Politik

Para calon Gubernur Lampung Diminta Lebih Peduli Terhadap Kaum Perempuan

Dialog publik bersama para pasangan calon Gubernur – Wakil Gubernur Lampung periode 2019 – 2024 di Hotel Emersia/WA

BANDARLAMPUNG – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) DAMAR menggelar dialog publik bersama para pasangan calon Gubernur – Wakil Gubernur Lampung periode 2019 – 2024 di Hotel Emersia, Selasa (13/3).

Kegiatan tersebut untuk mengetahui mimpi para calon pemimpin Lampung untuk  pemenuhan hak dasar perempuan yang dirasakan belum sepenuhnya terwujud di Bumi Ruwa Jurai. Dalam acara tersebut dihadiri oleh Bendahara DPD partai demokrat Lampung, Yandri Nazir mewakili paslon M Ridho Ficardo – Bachtiar Basri, calon wakil gubernur Sutono dan Chusnunia Chalim.

Bendahara DPD Partai Demokrat Lampung Yandri Nazir, dalam sambutannya meminta maaf kepada masyarakat karena pasangan nomor urut satu tidak bisa menghadiri acara tersebut. Alasannya, ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan.

Baca Juga:  Ini Kata Kapolres Tulangbawang Perihal Larangan Kampanye Arinal Nunik

Namun, Yandri meyakini bahwa Ridho berbakti jilid II memiliki komitmen untuk kemajuan hak perempuan dan anak.

“Melalui dialog ini akan dibenahi mana yang dianggap kurang, dan harus ditingkatkan terkait dengan hak perempuan dan anak,” kata Yandri, Selasa (13/3).

Sementara itu, pasangan Herman HN-Sutono menyatakan komitmennya pada peningkatan kesejahteraan perempuan dan anak yang tidak terpisahkan pembangunan sumberdaya manusia (SDM).

“Saya pastikan Herman HN-Sutono punya program untuk perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan. Pastinya juga akan meningkatkan kesejahteraan Perempuan,” jelas Sutono.

Sementara itu, cawagub nomor urut 3, Chusnunia Chalim, berjanji  akan mewujudkan dan memenuhi hak perempuan serta partisipasi perempuan dalam politik, jika terpilih nanti. Karena, wanita berhijab ini merasakan betapa beratnya untuk mengangkat hak perempuan di bidang pendidikan, yang pernah dirinya alami waktu itu.

Baca Juga:  Rakyat Nantikan Paripurna, Pansus Pilgub Lampung Harus Clean & Clear

“Saya perempuan, saya sakit jiwa jika saya tidak perjuangkan perempuan,” katanya.

Ditempat yang sama, Direktur Eksekutif Lembaga Advokasi Damar, Sely Fitriani, berharap gubernur dan wagub terpilih mampu memenuhi keinginan perempuan dalam peran serta semua aspek kehidupan.

Perubahan sistem dan praktik politik Indonesia sekarang ini dapat dicapai melalui peran serta kaum perempuan dalam memberikan suaranya secara aktif dan cerdas kepada para calon kepala daerah dalam Pemilukada yang jujur dan adil.

“Dalam memberikan hak suara, kaum perempuan perlu secara cermat dan seksama memperhatikan asal partai politik dari para calon dan mempunyai format serta program yang peduli terhadap kehidupan kaum perempuan seperti bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi dan politik dalam segi kepemimpian,” ungkapnya.(AR )

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top