Ekonomi

Panen Padi di Pringsewu, Ridho Berikan Bukti

calon Gubernur Lampung, nomor urut 1, M Ridho Ficardo, saat bergabung dengan warga Desa Wonodadi, Gadingrejo, Pringsewu, guna memanen padi hasil tanaman warga setempat/LS

GADINGREJO – Selama menjalankan program pertanian saat aktif memegang kursi kepemimpinan di Provinsi Lampung, seluruh tahapan pembangunan disektor pertanian dibangun secara bertahap dari hulu ke hilir di era kepemimpinan M Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri.

Hal itu pun dilakukan mulai dari hal mendasar, seperti melakukan perbaikan irigasi, pembibitan, suplai pupuk yang baik, sampai pada pengolahan hasil pertanian akan dimajukan pada industrialisasi pertanian.

Seluruh proses capaian program tersebut, akhirnya menuai hasil yang memuaskan. Ini dibuktikan sendiri oleh calon Gubernur Lampung, nomor urut 1, M Ridho Ficardo, saat bergabung dengan warga Desa Wonodadi, Gadingrejo, Pringsewu, guna memanen padi hasil tanaman warga setempat, Senin (26/3).

Panen padi itu, menjadikan M Ridho sebagai satu-satunya calon petahana yang mampu meningkatkan hasil panen petani se-Lampung dalam kepemimpinannya selama 3,5 tahun belakangan

“Alhamdulilah, hasil panen petani di Wonodadi ini maksimal. Saya dan Pak Bachtiar selama ini sangat fokus dalam mengembangkan dan meningkatkan hasil pertanian seluruh petani di Lampung. Dan sudah terbukti, bila surplus hasil beras petani kita sangat banyak setiap tahunnya. Jadi, petani kita sudah bisa mencukupi kebutuhannya sendiri bahkan berlebih,” kata M Ridho, dengan wajah gembira melihat hasil panen petani yang sangat baik.

Baca Juga:  Ridho Memohon Restu Sebelum Pencoblosan

Menurut Ridho, panen raya ini membuktikan program Pemprov Lampung yang dipimpinnya bersama Bachtiar Basri selama 3,5 tahun ini berhasil secara nyata.

“Jadi kalo calon lain masih berjanji, saya dan Pak Bachtiar sudah memberi bukti. Kedepannya, kesejahteraan warga petani akan terus menjadi perhatian program kami,” kata Ridho Ficardo.

Dirinya juga mengatakan, bahwa pembangunan pertanian, merupakan satu dari tiga program strategis bersama industri dan pariwisata, dalam era kepemimpinannya.

“Dukungan pemerintah terhadap pertanian melalui perbaikan jaringan irigasi yang tahun ini ditargetkan mantap 90 persen. Walau berat, kita berkomitmen mendukung target pemerintah menjadikan Lampung pendukung utama kedaulatan pangan nasional,” kata Ridho.

Ia optimistis Lampung juga mampu mewujudkan swasembada kedelai, sepanjang pemerintah pusat membuat kebijakan seperti jagung yakni nol impor kedelai.

“Permasalahan kedelai, harganya masih lebih murah impor. Padahal produsen lebih suka kedelai lokal. Ini yang harus kita bicarakan bersama, bagaimana menaikkan produksi kedelai dan menaikkan harga agar petani bergairah,” ungkap Ridho.

Baca Juga:  Kelembagaan PTSP Diperkuat Guna Wujudkan Pelayanan yang Prima dan Berkualitas

Diketahui, kehadiran M Ridho, pada panen raya itu juga disambut sukacita oleh warga Wonodadi, Gadingrejo, Pringsewu. Mereka menyambut Ketua DPD Partai Demokrat Lampung ini dengan antusias.

Pada panen raya ini juga, M Ridho Ficardo turut didampingi beberapa pengurus DPD Partai Demokrat Lampung, seperti Sonny Z Utama dan Tauri Afitri, Ketua DPC PD Pringsewu, Mariyanto, dan jajaran PD Pringsewu lainnya.

Segala hasil pencapaian itu, sebelumnya juga ikut diapresiasi oleh Kementerian Pertanian, yang menyakini bahwa Provinsi Lampung bisa mencapai swasembada padi dan jagung pada 2017.

“Padi Lampung surplus 1,2 juta ton sedangkan jagung mampu melampau target 2 juta ton yakni 2,4 juta ton. Kami yakin surplus pangan di Lampung berlanjut karena kebijakan nol impor jagung dan penambahan areal luas lahan sawah,” kata Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, Justan Riduan Siahaan, di Bandar Lampung, (22/11) lalu.

Hal itu, lanjutnya, menjadi pertimbangan pemerintah pusat menaikkan anggaran untuk Lampung agar sesuai dengan target yang dibebankan.

Menurutnya, keberhasilan swasembada jagung merupakan capaian penting Pemerintah Provinsi Lampung, mengingat produksi jagung tertinggi Lampung tercapai pada 2008 di angka 2 juta ton.

Baca Juga:  Kopi Lampung Bakal Saingi Starbuck

Justan yang juga penanggungjawab Upaya Khusus Padi Jagung dan Kedelai (Upsus Pajale) Lampung itu, menilai kolaborasi petani, lembaga petani, Pemerintah Provinsi Lampung, dan pemangku kepentingan lain solid dalam mewujudkan salah satu Nawa Cita Presiden Joko Widodo yakni kedaulatan pangan.

Ia menjelaskan, produksi padi Lampung pada 2016 menurut Badan Pusat Statistik (BPS) yakni 4,02 juta ton dan naik menjadi 4,32 juta pada 2017. Capaian itu membuat Lampung sebagai provinsi ketujuh penghasil padi nasional dengan kontribusi 5,33 persen.

Sedangkan produksi jagung di 2016 mencapai 1,72 juta dan melonjak menjadi 2,4 juta ton pada 2017, sekaligus menempatkan Lampung di posisi tiga produsen jagung nasional dengan kontribusi 8,59 persen.(*/AN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top