Nasional

Pandemi, Hari Anak, dan Vaksinasi Covid-19

Presiden Jokowi saat dialog virtual bersama anak-anak siswa dan guru kelas 5 SD Negeri Sudimara, Banyumas, Jawa Tengah, dalam puncak Peringatan Hari Anak Nasional 2021 pada Jumat (23/7/2021). | Kemen PPPA

Suluh.co — Hari Jum’at 23 Juli, Hari Anak Nasional 2021. Ini kali kedua kala pandemi. Presiden Joko Widodo (Jokowi), tak lupa menyemangati anak-anak Indonesia.

“Saya tahu, lebih setahun ini, anak-anak lebih sering bermain dan belajar di rumah saja. Semua itu kita lakukan untuk keselamatan kita semua, adik, kakak, orang tua, juga guru-guru. Tetaplah semangat belajar dan bermain di rumah untuk sementara waktu, dan teruslah bergembira,” pesan kebapakan Kepala Negara, melalui jejaring media sosial, pukul 08.31 Waktu Indonesia Barat.

Tepat pukul 14.31 WIB, enam jam berselang, Presiden Jokowi juga mengunggah cuplikan dialog virtual hangatnya bersama anak-anak siswa dan guru kelas 5 SD Negeri Sudimara, Banyumas, Jawa Tengah.

“Anak-anak berharap sekolah tatap-muka segera dibuka. “Kalau kelamaan di rumah, … jenuh.” Ada juga yang bertanya: “Kalau jadi presiden, ngapain aja?” Inilah obrolan saya dengan anak-anak SD Negeri Sudimara, Banyumas, di Hari Anak Nasional 2021,” lalu orang nomor satu di Indonesia ini menaut akun kanal berbagi video Youtube Setpres RI.

Jokowi, ayah tiga anak: Gibran Rakabuming Raka, Kahiyang Ayu Siregar, dan Kaesang Pangarep. Dua darinya telah jadi orangtua, Gibran (Walikota Surakarta) ayah dua anak: Jan Ethes Srinarendra, La Lembah Manah. Kahiyang, istri Bobby Afif Nasution (Walikota Medan), ibu dua anak: Sedah Mirah Nasution dan Panembahan Al Nahyan Nasution.

Di Bumi Ruwa Jurai, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, ayah tiga anak: Isfansa Mahani, Rissana Innisa, Lakeisha Aila Innisa ini, didampingi Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) yang juga ibu satu anak, menyebut peringatan Hari Anak Nasional, merupakan momentum penting guna menggugah kepedulian dan partisipasi seluruh komponen bangsa Indonesia.

Yakni, dalam menjamin pemenuhan hak anak atas hak hidup, tumbuh, berkembang, berpartisipasi, secara wajar sesuai harkat-martabat kemanusiaan, dapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

“Ayo kita pastikan anak-anak tetap di rumah dan bergembira selama masa pandemi COVID-19, tingkatkan peran keluarga dalam pengasuhan anak. Anak terlindungi, Indonesia maju!” pesan Arinal-Nunik.

Peringatan Hari Anak Nasional dihelat tiap 23 Juli berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) 44/1984, dan dilaksanakan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan RI.

Di momen kali kedua kala pandemi melanda, bahkan tengah ganas-ganasnya saat ini dan diyakini menjadi pandemi gelombang kedua, dalam perkembangannya sejak digencarkan oleh pemerintahan Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma’ruf Amin, luar biasanya Jokowi sendiri tercatat sebagai orang Indonesia pertama penerima dosis pertama vaksinasi nasional gratis COVID-19, pada 13 Januari 2021 disusul vaksinasi kedua usai 14 hari pada 27 Januari 2021, sejak itu hingga kini vaksinasi nasional gratis COVID-19 terus beroleh tempat tersendiri di hati rakyat, jadi bagian senjata legal cegah kendali pandemi.

Satu paket, persis seperti yang tiada bosan dikampanyekan Juru Bicara Tim Komunikasi Publik Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan COVID-19, si cantik jelita ibu dua anak dr Reisa Brotoasmoro: bersama protokol kesehatan 5 M oleh publik.

Yaitu memakai masker (kini dianjurkan keras pakai masker ganda dengan masker medis di bagian dalam, masker nonmedis di bagian luar), mencuci tangan memakai sabun di air mengalir selama 20 detik sesering mungkin, menjaga jarak fisik dua meter, menghindari kerumunan dan berkerumun, membatasi mobilitas hanya untuk aktivitas penting.

