Iklan
Modus

PAN Lampung Beri Pendampingan Hukum Kasus OTT Bupati Lampung Selatan

Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan/Net

BANDAR LAMPUNG – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Lampung, mengirim utusan ke Polda untuk memastikan beredarnya kabar dua petinggi partai berlambang matahari terbit itu terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantas Korupsi (KPK).

“Kami kesini (Polda) Lampung atas perintah partai untuk memastikan dan mengadvokasi Ketua DPW PAN Lampung, Zainudin Hasan dan Ketua Fraksi PAN DPRD Provinsi Lampung, Agus Bhakti Nugroho, yang menurut informasi telah diamankan oleh KPK tadi malam,” kata Wakil Ketua bidang hukum dan HAM, Ali Buto saat diwawancarai awak media di lingkungan Polda Lampung sekitar pukul 09.00 WIB, Jumat (27/7).

Baca Juga:  Takut Razia Pengendara Saling Bertabrakan, 200 Pengendara Ditindak

Pihaknya saat ini belum mengetahui secara pasti kebenaran atas kabar tersebut, baik lokasi dan alat bukti saat terjadinya aksi penangkapan tersebut. Bahkan, hingga pukul 09.00 WIB, pihaknya belum diperbolehkan bertemu dengan dua petinggi DPW PAN Lampung untuk mengkonfirmasi kabar tersebut.

“Kami kesini untuk mengkonfirmasi kabar tersebut, tetapi saat ini kami belum diizinkan bertemu. Karena berdasarkan informasi dari teman-teman Polda hasil koordinasi dari KPK belum boleh menemui para petinggi PAN ini. Kami tidak mempunyai wewenang silahkan koordinasi dengan KPK,” ungkapnya.

Oleh karena itu, jika kabar tersebut benar adanya, maka partai berlambang matahari terbit ini akan mengambil sikap membela Zainudin Hasan Bupati Lampung Selatan, dan Agus BN untuk mendapat hak keadilan.

Baca Juga:  Polda Lampung Ubah 8 Nama Polsek

“Sikap partai akan membela untuk mendapat hak keadilan, kalau perlu pendampingan hukum,” paparnya.

Selain itu, Direktur Pusat Layanan Hukum Matahari DPW PAN Lampung ini menjelaskan bahwa pihaknya sudah tidak bisa menghubungi telepon seluler milik adik kandung Ketua MPR RI dan Agus BN sejak pukul 03.00 WIB pagi.

“Dari tadi malam sekitar pukul 03.00 WIB pagi tidak bisa dihubungi lagi,”ujarnya.(AR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top