Nasional

Partai Demokrat Haram Bantu Koruptor

    Logo Partai Demokrat /Ist

JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat (PD) membantah tuduhan jaksa Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) yang menyebut Setya Novanto mencoba menghindari jeratan hukum terkait korupsi proyek e-KTP dengan meminta bantuan dari Partai berlambang bintang Mercy tersebut.

“Haram dan tidak ada rumusnya Demokrat akan memberikan bantuan-bantuan di luar apa yang menjadi idealisme perjuangan kebangsaan, apalagi dalam konteks melanggar hukum,” ujar Ketua DPP Demokrat Didik Mukrianto saat dimintai konfirmasi, Kamis (29/3/2018).

Didik pun tak habis pikir dengan rasionalisasi lembaga parpol dimintai tolong untuk melakukan kejahatan. Menurut dia, hal tersebut tidak mungkin.

“Aneh bin ajaib dan nggak masuk di nalar sehat. Kasihan saya kalau ada orang yang meminta pertolongan kepada institusi yang tidak ada korelasi dan kewenangannya, dia mengambil jalan yang sesat,” ucap Didik.

Baca Juga:  Kamboja (Cambodia) Resmi Menjadi Anggota Kedelapan CAJ

Anggota Komisi III yang membidangi hukum ini mencurigai pengakuan Novanto hanya untuk mengaburkan substansi dari kasus e-KTP. Didik menyebut tidak mungkin parpol akan membantu melakukan kejahatan.

“Pengakuan yang menyesatkan dalam tuntutan tersebut, jangan-jangan itu rasionalisasi yang sesat untuk mengaburkan substansinya. Tidak bakal mungkin kelembagaan parpol untuk membantu sebuah kejahatan yang menjadi musuh negara,” tukasnya.

Didik menegaskan, Partai Demokrat tidak memiliki relevansi dengan kasus yang menjerat eks Ketua DPR itu. Demokrat disebutnya tidak mentoleransi koruptor atau pelaku korupsi.

“Saya bisa pastikan dan tegaskan, secara kelembagaan clear dan clean Partai Demokrat tidak mentoleransi dan terus berperang melawan kejahatan, pelanggar hukum apalagi korupsi,” tegas Didik.

Baca Juga:  Diduga Tidak Netral, KPU Periksa 18 Orang PPK Lampung Selatan

Dia lalu menyebut, PD yang digagas oleh sang ketum, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didirikan sebagai alat perjuangan dalam menegakkan demokrasi. Didik menyatakan partainya bersih.

“Partai Demokrat digagas oleh Pak SBY dan didirikan untuk menegakkan hukum, kebenaran dan keadilan serta dalam tujuan kesejahteraan rakyat,” tambah dia.

Sebelumnya Jaksa KPK Ahmad Burhanuddin menyatakan Novanto meminta bantuan Partai Demokrat hingga menyiapkan Rp 20 miliar sebagai suap untuk KPK agar lolos dari jerat hukum. Itu disampaikan saat pembacaan surat tuntutan untuk Setya Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (29/3).

Untuk antisipasi agar tidak diperiksa penegak hukum meminta bantuan Partai Demokrat. Terdakwa juga akan mempersiapkan uang Rp 20 miliar untuk KPK,” ucap jaksa.

Baca Juga:  Tidak ‘Ujug-Ujug’, Bappenas: Rencana Pemindahan IKN Sudah Dikaji Sejak 2017

Dalam perkara ini, Novanto didakwa melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan e-KTP. Novanto didakwa menerima duit total USD 7,3 juta serta melakukan intervensi dalam proyek itu. (DET)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top