Berikut 3T oleh pemerintah: tes atau Testing, Telusur atau Tracking, dan Tindak lanjut atau Treatment. Ketiga senjata legal ini: protokol kesehatan 5M, juga 3T dan 1V, menggenapi senjata transedental: doa terbaik. Memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing, meminta intervensiNya pandemi segera Dia usaikan.

Baca Juga:  Pemkab Lamsel Waspada Corona, KBM Diliburkan Hingga 28 Maret Mendatang

Saat per hari ini pandemi masih menjangkit 223 negara berdasarkan data sebaran global Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendaratkan angka 191.773.590 kasus konfirmasi positif, 4.127.963 jiwa diantaranya terenggut nyawa. Termasuk didalamnya, 80.598 jiwa warga Indonesia dari total 3.082.410 kasus positif dan 2.431.911 darinya dinyatakan sembuh.

Menimbang pentingnya vaksinasi COVID-19 bagi anak dan telah dimulai untuk kategori remaja kelompok usia 12-17 tahun, sebagai target sasaran kelompok warga tervaksinasi dengan total jumlah target populasi 26,7 juta orang, terbaru kemarin, Kamis 22 Juli 2021, pemerintah melalui Jubir Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito resmi menambahkan data target remaja itu. Sehingga total target populasi vaksinasi kini jadi 208.265.720 orang di seluruh Tanah Air.

“Mudah-mudahan cepat divaksinasi semua ya. Sama ini juga, bilangin juga sih sama pak Jokowi, anak-anak bawah 12 tahun semoga bisa segera masuk target vaksinasi juga sih. Saya doain, pak Jokowi. Aamiin!” ujar Amalia Fitriani, warga Langkapura, Bandarlampung, ibu dua anak: Azka Aulia Dyandra Prakasa (10), dan Aisha Aulia Danastri Fitriani (7) ini, berkomentar Jum’at petang.

Patut disyukuri, penambahan target sasaran vaksinasi COVID-19 di Indonesia menjadi 208,2 juta orang dari semula 181,5 juta ini, bukti keseriusan kerja keras pemerintah mengejar capaian ideal-terukur kekebalan kelompok. Target, dibagi beberapa tahapan.

Perinci, tahap pertama vaksinasi COVID-19 untuk tenaga kesehatan sebanyak 1.468.764 orang, berlangsung sejak Januari 2021. Lalu, tahap dua vaksinasi untuk 21.553.118 orang lansia dan 17.327.167 orang petugas publik.
Berikut, tahap tiga untuk masyarakat rentan dan umum sebanyak 141.211.181 orang dan 26.705.490 orang anak-remaja 12-17 tahun.

“Per 22 Juli 2021, sudah 42.868.023 orang atau 20,58 persen dari target vaksinasi yang sudah mendapat dosis pertamanya. Sedang yang sudah lengkap dapat dosis keduanya, 16.713.406 orang atau baru 8,03 persen,” kutipan laman covid19.go.id, diakses Jum’at.

“Jangan tunda, jangan meragu. Segera divaksinasi begitu vaksin tersedia di dekatmu. Vaksin dan 5M adalah cara terbaik memutus mata rantai penyebaran COVID-19,” bersemangat, demi membacanya.

Sebelumnya, di acara live streaming Dialog Produktif Kabar Kamis yang bertajuk “Anak Terlindungi Indonesia Maju” di kanal berbagi video Youtube FMB9ID_IKP kelolaan forum komunikasi-koordinasi lintas kementerian/lembaga, Forum Merdeka Barat, kemarin, Jubir Pemerintah untuk Program Vaksinasi COVID-19, dr Siti Nadia Tarmizi MEpid mengafirmasi bahwa sejauh ini jumlah anak Indonesia yang sudah divaksinasi, 548 ribu.

Adapun sebut Dokter Siti Nadia kemarin, target sasaran kelompok usia 12-17 tahun 2021 ini sebanyak 11,9 juta orang. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan (Kemkes) tersebut memastikan, sebaran pelaksanaan vaksinasi kelompok usia 12-17 tahun guna mewujudkan kekebalan komunal atau ‘herd immunity’ menuju Indonesia Sehat ini telah berada di seluruh provinsi.

Namun tandasnyi, lantaran dinamika dua pekan terakhir terjadi lonjakan kasus cukup tinggi di Jawa-Bali maka 50 persen distribusi vaksin diputuskan fokus dulu di dua teritori.

Lantas, bagaimana dengan non Jawa-Bali? “Sisanya itu kita bagi secara rata ke provinsi lainnya, termasuk alokasi untuk usia remaja tadi,” lugas dokter hijabers alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia 1996 ini.

