Bandar Lampung

Pak Kapolda Lampung, Tolong Dong Perintahkan Ditlantas untuk Tindak dan Hentikan Kegiatan Sunmori

Pak Kapolda, Tolong Dong Suruh Ditlantas untuk Tindak dan Hentikan Kegiatan Sunmori di Lampung
 Pak Kapolda, Tolong Dong Suruh Ditlantas untuk Tindak dan Hentikan Kegiatan Sunmori di Lampung

Markas Polda Lampung. Foto: Istimewa.

Suluh.co – Direktorat Lalu Lintas pada Polda Lampung didesak segera menindak dan menghentikan kegiatan Sunday Morning Riding disingkat Sunmori alias jalan-jalan dengan sepeda motor di minggu pagi.

Poin di atas meluncur dari Ketua Lampung Police Watch atau LPW, M.D Rizani dalam keterangannya kepada reporter Suluh.co, Minggu malam, 31 Januari 2021.

Kegiatan Sunmori ini dinilai telah meresahkan masyarakat di Kota Bandar Lampung khususnya pengguna jalan. Sebab, ungkap Rizani, proses kegiatan tersebut menimbulkan polusi suara diakibatkan penggunaan knalpot tidak standar.

“LPW mendesak Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung untuk menghentikan SUNMORI [Sunday Morning Riding]. Kita minta dan mohon agar Kapolda Lampung turut memperhatikan hal ini.

Baca Juga:  Bus Bantuan Kemenhub Layani Rute Panjang-Telukbetung-Rajabasa

Ini bukan lagi komunitas hobby, tapi sudah arogan dan meresahkan pengguna jalan [mempergunakan knalpot tidak standar, berbanjar dua dijalanan, menggeber gas melampaui RPM yang diperkenankan, kebut-kebut-kebutan],” beber Rizani.

Menurut Rizani, dari informasi yang LPW terima, pada pelaksanaan kegiatan tersebut nyatanya disebut-sebut telah menimbulkan korban jiwa.

“Bahkan info yang kami dapat, sudah ada beberapa korban meninggal dunia dan sudah merambah ke balap motor liar,” tutur dia.

LPW mendapat aduan dari masyarakat, bahwa kegiatan Sunmori itu sejatinya telah membuat jengkel klub motor lainnya.

Rizani tak menyebut secara presisi apa nama klub motor yang jengkel, namun demikian perbuatan dan tingkah laku dari pelaksanaan kegiatan Sunmori tersebut telah berimbas kepada kegiatan yang kegiatannya menggunakan sepeda motor.

Baca Juga:  Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan 16 Kg Ganja Asal Medan

“Beberapa club motor yang eksis juga sudah mulai geram. Karena terimbas stigma masyarakat yang menyamaratakan perilaku mereka di jalan dengan anggota motor yang ada. Yang LPW khawatirkan akan timbul kericuhan di jalan dengan anggota club-club motor resmi yang kesal dengan mereka,” imbuh Rizani.

Rizani mengkritik pelaksanaan penanganan Covid-19 yang pada dasarnya Pemerintah meminta masyarakat untuk menghingdari kegiatan-kegiatan yang potensi mengumpulkan massa dan tidak menerapkan protokol kesehatan.

“Terkait juga di masa pandemi Covid-19 yang melarang untuk melakukan kerumunan atau kegiatan yang tidak manfaat, tapi ironisnya Sunmori ini tidak menjadi perhatian Satgas Covid-19 di Lampung,” tutupnya.

Reporter: Ricardo Hutabarat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top