Bandar Lampung

Pasca Gempa & Peringatan Tsunami, Nelayan Bandar Lampung Kembali Melaut

Aktivitas nelayan di Pesisir Teluk Lampung/TS/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Pasca gempa yang terjadi di Samudera Hindia Selatan Jawa dengan kekuatan 7,4 skala richter (SR), pada Jumat (2/8) petang. Aktivitas warga di Pesisir Teluk Lampung dan warga Kota Bandar Lampung kembali normal, Sabtu (3/8).

Warga yang sempat mengungsi dan meninggalkan rumahnya, kini telah melakukan aktivitas seperti biasa dengan melaut dan berdagang.

Gempa yang terjadi ini, sempat membuat kaget masyarakat yang dirasakan di wilayah Lampung yakni Kabupaten Lampung Utara, Pesawaran, Lampung Barat, Tanggamus dan Bandar Lampung. Pemerintah Provinsi Lampung, belum mendapatkan laporan adanya kerusakan rumah warga.

“Saat gempa terjadi, rata-rata warga langsung meninggalkan rumah. Walaupun, kondisi air laut normal dan tidak surut seperti tsunami pada Desember 2018 lalu akibat longsoran badan Gunung Anak Krakatau (GAK),” kata Dastim, salah satu nelayan Pesisir Lampung.

Baca Juga:  Lampung Peringkat Tertinggi Dalam Gerakan Imunisasi Campak dan Rubella

“Ya, hari normal lagi, bisa melaut. Insya Allah aman,” harap Dastim.

Sebagian warga juga tidak mengungsi lantaran takut barang berharganya hilang dicuri oleh orang yang tidak dikenal. Gempa ini sendiri terletak pada koordinat 7.54 LS dan 104.58 BT tepatnya di laut dengan kedalaman 10 kilometer.

Gempa dengan kekuatan besar ini dapat menimbulkan tsunami. Namun setelah 2 jam berselang BMKG pun mencabut peringatan dini tsunami. BMKG menilai bahwa gempa ini tidak menimbulkan tsunami.(TS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top