Iklan
Politik

Partai Demokrat Lampung Dongkrak Perolehan Kursi di Pileg Lewat Wajah Baru

DPD Partai Demokrat Provinsi Lampung/Net

BANDAR LAMPUNG – Hijrahnya dua politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Khaidir Bujung dan Midi Ismanto, ke Partai Demokrat Lampung, membawa angin segar untuk mendongkrak perolehan suara partai berlambang Bintang Mercy di pileg 2019 mendatang.

Khaidir Bujung menyampaikan, bahwa dalam dunia politik memiliki pilihan dan partai Demokrat bukanlah partai asing untuk dirinya. Sebab, pada tahun 2004 lalu, dirinya pernah mencalonkan diri sebagai Anggota DPRD Provinsi Lampung dari partai berlambang bintang mercy.

“Alasan kembali memilih partai Demokrat sangat sesuai dengan namanya dengan menjunjung tinggi demokrasi dengan adanya keterbukaan. Hal itu bisa dilihat dari hijrahnya para anggota legislatif DPRD Lampung selain dirinya, seperti Midi Iswanto (PKB), Yozi Rizal (Hanura) ke partai Demokrat,” ungkapnya, Kamis (19/7).

Baca Juga:  Nama Rifa’i kembali Masuk DCT Usai Menang di Mahkamah Agung

Kemudian, ia memastikan akan kembali maju di pileg 2019 melalui partai Demokrat melalui dapil 6 (Tuba, Tubaba, Mesuji). Karena hingga saat ini, dirinya belum bisa berbuat dan memberi banyak manfaat bagi masyarakat di dapil 6.

“Maka saya mencalonkan kembali sebagai Anggota DPRD Lampung, tapi dengan seragam baru, meski tidak baru bagi saya,” katanya.

Selain itu, dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang telah mengeksplorasi dirinya untuk berkarya dan berbuat banyak bagi partai maupun masyarakat.

“Atas izin Allah dan kedua orang tua saya. Insya Allah Pileg 2019 mendatang, saya hijrah ke Demokrat. Ini soal keterbukaan dalam mengelola organisasi. Karena di partai Demokrat, segala sesuatunya berdasarkan kemitraan dan kebersamaan,” ungkapnya.

Baca Juga:  AJI Ingatkan Calon Kepala Daerah dan Tim Sukses Jangan Langgar UU Pers

Wakil ketua komisi V DPRD Provinsi Lampung ini mengaku siap menerima konsekuensi dan segala resiko yang ada, seperti Pergantian antar waktu (PAW) hingga pemecatan sebagai kader PKB.

“Dari beberapa waktu laku, saya sudah menandatangani surat mundur (dari PKB), artinya dari awal kita sudah hitung resikonya,” ungkapnya

Sementara itu Anggota DPRD Lampung Fraksi PKB, Midi Ismanto, mengatakan bahwa keputusannya mencalonkan dari Partai Demokrat dikarenakan adanya kecocokan dengan partai berlambang Bintang Mercy ini.

“Saya merasa ada chemistry. Lalu dengan Mas Ridho selaku ketua partai saya juga dekat, apalagi kita sama-sama alumni Lemhanas,” ungkapnya.

Ia mengaku jika dirinya merupakan korban dari Pilgub Lampung. Dimana adanya perbedaan dukungan antara dirinya dengan partai yang dinaungi sebelumnya, PKB.

Baca Juga:  Alzier dan Yozi Rizal Dijadwalkan Jadi Pembicara Diskusi Lampung Darurat Politik Uang

“Sebenarnya saya ini korban Pilgub. Karena saya berbeda dukungan dengan partai. Dimana partai mendukung Arinal, tapi saya mendukung Mustafa,” pungkasnya.(TM)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top