan dari paslon ke pemilih tidak boleh berubah.

Seperti kalender maka harus bentuknya kalender tidak bisa diganti dengan jam dinding. Hal itu sesuai ketetapan KPU Tanggamus.

Ada sembilan jenis barang yang boleh diberikan ke pemilih yakni tutup kepala, pakaian, alat tulis, alat minum, kalender, stiker ukuran 10×5 cm, payung, pin, dan kartu nama. Di luar itu maka pelanggaran.

Ia juga meminta tim paslon bisa cermat mengkategorikan antara alat peraga kampanye, bahan kampanye, dan barang yang boleh diberikan ke pemilih.

Untuk alat peraga kampanye yakni, baliho, umbul-umbul, dan spanduk. Ketiganya dipasang sesuai ketetapan dan ketentuan KPU.

Baca Juga:  Di Tanggamus Ada 1000 APK di Turunkan Panwaslu

Lalu bahan kampanye terdiri selebaran (flayer), brosur, pamflet, poster. Barang tersebut diberikan ke pemilih saat paslon kampanye.

Meski diberikan namun tidak boleh dipasang di tempat umum, seperti pamflet dan poster hanya boleh dipasang di rumah masing-masing.

Selanjutnya untuk iklan di media massa, paslon boleh melakukannya 14 hari sebelum masa tenang yakni pada 9-23 Juni 2018.

“Sebelum atau selepas waktu itu tidak boleh,” tandasnya.(SB/CD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top