Politik

Nyimas Putri Bantah Permalukan Zulkifli Hasan

Nyimas G. Putri/Ist

BANDARLAMPUNG, – Politikus wanita Lampung, Nyimas G.Putri membantah telah mempermalukan Zulkifli Hasan sebagai ketua umum DPP PAN. Karena memiliki cara pandang berbeda dalam menentukan dukungan calon gubernur – wakil gubernur pada pilgub 27 Juni 2018 lalu.

“ Tidak mungkin saya mempermalukan pak Zulkifli Hasan. Karena beliau (Zulkifli) yang mengajak saya untuk bergabung di PAN. Tetapi sebagai politikus, menurut saya boleh saja kita mempunyai pandangan berbeda dengan partai, khususnya DPP. Karena setiap manusia mempunyai hati nurani dalam menentukan pilihan. Apalagi dalan konteks ini untuk memilih seorang kepala daerah yang sangat menentukan maju atau tidaknya daerah tersebut dalam kurun waktu lima tahun mendatang,” kata Nyimas, Rabu (7/3).

“Buktinya selain saya juga ada kader partai yang bersebrangan secara terang-terangan mendukung dan akan berjuang memenangkan M.Ridho Ficardo – Bachtiar Basri di pilgub,” tegas isteri dari Dr. dr. H. M. Syafei Hamzah ini.

Baca Juga:  Lampung Tengah Torehkan Hasil Pelanggaran Pilgub Terbanyak

Semestinya, sambung wanita berhijab ini, DPP PAN bisa mengkaji atau mengevaluasi kembali keputusan untuk mengusung salah satu pasangan calon gubernur – wakil gubernur jika ada kader yang bersebrangan.

“ Meskipun semua memiliki cara pandang berbeda. Tetapi tidak ada salahnya perbedaan itu kita coba untuk disamakan melalui komunikasi,” sindirnya.

Selain itu, Ia mempertanyakan sikap partai yang seakan tidak memiliki komitmen pasti dalam mengusung salah satu pasangan calon gubernur –wakil gubernur yang akan berlaga di ajang pesta demokrasi lima tahunan tingkat provinsi tersebut.

Kemudian, setalah DPP PAN mengeluarkan rekomendasi untuk pasangan calon nomor urut tiga, tersiar kabar bahwa partai berlambang matahari terbit ini akan menarik dukungan dari Arinal Djunaidi ke petahana M.Ridho Ficardo. Karena diindikasi PAN merasa tidak pernah diajak berkoordinasi bersama Golkar dalam menentukan calon wakil gubernur yang akan mendampinginya tersebut.

Baca Juga:  Ketua Tim Pemenangan : Tidak Benar Kampanye Arinal di Menggala Dibubarkan

“ Kalau memang kabar itu benar, masa iya  karena hanya karena salah satu kader tidak jadi berpasangan dengan M.Ridho Ficardo. Lantas partai tidak jadi mengalihkan usungan ke calon lainnya. padahal kita juga seolah tidak dianggap dengan tiba-tiba muncul pemberitaan si A berpasangan dengan si B di DPP partai sebelah. Lalu apa yang menjadi landasan mereka dalam menentukan pilihan,” ucapnya.

Ia berharap, politikus Lampung dapat bersama-sama memperjuangkan hati nurani dalam menentukan dukungan ke salah satu pasangan calon gubernur –wakil gubernur di pilgub 2018.

“jadi jangan sampai ada yang saling menjelek-jelekan satu sama lainnya, jika tidak mengetahui permasalahannya dari awal. Karena nantinya masyarakat akan menertawakan kita,” pungkas isteri Plt Direktur RSUAM tahun 2013 ini. (AR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top