Politik

Panwaslu Jangan Takut Telusuri Politik Uang Tim Herman HN

Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, Herman HN-Sutono/Net

BANDAR LAMPUNG – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Humanika Lampung, menilai pemberian uang oleh tim pasangan calon (paslon) Gubernur Lampung Herman HN-Sutono, untuk saksi hanya alibi semata guna menyangkal dugaan politik uang (money politics).

Ketua Koordinator Humanika Lampung, Basuki, mengatakan, pemberian uang tersebut sudah sangat jelas dan masuk dalam kategori politik uang. Selain itu, jumlah nominalnya diatas batas transportasi dan makan minum sebagaimana yang dikecualikan.

“Panwaslu jangan takut untuk bekerja, sepanjang sesuai koridor tidak akan masalah. Bahwa untuk ditingkatkan prosesnya oleh panwas juga sudah terpenuhi dengan adanya dua alat bukti yang dimiliki Panwaslu Pesisir Barat (Pesibar),” ungkap Basuki, via sambungan telepon, di Bandar Lampung, Senin (28/5).

“Yah berpikir secara sederhana sajalah, pencoblosan itu masih sekira satu bulan kedepan. Lalu mereka (tim pemenangan Herman HN-Sutono) memberikan uang dengan jumlah tersebut, belum satu Minggu paling juga sudah habis. Jadi itu hanya alibi mereka saja,” tegasnya lagi.

Baca Juga:  Aktivis Mahasiswa dan Pemuda Dukung KPK Lawan Kejahatan Korporasi di Lampung

Selain daripada itu, momentum menjelang hari raya akan lebih banyak politik uang yang akan beredar. Dapat berupa barang bisa juga berupa uang.

Lanjutnya, pemberian barang dan uang ini akan bersifat tersuktur sistematis dan masif. Seperti penemuan gudang sarung dan jilbab di Lampung Utara. Tidak menutup kemungkinan di semua kabupaten juga terdapat gudang, karena Paslon ingin menang, maka berupaya apapun caranya salah satunya dengan menukar suara dengan sarung dan uang,” papar Basuki.

Seperti diketahui, kejadian dugaan politik uang itu dilaksanakan di Pekon Gedung Cahya Kuningan, Kecamatan Ngambur, yang dihadiri oleh bakal calon saksi untuk paslon nomor urut 2 Herman HN- Sutono, dari 5 Kecamatan, yaitu, Kecamatan Bangkunat, Ngaras, Ngambur, Pesisir Selatan dan Way Krui, dihelat pada tanggal 22 Mei lalu.

Baca Juga:  Ormas Dan LSM Ikut Sukseskan Pemilukada Tahun 2018

Kegiatan itu berlangsung pada pukul 09.00 WIB dan berakhir pada pukul 11.30 WIB. Juga dihadiri juru kampanye paslon nomor 2, Ustad Ismail Saleh, Lakat Amin, Rahma Wati dan Zaidi (kordinator saksi kecamatan Bangkunat).

Saat ditelusuri,  terdapat dugaan pelanggaran politik uang (money politics) yang terjadi di lapangan depan Gedung Sekolah MTS, yang dilakukan oleh Zaidi selaku Kordinator Saksi kecamatan Bangkunat dengan cara membagi-bagikan amplop yang berisikan uang dua lembar pecahan senilai Rp100 ribu dan satu lembar pecahan Rp50 ribu.

Temuan itu pun langsung ditemukan oleh Kordiv HPP ABD Kodrat S, Efriansyah selaku staff Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, serta seluruh jajaran Panwascam Ngambur dan Krui Selatan.

Atas kejadian tersebut Panwaslu kabupaten Pesibar menyita, 1 kaos bergambar depan dan bertuliskan ‘pilihan kita nomor urut 2’, logo partai PDI Perjuangan bergambar Herman HN-Sutono, serta satu buah amplop yang sudah terbuka dan satu lembar uang senilai Rp50 ribu yang diperoleh dari salah satu calon saksi Kecamatan Bangkunat atas nama Zaidi.

Baca Juga:  Disambut Langsung, SBY Bakal Dampingi Ridho di Debat Kandidat

Padahal, sebelum ditemukan dugaan politik uang tersebut dan sebelum memasuki tahapan kampanye, Kordiv PHL Heri Kiswanto, Sudah melakukan pencegahan serta himbauan kepada seluruh tim paslon, namun hal itu tetap terjadi.(nN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top