Ekonomi

NU Mart Yasmida Ambarawa Pringsewu, Gerai Kedua Usai NU Mart Ponpes Al Hikmah Kedaton Bandarlampung

NU Mart Yasmida Ambarawa Pringsewu, Jl Utara 5, Ambarawa Pringsewu, kelolaan Ponpes Yasmida asuhan KH Sobri Dinal Mustofa, inisiasi pemrakarsa NU Mart, Mustofa Endi Saputra Hasibuan, dibuka untuk umum, Jumat 5 Maret 2021. | Foto: Kolase Collage Maker/Mustofa Endi Saputra Hasibuan

Suluh.co — Nahdlatul Ulama Mart, atau per jenama dipopulerkan dengan sebutan NU Mart, kini hadir memenuhi kebutuhan pokok konsumsi rumah tangga santriwan-santriwati serta pengasuh dan orangtua santri pengunjung di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Yasmida, Jl Utara 5, Ambarawa, Kabupaten Pringsewu.

NU Mart Yasmida, demikian selanjutnya gerai ini dinamakan, resmi dibuka untuk umum di ponpes berkapasitas siswa jenjang Taman Kanak Kanak hingga SLTA sebanyak 2.500 santri itu, mulai Jumat 5 Maret 2021.

Pengasuh ponpes, KH Sobri Dinal Mustofa, yang juga Wakil Rais Syuriah Pengurus Cabang NU (PCNU) Kabupaten Pringsewu, me-launch NU Mart Yasmida bersama sang inisiator NU Mart, Mustofa Endi Saputra Hasibuan, yang juga sekretaris Lembaga Perekonomian NU (LPNU) Lampung.

Mustofa Endi Saputra Hasibuan, mantan Direktur Operasional PT Bank Lampung 2015-2018 dan mantan Sekretaris DPD Bravo Lima Lampung 2018-2019, dalam kesempatan ngobrol santai sekejab di sela peresmian pembukaan cabang ke-13 RM Minang Indah, Jl ZA Pagar Alam 41, Gedong Meneng, Rajabasa, Bandarlampung, Kamis (4/3/2021) menerangkan, ini gerai kedua.

Baca Juga:  IMM Sebut Penghargaan Kabupaten Layak Anak di Pringsewu Fiktif

Setelah sukses gerai NU Mart pertama di lingkungan Ponpes Al Hikmah, Jl Sultan Agung Gang Raden Saleh Raya 23, Kedaton, Bandarlampung, diruan mendiang ulama NU tersohor KH Mohammad Sobari.

Mahasiswa program S3 Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Lampung (FEB Unila) itu menjelaskan singkat, NU Mart dihadirkan sebagai geliat menjawab tantangan zaman, memberdayakan potensi ekonomi umat. NU Mart, bilang dia, hadir tanpa perlu bersaing dengan waralaba pasar mini modern lainnya.

Endi, sapaannya, menyebut dirinya tak mau gembar-gembor, “yang penting jalanin aja”. Termasuk soal legalitas badan usaha, yang saat ini dibuka selebar mungkin krannya, oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo. Itu kemudian yang dia sebut, “langkah kecil”.

“Alhamdulillah besok grand launching NUMart Yasmida Ambarawa Pringsewu, langkah kecil kedua setelah NUMart Ponpes Al Hikmah Bandarlampung. Semoga barokah. Mohon doa restunya,” ujar pria yang juga Dirut Badan Pengelolaan Usaha (BPU) Unila tersebut memastikan, Kamis malam.

Dari Bandarlampung, turut berbahagia dan mengapresiasi, sejawat Endi, founder/CEO RM Minang Indah, Junaedi. “Alhamdulilah sukses selalu Om Endi. Sukses barokah NU Mart yes. Dari santri untuk santri, jayalah NU Mart. Aamiin Aamiinn Ya Rabbal Alaamiin,” ucap Ketua Bidang Pengembangan Usaha DPD Pejuang Bravo Lima (PBL) Lampung ini.

Senada, disampaikan oleh Ketua DPD PBL Lampung, Ary Meizari Alfian. “Bravo. Mantul NU Mart,” ujar kompatriot Endi di LPNU dan PBL Lampung, Ketua LPNU Lampung juga sesama unsur Dewan Penasihat DPD PBL Lampung, Dr Andi Desfiandi.

Baca Juga:  Komisi IV DPRD Lampung Mewajibkan JTTS Melengkapi Sarana Penunjang

Sekadar informasi, dari jumlah total 26.967 ponpes se-Indonesia pada 2020, terbanyak 8.343 ponpes di Jawa Barat, paling sedikit 16 ponpes di Maluku. Terpaut sedikit dari Nusa Tenggara Barat yakni 684 ponpes, Di Bumi Ruwa Jurai terdapat 676 ponpes.

Tanpa sama sekali bermaksud memihak, laman panduanterbaik.id, disitat diakses Sabtu malam (6/3/2021), merincikan 10 ponpes terbaik provinsi ujung Sumatera yang juga telah memiliki Perda Pesantren.

Ke-10 ponpes, baik ponpes Tahfidz Quran, ponpes salafiyah, ponpes tradisional, ponpes modern, ponpes Islamic Boarding School itu, meliputi dua di Lampung Tengah, yakni Ponpes Darussaadah, Kampung Mojo Agung Kecamatan Gunungsugih, dan Ponpes Hidayatullah (cabang Balikpapan).

Lalu, Ponpes Salafiyah Darussalamah Way Jepara Lampung Timur, serta enam ponpes di Lampung Selatan. Yakni, Ponpes Gontor 9 (Tajimalela, Kalianda), Ponpes Al Mujtama’
(Karanganyar, Jati Agung), Ponpes Hisbullah Al Fattah (Negararatu, Natar), Ponpes Ulul Albab (Jati Agung), Ponpes Nurul Huda ‘Pesantren SMK’ (Pemanggilan, Natar).

Ada satu lagi, Ponpes An Nida, di Tegalega, Karanganyar, Jati Agung, ponpes modern milik Yayasan Alfian Husin pimpinan Dr Andi Desfiandi. Dan terakhir, Ponpes Al Hikmah Kedaton Bandarlampung, yang disebut unik selain luasnya 10 hektar di tengah kota, juga menggratiskan biaya santri yatim dan yatim piatu, serta pernah dikunjungi oleh Presiden keempat Indonesia, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, medio 2001 silam.

Baca Juga:  Komisi V DPRD Lampung Dukung Pembatasan Jam Operasional Kegiatan Usaha

Sekali lagi, seperti mengutip laman tersebut, yang hanya merekomendasikan semata. Catatan redaksi, terkait akan upaya sistemik pemberdayaan ekonomi santri/pesantren, seiring sejalan upaya gigih pemerintah dalam terus mengarusutamakan proses penyelenggaraan pesantren berlandaskan pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren nya, ini menjadi satu potensi luar biasa.

Bukan saja menjadi salah satu ceruk pasar gigantic, namun sekaligus merupakan basis sentra produksi, asah taja santri-preneurship, dalam bingkai demokrasi ekonomi berbasis ekonomi kerakyatan berdaya dan arif lokal, wajib berkomitmen mengamalkan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin, berdasarkan Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Seperti pula halnya telah, sedang, dan terus diperjuangkan dan diupayakan secara nyata oleh organisasi massa keagamaan Islam lainnya dalam terus menyajikan keberdayaan dimaksud, NU Mart, semoga.

 

 

Reporter : SUL/Muzzamil

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top