Modus

Oknum Pegawai BPN Lampung Tipu Nenek 70 Tahun

Oknum oknum BPN Provinsi Lampun/Ilustrasi

BANDAR LAMPUNG – Eko Irianto, oknum pegawai BPN Provinsi Lampung, harus duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjung Karang, lantaran perkara penipuan yang ia lakukan terhadap seorang nenek  yang telah memberikannya uang senilai Rp150 juta untuk pembuatan sertifikat hak milik dari sebidang tanah seluas 1 hektare lebih.

Sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Masyur ini, beragendakan mendengarkan keterangan saksi yang turut dihadirkan sebanyak 3 orang saksi, dan diantaranya terdapat saksi korban yang bernama Arbaya, kemarin.

Diketahui, pertemuan terdakwa dengan nenek 70 tahun tersebut, berawal pada saat ia ingin menjual tanah miliknya. Pada saat itu tanahnya hanya berstatus surat girik, sehingga ia menginginkan adanya Sertifikat Hak Milik agar harga jual tanahnya pun akan meningkat.

Baca Juga:  Hadapi SS Lampung FC, Persilab Targetkan Curi Poin

Saat itu pula seorang koleganya memberikan informasi bahwa ada kenalannya yang dapat memenuhi keinginannya, sehingga pertemuan ia dengan terdakwa pun terjadi. Hingga terdakwa pun menyanggupi keinginan Arbaya dengan permintaan biaya awal sebesar Rp50 juta.

Eko Irianto, dalam rentan satu tahun terus menerus meminta tambahan biaya untuk memperlancar pembuatan sertifikat tersebut, hingga pada bulan September, ia meminta kepada korban kembali uang sebesar Rp50 juta yang ia terima di sebuah rumah makan di wilayah Way Halim, Bandar Lampung. Dan pada akhirnya ia pun tertangkap tangan oleh tim saber pungli Polda Lampung.

Dalam dakwaannya, terdakwa didakwa dengan pidana sesuai dengan pasal 12 huruf e UU RI Nomor 20 tahun 2001, tentang perubahan atas UU Nomor 91 tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Baca Juga:  Aksi Koboy Polersta Bandarlampung Tewaskan Curanmor

Dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun kurungan penjara dan sementara sidang lanjutan akan digelar Minggu depan, dengan agenda yang masih mendengarkan keterangan saksi.(TN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top