Iklan
Politik

Panwas Lamtim Perpanjang Penyidikan Terduga Pelaku Kampanye Hitam

Kampanye hitam/Net

BANDAR LAMPUNG –  Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Lampung Timur (Lamtim), memperpanjang proses penyidikan terhadap tiga terduga pelaku kampanye hitam (black campaign), Isnan Subkhi, Riandes Priantara, dan Framdika Firmanda, terhadap pasangan calon (paslon) Gubernur-Wakil Gubernur Lampung nomor urut satu, M Ridho Ficardo-Bachtiar Basri, di Desa Sumber Gede, Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur, pada Senin (7/5) lalu hingga 14 hari kedepan.

“Proses pertama dilakukan dalam lima hari. Kemudian masuk pembahasan kedua itu waktunya sampai 14 hari terhitung sejak Sabtu – Minggu (12-13/5) lalu. Karena perkembangannya belum ada, jadi belum bisa disampaikan dan masih silent. Sebab,  prosesnya membutuhkan waktu 14 hari kedepan untuk mendapat hasilnya,” kata Koordinator Penindakan Panwas Lampung Timur, Uslih, Senin (21/5).

Baca Juga:  Pasukan Biru Solidkan Aksi Pemenangan Ridho Bachtiar di Pringsewu

Berkas terduga ketiga pelaku kampanye hitam saat ini sedang ditangani oleh penyidik Polri yang tergabung dalam sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

”Dalam hal ini penyidikan itu yang menangani pihak penyidik dari polri yang tergabung di Gakkumdu,” ujarnya.

Sebelumnya, mantan Ketua Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Lampung, Isnan Subkhi, bersama dua rekannya Riandes Priantara, dan Framdika Firmanda, di tangkap Polres Lampung Timur.

Ketiganya diduga melakukan penyebaran selebaran kampanye hitam (black campaign) dan ujaran kebencian terhadap paslon nomor urut 1.

Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Kabupaten Lampung Timur, Uslih, mengatakan Polres Lamtim melakukan OTT pada pukul 11.00 WIB setelah menerima informasi dari Panwascam Mataram Baru.

Baca Juga:  Apapun Putusan MK, Tim Ridho Bachtiar Legowo

“Kita informasikan ke Polres, dan langsung mensiagakan kanit sehingga tertangkaplah ketiga pelaku penyebaran ujian kebencian atau black campaign dengan menjelek-jelekkan paslon nomor urut 1 Ridho Ficardo yang berisi pelecehan seksual dengan gambar SM,” kata Uslih via ponselnya, Senin (7/5/2018).

Ketiga tersangka yang diamankan Polres Lampung Timur yang diduga melakukan black campaign terancam Pasal 69 junto Pasal 187 Ayat (2).

“Jika terbukti telah melakukan black campaign maka akan di tindak sesuai dengan pasal yang berlaku seperti Pasal 69 junto Pasal 187 Ayat (2),” katanya.

Pasal tersebut berbunyi Ancaman sanksi bagi pelaku Kampanye Pilkada berupa menghasut, memfitnah, mengadu domba Partai Politik, perseorangan, dan/atau kelompok masyarakat adalah pidana penjara paling singkat 3 (tiga) bulan atau paling lama 18 bulan dan/atau denda paling sedikit Rp600 ribu atau paling banyak Rp6 juta.(RM/AR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top