Ekonomi

Orang Garut Dagang Bendera di Lampung

Pedagang bendera musiman asal Garut, Jawa Barat/JO/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Memperingati HUT RI ke-74, sejumlah pedagang musiman asal Garut, Jawa Barat, menjajakan bendera merah putih dan umbul – umbul warna – warni  di seputaran Kota Bandar Lampung.

Bendera merah putih yang dijual terdiri dari berbagai ukuran, mulai dari ukuran terkecil untuk kendaraan bermotor hingga untuk perkantoran, harganya pun bervariasi.

Pria asal Garut, Ridwan, mengadu peruntungan dengan berdagang bendera dan umbul – umbul di Bandar Lampung. Pekerjaan ini telah ditekuninya selama 11 tahun.

Pria kelahiran 41 tahun silam ini membawa serta sebelas karyawannya yang berjualan bendera di sebelas ruas jalan. Mereka tinggal di Jalan Jenderal Sudirman, Pahoman, tepat di depan Kantor ACT Lampung.

Baca Juga:  Mulai 25 November, Maskapai TransNusa Buka Rute Lampung-Majalengka

Tidak hanya bendera dan umbul – umbul saja, Ridwan juga meyediakan bambu sebagai tiang bendera. Setiap tahunnya, Ridwan menerima 300 batang bambu dari rekan bisnisnya di Kemiling.

Bendera dan umbul – umbul yang dibawa dari Garut juga terbilang banyak, 20 ribu potong dengan nilai Rp50 juta. Ridwan mulai berjualan sejak 28 Juli lalu hingga 19 agustus mendatang.

“Sembilan hari menjelang 17 Agustus, omset hasil penjualan bendera dan umbul – umbul masih sepi. Hanya ada satu dua pembeli yang datang. Dan setiap tahunnya, selama 11 tahun berdagang bendera musiman, omset penjualan terus menurun,” kata Ridwan, saat ditemui, Kamis (8/8).

Menurut Ridwan, turunnya animo masyarakat membeli bendera karena faktor ekonomi, dimana perayaan kemerdekaan tahun ini berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, serta pendaftaran siswa untuk tahun pengajaran baru.

Baca Juga:  Dicintai Rakyatnya, Ribuan Warga Ikut Buka Puasa Bersama Ridho Ficardo

Ridwan menekuni pekerjaannya sebagai pedagang bendera musiman hingga ke beberapa kota besar di Jawa seperti Surabaya, Semarang dan Sukabumi.

Pria yang sehari-harinya bekerja serabutan di kampung asalnya ini mengaku, lebih senang berjualan di Kota Bandar Lampung karena aman, walau sesekali petugas Satpol PP mengingatkan dirinya untuk tetap menjaga kebersihan.(JO)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top