Panggung

Para Tokoh Bicara Bela Negara

Menkumham Yasonna H Laoly: “Bela Negara untuk Kemakmuran Rakyat.” | Facebook

BANDAR LAMPUNG — Tepat hari ini, bangsa Indonesia memperingati Hari Bela Negara. Akun ofisial Twitter Kementerian Pertahanan (Kemhan), Sabtu (14/12) lalu mencuit, bela negara merupakan salah satu program kementerian pimpinan Prabowo Subianto itu.

“Wujud Bela Negara tidak harus berperang. Tapi wujud dari Bela Negara bisa melalui pengabdian profesi sesuai dengan bidang masing-masing,” cuit akun ini, mendasari Pasal 27 ayat (3), dan Pasal 30 ayat (1) UUD 1945, serta beleid Pasal 9 ayat (1) dan (2) UU 3/2002 tentang Pertahanan Negara.

“Seperti seorang petani bekerja keras meningkatkan produksi, adalah upaya bela negara untuk mewujudkan kedaulatan pangan. Seorang guru berjuang mendidik anak-anak di kawasan perbatasan, adalah wujud nyata bela negara mencerdaskan kehidupan bangsa,” lanjut kicauan itu.

Pun halnya prajurit, dokter, bidan dan lainnya.
“Para prajurit TNI menjaga pulau-pulau terdepan, melakukan tugasnya karena semangat bela negara, mempertahankan kedaulatan wilayah negara kita. Para dokter, bidan, dan tenaga kesehatan memenuhi panggilan bela negara dengan penuh semangat memberikan pelayanan kesehatan sampai ke wilayah-wilayah terpencil,” cuitnya.

Baca Juga:  Muli Mekhanai Lampung Bersatu Gelar Manjau Tiyuh

“Begitu pula dengan perang terhadap kejahatan narkotika, adalah tindakan nyata untuk menyelamatkan generasi muda penerus masa depan bangsa,” akhir cuitan.

Kepala Balitbang Kemhan Anne Kusmayati menjadi inspektur upacara peringatan Hari Bela Negara ke-71 di kantor kementerian, Jakarta, Kamis (19/12/2019).

Dr Anne membacakan amanat tertulis Sekjen Kemhan Laksdya TNI Dr Agus Setiadji SAP MA. “Melalui peringatan Hari Bela Negara yang diperingati tiap 19 Desember mengajak seluruh warga negara Indonesia untuk senantiasa menjaga nilai-nilai kesadaran bela negara sejak dini untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air,” petikan amanat itu.

“Selamat Hari Bela Negara. Peringatan Hari Bela Negara mengajak kita semua untuk terus membangun jati diri bangsa yang memiliki skill, knowledge dan attitude yang baik sebagai suatu karateristik sumber daya manusia unggul,” unggah akun Facebook Kemhan, saat yang sama.

Di Lampung, Ketua Yayasan Alfian Husin Dr Andi Desfiandi berujar, Bela Negara adalah sikap perilaku warga negara yang dijiwai kecintaan pada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, dalam mempertahankan kelangsungan hidup bangsa dan negara.

Baca Juga:  Tangis Haru Siti Tursiah Ibu Wisudawati Yuli Wulandari Ojol Purworejo

“Cintai bangsa Ini, sebagaimana engkau mencintai ayah ibumu. Sayangi bangsa ini, sebagaimana ayah ibumu menyayangi dirimu,” pesan Ketua Bidang Ekonomi DPP Perhimpunan Bravo-5 ini melalui unggahan akun ofisial Facebook yayasan, Kamis (19/12/2019) pukul 04.49 WIB.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly, di dinding fansbase Facebook-nya pukul 9 WIB berujar singkat,” Selamat memperingati Hari Bela Negara 19 Desember 2019,” seraya menyertakan foto gagahnya.

Senada, Ketum DPP Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo. “Kita sebagai anak bangsa hukumnya wajib untuk berbakti pada bangsa dan negara. Indonesia membutuhkan kita semua. Selamat Hari Bela Negara,” tulis HT, sapaannya, plus emoticon tangan terkepal dan bendera merah putih, pukul 09.38 WIB.

Tak jauh berbeda, Wakil Ketua DPR Dr Sufmi Dasco Ahmad berucap senada. Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra ini menulis pula sejarah singkat peringatan Hari Bela Negara.

“Selamat Hari Bela Negara. Bela Negara Untuk Kemakmuran Rakyat,” tulis Dasco, Kamis, pukul 11.20 WIB, di Facebook-nya.

Baca Juga:  Puluhan Penggemar Vespa Berkumpul di Lapangan Korpri

Pamungkas, anggota DPD RI dapil Lampung Ahmad Bastian Suyitno menandas bahwa rakyat menjadi bagian penting program bela negara. “Pertahanan rakyat semesta. Rakyat merupakan bagian penting dari pertahanan negara,” tulisnya di Facebook, pukul 12.00.

Sejarah singkat Hari Bela Negara dinukil dari momen penyerahan mandat penuh Presiden Soekarno kepada Mr Syafrudin Prawinegara untuk menjalankan pemerintahan dengan membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Padang, Sumatera Barat, 19 Desember 1948, guna menjaga keutuhan NKRI pasca agresi militer Belanda.(LS/Muzzamil)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top