Pendidikan

Palestina Jajaki Kerjasama Dengan Universitas Lampung

Duta Besar Negara Palestina untuk Indonesia H.E. Zuhair SM. Al Shun, bersama Rektor Unila Prof. Hasriadi Mat Akin/Net

BANDAR LAMPUNG – Palestina jajaki peluang kerja sama dengan Universitas Lampung (Unila) di bidang pendidikan. Penjajakan kerja sama itu dibahas saat Duta Besar Negara Palestina untuk Indonesia H.E. Zuhair SM. Al Shun, berkunjung Unila, pekan lalu.

Delegasi Palestina saat itu diterima langsung oleh Rektor Unila Prof. Hasriadi Mat Akin di ruang kerjanya. Pada kunjungan tersebut Zuhair menyampaikan, pemerintah Palestina mendorong para pelajar untuk bisa melanjutkan studi di berbagai Perguruan Tinggi, termasuk Indonesia.

Hingga saat ini, kata dia, sejumlah pelajar Palestina tercatat sebagai mahasiswa di beberapa fakultas di universitas di Pulau Jawa. Zuhair berharap, Unila bisa menyediakan beasiswa bagi pemuda-pemuda Palestina untuk dapat melanjutkan ke pendidikan tinggi.

Baca Juga:  SMA/SMK se-Lampung Ditargetkan Ikut UNBK

Menindaklanjuti hal itu, Rektor Unila Prof. Hasriadi Mat Akin segera melakukan rapat koordinasi dengan seluruh dekan di ruang kerjanya, Senin (21/5).

Pertemuan itu dihadiri Dekan FISIP Dr. Syarief Makhya, Dekan FK Dr. Muhartono, Dekan FEB Prof. Satria Bangsawan, Dekan FMIPA Prof. Warsito, Kepala UPT PKLI Prof. Cipta Ginting, dan Wakil Rektor Bidang PK-TIK Prof. Mahatma Kufepaksi.

Dalam agenda tersebut Rektor menyimpulkan, Universitas Lampung akan menyiapkan bantuan beasiswa untuk 10 calon mahasiswa asal Palestina.

Ia pun mengungkapkan, pengalokasian program beasiswa ini dilatar belakangi kondisi sosial ekonomi yang sulit di Palestina, sehingga banyak pelajar yang tidak mampu melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi.

Baca Juga:  Pemkab Lambar Kembangkan Minat Bakat Usia Dini

Hasriadi berharap, dengan tersalurkannya program beasiswa ini, masyarakat Palestina tetap mendapatkan haknya untuk mengenyam pendidikan yang layak dan bisa mengembangkan potensi-potensi sumber daya manusianya.

“Palestina merupakan daerah konflik, kita sebagai negara muslim harus ikut bantu memikirkan. Mungkin kita akan samakan seperti penerima beasiswa PMPAP. Hal ini juga bisa bermanfaat untuk mahasiswa kita belajar Bahasa Inggris,” pungkasnya.(RD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top