Ekonomi

Ngopi Gratis Selama Setahun di Jawa Tengah

Tangen Roastery/MAS

Suluh.co – Karnaval ngopi gayeng gratis setaun ora leren atau satu tahun tidak berhenti. Di Provinsi Jawa Tengah terletak di 12 kabupaten, dengan melibatkan 365 UMKM penggiat kopi, dimulai sejak 1 Januari 2021.

Ketua (Askkopi) asosiasi KUKMP kopi Jawa Tengah, Tangen Roastery dari Wonosobo menyampaikan bahwa, Kabupaten Purworejo mendapatkan giliran permata di bulan Januari, untuk mengawali festival ngopi gayeng tersebut.

Menurut Tangen Purworejo dipilih karena  Komunitas Krema Kopi di Kabupaten Purworejo, bisa menjadi percontohan untuk kabupaten lain.

“Krema Kopi sebagai komunitas paling siap untuk menjadi pionir mengawali dan mandegani, memberikan contoh mendampingi terbentuknya komunitas kopi Sejawa Tengah, melihat dari segi kesolitanya komunitas, kerukunan, dan program Komunitasnya, baik dari hulu ke hilir,” terangnya, Rabu (6/1).

Baca Juga:  Harga Atribut Imlek di Bandar Lampung Stabil

Sementara, Ketua panitia Festival Ngopi Gayeng Setahun ora pedot yang juga ketua Krema Kopi Purworejo, Marten, menyampaikan bahwa di Purworejo ada 31 UMKM penggiat kopi, kegiatan Ngopi Gayeng digilir disetiap kedai kopi yang ada, mulai 1 Januari dari 4 sore sampai pukul 10 malam.

“Sensasi ngopi ora pedot Purworejo, pertama kali di kopi Garfitasi, kedua di kopi Afrika dan bakal berlanjut sampai tanggal 31 Januari, informasi lebih lanjut bisa cek di Facebook Krema kopi,” terangnya.

Dijelaskan bahwa setiap hari disediakan rata-rata 100 cup tiap kedai.

Adapun jadwal kabupaten ngopi gayeng tersebut diantaranya dari bulan 1-12

  1. Purworejo
  2. Magelang
  3. Pati
  4. Banjarnegara
  5. Brebes
  6. Temanggung
  7. Solo
  8. Purwokerto
  9. Kebumen
  10. Pemalang
  11. Pekalongan
  12. Wonosobo

“Memunculkan kopi di daerah, menjalin silaturahmi antar penggiat kopi di Kabupaten berbagai wawasan tentang pengolahan kopi, ribuan pecinta kopi, di Purworejo sendiri ada branding 56,” harapan Marten.

Baca Juga:  Stok Langka Harga Gula Pasir di Mesuji Meroket

 

Reporter : Mahestya Andi

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top