Modus

Nelayan Lampung Terancam Dihukum Mati

Mahrib, pelaku pembunuhan berencana/TN/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Lantaran telah mengakibatkan hilangnya nyawa teman minumnya, seorang nelayan Warga Teluk Betung Timur, harus didudukan di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjung Karang, Selasa (28/8) kemarin, untuk mendengarkan surat dakwaan yang dibacakan oleh jaksa atas perkara pembunuhan yang dilakukannya.

Mahrib, didakwa telah melanggar pasal 340 dan 338 KUHP tentang pembunuhan berencana, serta dikenakan pasal 351  ayat 3 tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian dan terancam hukuman seberat – beratnya yaitu pidana seumur hidup atau hukuman mati.

Perkara ini bermula pada April 2019 lalu, ketika Mahrib, sedang asik menenggak minuman keras jenis tuak bersama rekan – rekannya, di sebuah gang di wilayah Teluk Bone 2, Kelurahan Kota Karang, Telukbetung Timur.

Baca Juga:  Dugaan Pungli, 2 ASN Inspektorat Lampung Ditetapkan Tersangka

Saat itu, suara dari mulut pria 19 tahun ini terdengar berisik dan cukup mengganggu rekan yang lain, maka korban Rahman Pradana, menegur terdakwa Mahrib untuk berhenti berbicara. Namun dinilainya bernada  menantang.

Merasa tersinggung dengan ucapan korban, terdakwa pun pulang ke rumahnya dan mengambil pisau miliknya, lalu segera kembali ke tempat korban dan terdakwa menikmati minuman tuak tersebut.

Lantaran gelap mata, terdakwa Mahrib pun langsung mengejar korban Rahman Pradana hingga ke dalam sebuah gang dan terjadilah perkelahian hingga hilangnya nyawa korban di tangan Mahrib.

Sidang lanjutan dari perkara ini akan kembali digelar pada pekan depan, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.(TN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top