Iklan
Politik

Panwaslu Pesawaran Umumkan Hasil Politik Uang 30 Juni Mendatang

Panwaskab Pesawaran terima laporan warga dan barang bukti berupa amplop dengan isi uang senilai nRp50 ribu/WA

PESAWARAN – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Pesawaran, melakukan klarifikasi di tempat terhadap Suhaini, terlapor dugaan politik uang dari Paslon nomor urut 3 Arinal-Nunik, di Desa Cimanuk, Kecamatan Way Lima, (25/6) lalu.

“Ya hari ini kita memanggil saksi terakhir Agustina (27), yang di bawa oleh pelapor saudara Deva, dan dari semua keterangan dari para saksi semuanya sama, barang bukti yang berhasil kita amankan empat amplop yang di setiap amplopnya berisikan uang Rp50 ribu,” jelas Kordiv Hukum dan Penindakan Pelanggaran Panwaskab, Mutholib, Kamis (28/6).

“Dan terlapor sudah kita lakukan pemanggilan sebanyak 2x namun tidak pernah memenuhi panggilan tersebut, maka dari itu saya beserta Sentra Gabungan Hukum Terpadu (Gakumdu) yang teridiri dari pihak Polres Pesawaran dan Kejari akan melakukan ataupun meminta keterangan pihak terlapor langsung kerumahnya yang berada di Desa Cimanuk,” timpalnya.

Baca Juga:  Partai Demokrat Lampung Lolos Verifikasi KPU

Dirinya juga menjelaskan, hasil dari pemeriksaan ini nantinya sudah bisa dilihat pada tanggal 30 Juni mendatang.

“Hasil bisa kita berikan kalau sudah memenuhi syarat semua dan saksi serta terlapor sudah di mintai keterangan, karena setiap kasus yang kita tangani dalam 5 hari harus sudah selesai,” ungkapnya.

Sedangkan Deva, selaku pelapor menjelaskan dirinya telah menghadirkan 3 saksi ke Panwaskab atas dugaan money politics yang dilakukan oleh Paslon nomor urut 3.

“Hari pertama saya hadirkan Elawati sebagai saksi, kemudian yang saksi kedua Ghujayri, kemudian yang ketiga ini saya menghadirkan Agustina,” jelasnya.

Dirinya berharap, dengan langkah yang dia ambil ini, pemilihan gubernur di Lampung dapat bersih dan tidak ada suap menyuap, untuk mendapatkan pemimpin yang bersih dan amanah.

Baca Juga:  Menuju Pileg, PKPI Targetkan Kader Menang Disetiap Dapil

“Kita ini kan ada UU Tahun 2016, seharusnya ini diterapkan secara benar, jadi tidak adalagi tuh suap menyuap, kalau tidak diterapkan apa gunanya,” jelas Deva.

“Saya juga berharap, kepada seluruh masyarakat Pesawaran yang menerima suap agar berani melaporkan kepihak Panwaskab agar Lampung  ini dipimpin oleh pemimpin yang adil, jujur, dan amanah,” pungkasnya.(MH/PS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top