Pendapat

Pancasila di Era Digital

Misbahul Munir (ist)

Oleh Misbahul Munir

Sekjen Kaukus Penulis Aliansi Kebangsaan

 

PEMERINTAHAN Jokowi-JK telah resmi membentuk Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP Pancasila). Unit kerja presiden ini disahkan pada Juni 2017 lalu dengan mengangkat Yudi Latif sebagai kepala UKP Pancasila dengan dibantu oleh beberapa tokoh sepuh bangsa sebagai penasehat. UKP Pancasila merupakan lembaga non struktural yang berada di bawah presiden. Dengan demikian, lembaga ini bertanggung jawab langsung kepada presiden.

Setelah resmi dilantik dan mulai aktif bekerja pada Juli lalu, UKP Pancasila telah menyelenggarakan beberapa kegiatan. Setidaknya ada tiga kegiatas besar yang disorot oleh media. Pertama, UKP Pancasila memberikan penghargaan kepada kementrian dan lembaga negara atas suksesnya manajemen lebaran 2017. Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama bahwa di negara kita, penduduknya adalah mayoritas sebagai umat Muslim, maka setiap tahunnya akan merayakan hari raya idul fitri. Pada saat perayaan hari raya ini, banyak terjadi momen-momen besar seperti mudik lebaran dan pembelian bahan-bahan yang digunakan dalam merayakan lebaran secara besar-besaran.

Momentum Lebaran merupakan momen yang besar dan harus dimanajemen dengan baik oleh pemerintah. Dan pada tahun 2017, pemerintah, yang dalam hal ini dilakukan oleh kementrian dan lembaga negara terkait, dinilai telah sukses dalam mengatur jalannya segala kegiatan yang ada pada perayaan lebaran dari awal hingga akhir. Dengan demikian mereka perlu diberi apresiasi.

Baca Juga:  Menepuk Opini Pilgub Lampung, Terpercik Ke Muka Sendiri

Kedua, UKP Pancasila telah menyelenggarakan kegiatan peluncuran program penguatan pendidikan Pancasila pada pertengahan Agustus lalu bertempat di Istana Kepresidenan Bogor. Acara ini dibuka secara langsung oleh Presiden Joko Widodo. Perserta di acara ini merupakan para pelajar, mahasiswa, guru dan bahkan dosen dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Lebih dari 500 peserta yang ikut memeriahkan acara ini.

Ketiga, UKP Pancasila menyelenggarakan Festival Apresiasi Indonesia dan Pagelaran Pancasila Gemilang. Acara ini diselenggarakan pada akhir Agustus lalu, dengan memberikan apresiasi berupa penghargaan bagi para pihak-pihak, baik perseorangan individu maupun kelompok, yang dinilai berprestasi atau memberikan kemanfaatan kepada orang banyak sehingga mampu menebarkan inspirasi bagi orang disekelilingnya. Lebih dari 70 pihak, baik individu perseorangan maupun kelompok yang mendapatkan penghargaan pada acara ini.

Tugas UKP Pancasila ke depannya masih sangatlah panjang. Jika kita bertanya, apakah ada perubahan yang signifikan di bangsa ini setelah terbentuknya lembaga ini? Tentu saja belum. Sebab lembaga ini baru seumur jagung, atau bahkan mungkin belum ada. Mari kita tunggu saja bagaimana progres dan kinerja lembaga ini dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur Pancasila ditengah-tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam menjalankan tugas menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila, UKP Pancasila juga harus mengikuti perkembangan zaman. Tidak terpatok pada cara-cara konvensional yang terkesan kaku dan menjemukan. Salah satu perkembangan zaman kita saat ini, di mana kemajuan teknologi informasi dan komunikasi sudah sangat luar biasa. Kita bisa dengan mudah mendapatkan informasi dari berbagai wilayah yang jaraknya sangatlah jauh dengan kita. Kehidupan kita saat ini tidaklah hanya berada di dunia nyata, melainkan juga berada pada dunia maya. Dunia maya inilah yang saat ini kita sebut dengan kehidupan di media sosial. Dan UKP Pancasila juga harus mengikuti perkembangan zaman ini, yaitu perkembangan di kehidupan maya atau di media sosial.

Baca Juga:  Merawat Pancasila

Pengguna media sosial di Indonesia sangatlah banyak. Bahkan setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Tidak hanya para kaula muda saja, melainkan para orang tua, bahkan anak-anak juga sudah banyak yang menjadi pengguna media sosial secara aktif.

Berdasarkan data dari APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), jumlah pengguna internet di Indonesia pada tahun 2016 mencapai 132,7 juta user atau setara dengan 51,5% dari total jumlah penduduk Indonesia. Jumlah total penduduk Indonesia sebesar 256,2 juta jiwa. Artinya, lebih dari setengah dari penduduk negara kita adalah pengguna internet. Dari banyaknya penggunaan internet ini, yang paling aktif mereka gunakan adalah untu bermedia sosial.

Jika kita melihat paparan data pengguna Internet Indonesia di atas, maka keadaan ini juga harus bisa dimanfaatkan oleh UKP Pancasila dalam mengkampanyekan nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat luas. Terlebih pengguna internet yang paling banyak adalah berasal dari kalangan muda kita. Maka, UKP Pancasila juga harus bisa menggunakan media sosial dalam nenyasar kaum muda tersebut. Harus lebih aktif dalam menyebarkan konen-konten yang mengandung ajaran nilai-nilai Pancasila yang mempunyai nilai positif.

Baca Juga:  Rezeki Semanis Madu, Lestari Semakin Dirindu

Melalui media sosial, UKP Pancasila bisa dengan lebih mudah dalam menyebarkan nilai-nilai luhur Pancasila. Cara ini menurut saya merupakan cara yang lebih efektif dan efisien. Sebab, dalam berkampanye Pancasila di media sosial, tak membutuhkan anggaran yang banyak. Tak perlu pergi, ke daerah-daerah, menyelenggarakan seminar atau penataran-penataran dengan menginap di hotel selama berhari-hari dengan biaya puluhan juta rupiah. Cukup dengan membuat tulisan-tulisan, gambar-gambar atau video-video yang berdurasi pendek, lalu dengan mudah bisa kita sebarkan di dunia maya atau di media sosial kita.

Akhirnya, menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila ke tengah kehidupan bengsa dan bernegara bukanlah tugas yang enteng, namun itu harus dilaksanakan oleh UKP Pancasila. Dalam menjalankan tugas berat tersebut, UKP harus mampu mengenali dan mengikuti perkembangan zaman. Terlebih untuk saat ini, kemajuan teknologi membuat kita harus bisa mengikuti kehidupan di media sosial. Begitu juga dengan UKP Pancasila. UKP Pancasila harus aktif di media sosial. []

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top