Bandar Lampung

Omnibus Law Berpotensi Hapus Upah Minimum Hingga Masuknya TKA

LBH Bandar Lampung, menggelar diskusi terkait omnibus law atau Undang Undang Sapu Jagat yang salah satunya rancangan UU Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka/Suluh/JOS

BANDAR LAMPUNG – LBH Bandar Lampung, menggelar diskusi terkait omnibus law atau Undang Undang Sapu Jagat yang salah satunya rancangan UU Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka.

Diskusi ini membentuk pemahaman bersama tentang dampak yang ditimbulkan dari omnibus law atau undang undang sapu jagat.

Saat ini pemerintah dan DPR membahas rancangan undang undang tersebut karena dinilai mampu mengembangkan UMKM dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Pemerintah menginisiasi omnibus law untuk memangkas regulasi yang berbelit belit dan tumpang tindih.

Omnibus law terdiri atas dua undang undang besar yakni undang undang cilaka dan undang undang perpajakan.

Baca Juga:  Es Mencair, Wahana Salju di Pekan Raya Lampung Batal

Akademisi Hukum Tata Negara Universitas Malahayati, Tubagus M. Nasarudin, menilai terdapat potensi ancaman terhadap stabilitas pekerja jika rancangan undang undang cilaka diberlakukan.

“Potensi tersebut di antaranya menghapus upah minimum dan pesangon, perluasan tenaga kerja kontrak, memberikan peluang lebih besar masuknya tenaga kerja asing,” jelas Tubagus, kemarin.

Kemudian hilangnya jaminan sosial tenaga kerja dan penghapusan sanksi pidana bagi pengusaha.

Jaringan masyarakat sipil Lampung yang terdiri atas LBH Bandar Lampung, AJI Bandar Lampung, Ombudsman serta serikat buruh dan elemen mahasiswa menilai pembahasan rancangan undang undang cilaka cacat prosedural.

Penyusunan rancangan undang undang cilaka tidak mengikuti tahapan sebagaimana diatur dalam pasal pembentukan perundang-undangan, khususnya partisipasi masyarakat.

Baca Juga:  Omnibus Law

Ketua LBH Bandar Lampung, Candramuliawan, menilai omnibus lawa tidak sesuai dengan dasar hukum formal di Indonesia.(JOS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top