Sebentar, bagaimana langkah pemerintah kemudian mendapati anak usia 12-17 tahun (SMP-SMA) target vaksinasi di luar daerah status zona hijau masih #belajardarirumah?

Baca Juga:  Lodewijk Jabat Sekjen DPP Golkar

“Langkah percepatan vaksinasi, Kementerian Kesehatan fokus pelaksanaan vaksinasi di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), atau di sekolah masing-masing,” imbuhnyi, memastikan untuk vaksinasi di fasyankes, demi mengantisipasi kemungkinan kendala anak usia 12-17 tahun yang mungkin tidak sedang berada di bangku sekolah.

“Jadi adanya fasilitas pelayanan kesehatan puskesmas, rumah sakit, atau pos vaksinasi ini, memudahkan mereka untuk mengakses layanan tersebut,” sigapnyi. Nantinya, upaya vaksinasi jemput bola di sekolah akan masif.

Membersamai Siti Nadia pada dialog pukul 14.00-15.00 WIB itu, berbicara narasumber lainnya, Spesialis Kebijakan Sosial UNICEF Indonesia Angga D Martha, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Menengah (PAUD Dikdasmen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset Teknologi (Kemdikbudristek), Jumeri, dan Direktur Keluarga, Perempuan, Anak, Pemuda dan Olahraga, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Woro Srihastuti Sulistyaningrum.

Dialog melandasi fakta Peringatan Hari Anak Nasional sejak 2020 menjadi sangat berbeda tahun-tahun sebelumnya. Pandemi COVID-19 yang belum reda, buat peringatan tahun ini masih tak jauh berbeda tahun lalu, tak ada kemeriahan anak, dan canda tawanya.

Tak dapat dipungkiri, anak-anak ini kelompok paling terdampak dari pandemi ini. Mereka mengalami tekanan mental, karena kesulitan untuk bermain di luar seperti di sekolah dan taman-taman bermain, karena rentan tertular virus COVID-19 yang sangat ganas. Belum lagi waktu tersita habis karena harus belajar daring di depan komputer pribadi atau gawai.

Bahasan inti dialog hybrid daring-luring dimoderatori news anchor Daniar Achni di Media Center KPC-PEN itu, bagaimana tips dan upaya menjaga kesehatan dan mental anak dalam situasi serba sulit pandemi.

Ajakan untuk lebih peduli dan memenuhi hak-hak ekonomi sosial budaya anak-anak dengan mengedepankan peran penting keluarga di masa pandemi, salah satunya dapat terwujud dengan beri pendampingan seksama saat anak belajar daring, berikut memastikan anak tetap mendapat imunisasi dan vaksinasi secara penuh atau lengkap.

Pembaca, ikhtiar bersama kinerja bersama ini masih jauh dari kata paripurna, alih-alih dari kalimat sempurna. Kendati demikian, demi membunyikan dan memperjuangkan bakal manifesnya heroisme tanda pagar, #kesehatanpulih, #ekonomibangkit, ataupun #anakterlindungiindonesiamaju, tak cukup bijak rasanya apabila kemudian kita hanya sedih meratap dan berpangku tangan.

Selain sadar dan sabar, harus tetap hidup, melanjutkan penghidupan dan kehidupan, karenanya tepat bila kini semakin banyak orang yang tetap bertahan sekaligus bangkit, memugar kembali kepingan optimisme, dan tetap terus bersemangat! Vaksinasi? Yes!

Namun, jangan bereuforia berlebihan dulu. Total vaksinasi COVID-19 dosis lengkap hingga baru mencapai angka tujuh persen? Soal itu benar demikianlah adanya. Siti Nadia mengakui, berdasar laporan harian vaksinasi hingga 21 Juli 2021, baru 16,9 juta orang setara tujuh persen, total angka warga RI penerima dua dosis vaksin (dosis lengkap).

Jumlah penerima dosis pertama 43, 3 juta orang (15 persen). Dibutuhkan paling tidak 181,5 juta orang Indonesia penerima dosis lengkap, ditambah masuknya kelompok usia 12-17 tahun sebagai target sasaran terbaru, “Ini yang harus kita kejar dalam waktu tujuh bulan ini (Juli 2021 hingga Januari 2022) untuk kemudian setidaknya 90 persen dari target kita awal 181,5 juta tapi kemudian ini bertambah,” buncah Siti Nadia, impresif.

Upaya pemerintah lebih keras mencapai herd immunity sepanjang tahun ini, dari memperbanyak pos-pos sentra vaksinasi multipola, hingga meningkatkan derajat kecepatan vaksinasi di tiap pos vaksinasi.
Keduanya dibarengi peningkatan kapasitas sinergi-kolaborasi dapam penyediaan sentra vaksinasi dan dalam eksekusi di lapangan.

Baca Juga:  Satu Keluarga Makin Merana Karena Corona

Meski banyak pula diakui, masih banyak carut-marut, coreng-moreng menyertai, dengan tidak ahistoris, belajar dari guru terbaik –pengalaman Indonesia sejak kenal imunisasi tahun 1954 silam, seizin Tuhan purwarupa serbaneka kendala menyertai diyakini makin hari akan kian terurai teratasi.

Sementara, bicara di forum virtual puncak peringatan Hari Anak Nasional 2021, Menteri PPPA (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), Bintang Puspayoga, menggarisbawahi pesan, peringatan Hari Anak kali ini dapat menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat Indonesia, bahwa kita takkan pernah mencapai Indonesia yang maju tanpa melindungi anak-anak kita.

“Bunda juga berharap anak-anak dapat termotivasi untuk tidak kalah dengan pandemi. Anak-anak Indonesia tetap semangat untuk belajar dan berkarya, serta memiliki kepedulian untuk saling menjaga. Menjaga diri, menjaga keluarga, menjaga teman-teman, dan menjaga Indonesia,” ujar bijak Menteri Bintang.

Sudut lain, media sosial Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) menyebut, Hari Anak adalah hari penghargaan. “Setiap tanggal 23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional. Hari Anak adalah hari penghargaan sebesar-besarnya buat mempersiapkan generasi penerus perjuangan bangsa,” unggah DJSN.

“Suasana pandemi boleh saja membatasi gerak anak Indonesia, Namun jangan sampai menyurutkan semangat anak Indonesia untuk selalu berkarya. Selamat Hari Anak untuk seluruh Anak Indonesia,” tulis DJSN disertai tagar #anakpedulidimasapandemi
dan #anakterlindungiindonesiamaju itu.

Di Bandarlampung, Ketua Yayasan Alfian Husin –pengampu belasan institusi entitas antara lain SD Islam Pelangi, SD-SMP-SMA Darma Bangsa, IIB Darmajaya, RSIA Belleza Kedaton, dan Pondok Pesantren Modern Annida Jati Agung Lampung Selatan, Dr Andi Desfiandi Alfian, unggahan media sosialnya berselancar takzim doa.

“Tabik pun! Semoga Hari Anak Nasional dapat menjadi inspirasi bagi orang tua untuk memberikan hak serta pendidikan terbaik untuk anak. Kita sebagai orangtua Inshaallah dapat memberikan kehidupan yang layak dan nyaman serta pendidikan yang terbaik di masa pandemi ini. Kita Bisa! Selamat Hari Anak Nasional 2021,” khatur Andi Desfiandi, ayah empat orang anak ini.

Dari Bumi Andan Jejama, anggota DPRD Kabupaten Pesawaran, yang juga Sekretaris DPC Partai Gerindra setempat, Lenida Putri, sekaligus ibu dua anak, menyorong penting kebutuhan gizi bagi anak Indonesia.

“Selamat Hari Anak Nasional. Mari penuhi kebutuhan gizi anak kita agar menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas dan berdaya saing tinggi. Yuk lindungi kesehatan anak-anak kita, upgrade imunitas tubuhnya dengan makanan bergizi tinggi,” larung legislator hijabers dapil II Kecamatan Negerikaton dan Tegineneng ini, alumnus Ilmu Pemerintahan FISIP Unila 1997.

Ibu dua putri kembar, notaris Elty Yunani tak luput menggaung ajakan agar para orangtua mendidik buah hatinya dengan cara yang menyenangkan. “Mari kita bimbing anak-anak dengan cara yang menyenangkan, agar anak-anak Indonesia tumbuh menjadi anak-anak yang cerdas, beretika dan berbudi luhur kelak. Anak-anak Indonesia merupakan harapan masa depan bangsa. Selamat Hari Anak Nasional 2021,” ujar Elty, Jum’at pagi.

Pun Jum’at pagi, dari Bumi Beguai Jejama, Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, sama mengingatkan. “Besar kecilnya suatu bangsa di masa depan, bergantung pada karakter anak-anak penerus bangsanya. Selamat Hari Anak Nasional 2021. Anak Terlindungi, Indonesia Maju,” ujar dia, yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Lampung Barat, anak petani kopi.

Anak-anak Indonesia, Selamat Hari Anak ya!

 

Reporter : SUL/Muzzamil

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top