Iklan
Politik

Panggil Penyelenggara Pemilu, Caleg DPR RI Imer Darius Dicecar 30 Pertanyaan

Calon anggota legislatif (caleg) DPR RI Daerah Pemilihan Lampung I dari Partai Demokrat, Imer Darius, memenuhi panggilan Bawaslu Pesisir Barat/Net

BANDAR LAMPUNG – Calon anggota legislatif (caleg) DPR RI Daerah Pemilihan Lampung I dari Partai Demokrat, Imer Darius, dicecar 30 pertanyaan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pesisir Barat.

“Hari ini kita sudah melakukan klarifikasi terhadap yang bersangkutan dari pukul 14.00 – 16.30 WIB. Pertanyaan yang kita sampaikan seputaran pertemuan beliau dengan PPK,” kata ketua Bawaslu Pesibar, Irwansyah, Selasa (15/1).

Dalam pemanggilan tadi, Wakil ketua DPRD Provinsi Lampung ini, kata Irwan mengakui telah melakukan pertemuan dengan PPK Pesibar pada awal September 2018 lalu.

Baca Juga:  Massa Tuntut Bawaslu Lampung Coret Caleg M Khadafi

“Dia mengakui memang pertemuan itu terjadi sejak masuk sebagai Daftar Calon Sementara (DCS). Tetapi, secara etik apapun bentuknya penyelenggara itu dilarang untuk bertemu baik Bacaleg atau caleg, apalagi pertemuan secara khusus, itu tidak dibenarkan. Karena sebagai  penyelenggara itu harus netral dan tidak ada keberpihakan kepada peserta pemilu,” ujarnya.

Selain itu, Imer membantah atas dugaan bahwa dirinya memberikan sejumlah uang dan jam tangan ke PPK usai pertemuan tersebut.

“Secara pribadi, Imer tidak mengakui telah memberikan materi, berupa uang dan sebagainya ke PPK. Menurut Imer, pertemuan itu hanya ngobrol santai sekaligus menanyakan tentang tahapan pemilu itu seperti apa,” tegasnya.

Oleh karena itu, hasil pemanggilan klarifikasi hari ini akan didiskusikan terlebih dahulu bersama teman-teman Bawaslu di Pesisir Barat dan akan berkoordinasi dengan pimpinan di tingkat provinsi.

Baca Juga:  PPK dan PPS Dukung Caleg, KPU dan Bawaslu Lampung Hanya Melihat Pelanggaran Kode Etik

“Kurang lebih awal Februari sudah bisa disimpulkan. Karena dalam penanganan itu 14 hari masa kerja, terhitung Senin – Jumat,” jelasnya.

Ia mengimbau agar para caleg tidak melakukan pertemuan atau memanggil penyelenggara pemilu baik di jajaran KPU maupun Bawaslu , karena itu melanggar.(AR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top