Iklan
Panggung

Nelayan di Pesisir Pantai Bandar Lampung

Pak Bilal, salah satu nelayan, di Kampung Nelayan Rawa Laut Kelurahan Panjang Selatan Kota Bandar Lampung/Istimewa

BANDAR LAMPUNG – Menjejak langkah di Kampung Nelayan Rawa Laut Kelurahan Panjang Selatan Kota Bandar Lampung, terhampar deretan rumah non permanen terbuat dari susunan bambu.

Berdiri tepat diatas tumpukan sampah bercampur pasir, jalan bambu bergoyang dijejak anak-anak yang sedang bermain didepan rumahnya.

Pak Bilal, salah satu nelayan yang masih bertahan diatas tanah “reklamasi” dengan bahan baku sampah dan pasir yang sudah mengeras.

Hidup bertiga bersama Istri dan Anaknya, sepanjang malam tak lelap tidur. Sampan kecilnya terombang-ambing buasnya gelombang laut.

Menggantungkan hidup dengan mencari cumi-cumi, Pak Bilal harus bertahan hidup serba keterbatasan. