Modus

Palsukan AJB, Anggota DPRD Lampung Selatan Ini Masuk Bui

Ist

LAMPUNGSELATAN – Anggota DPRD Lampung Selatan, Sugianto (65), bersama empat rekan lainnya melakukan penyerobotan lahan dan pemalsuan dokumen Akta Jual Beli (AJB) tanah seluas 8,5 hektare di Desa Jatimulyo, Lampung Selatan (Lamsel).

Empat rekan Sugianto adalah Djumino (72) mantan Sekretaris Desa Jatimulyo, Serjio (65) pensiunan PNS, Sumarno (65), dan Jumadi (60).

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Tanjungkarang, tiga majelis hakim Pastra Joseph, Mansur B, dan Sahriyadami menyatakan kelima terdakwa terbukti bersalah.

“Berdasarkan fakta-fakta persidangan, kami majelis hakim berpendapat bahwa perbuatan para terdakwa itu terbukti bersalah,” ujar salah satu majelis hakim, Mansur, Senin (22/1).

Walaupun para terdakwa sudah terbukti bersalah, namun majelis hakim hanya memvonis kelimanya dengan hukuman percobaan.

“Para terdakwa divonis hukuman satu tahun penjara dengan dua tahun masa percobaan,” jelasnya.

Majelis hakim beralasan, kalau hukuman penjara tidaklah layak diberikan terhadap para terdakwa yang sudah lanjut usia.

Baca Juga:  Oknum Pegawai Lapas Asik Konsumsi Narkoba Bersama Perempuan

“Cuma kami berpendapat, tidak layak orang-orang tua itu mau dikurung lama-lama. Jadi cukup saja mereka dinyatakan bersalah dan dipidana percobaan,” ucapnya.

Alasan lain majelis memberi hukuman percobaan, menurut Mansur juga lantaran para terdakwa sudah sakit-sakitan. “Salah satunya mereka sudah sakit-sakitan. Umur mereka juga sudah kisaran 70 tahunan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ratmadi Saptondo menuntut para terdakwa dengan hukuman dua tahun penjara.

Dalam dakwaannya, Ratmadi Saptondo menjelaskan bahwa kelima terdakwa telah melakukan dan menyuruh melakukan atau turut serta melakukan perbuatan melawan hukum dengan membuat surat palsu atau memalsukan surat tanah (AJB) yang menimbulkan kerugian pihak penggarap lahan (pemilik lahan).

“Kelima terdakwa itu, membuat dokumen palsu (AJB_red) atas nama mereka berlima, dengan maksud agar lahan seluas 8,5 hektare yang berada di Dusun V Jatisari, Desa Jatimulyo, Kecamatan Jatiagung, Lampung Selatan tersebut seolah-olah milik mereka sehingga mereka mendapatkan ganti rugi dari pembangunan Jalan Tol Sumatera,” jelasnya.

Baca Juga:  Polda dan Dinsos Bandar Lampung Beri Penanganan Korban Penculikan Antar Provinsi

“Hal itu dilakukan terdakwa dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut, seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsukan,” jelas JPU.

Padahal, pemilik sah lahan (penggarap lahan_red) tersebut yaitu Paiman, Agus Kusmanto, Misro, Sajam, Toiri, Sribuan, Sutrisno, Paing, Sriwahyuningsih, Samsudin Edeng, Senen dan M Syarifudin yang merupakan warga setempat.

Para pemilik lahan tersebut sudah menggarap lahan itu dari tahun 1965 lalu hingga saat ini.

“Tanah itu sudah digarap oleh mereka secara turun temurun. Sesuai dengan Undang-Undang Agrarian Nomor 5 Tahun 1960, tanah tersebut kepemilikannya sah milik penggarap lahan,” ungkap JPU.

Pembuatan AJB yang dilakukan para terdakwa tersebut juga tanpa diketahui oleh penggarap lahan negara.

“Ternyata, setelah diselidiki oleh petugas kepolisan, surat AJB tersebut adalah tidak sah penerbitannya karena dibuat tanpa sepengetahuan penggarap lahan dan tidak dilakukan pengukuran. Diterbitkan secara sepihak,” jelasnya.

Baca Juga:  Rakata Institute Bisa Dipidana Hingga Denda 500 Juta

Mereka melakukan hal tersebut, lantaran lahan seluas 8,5 hektare itu dilewati oleh pembangunan Jalan Tol Sumatera sehingga yang memiliki lahan tersebut akan mendapatkan ganti rugi sekira Rp17 miliar.

“Kelima terdakwa terbukti melanggar Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP junto Pasal 263 ayat 1 KUHP tentang pemalsuan dokumen. Akibat perbuatan terdakwa, para pemilik lahan mengalami kerugian tidak mendapat ganti rugi pembangunan jalan tol senilai Rp17 miliar,” ungkapnya.(*/HM)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top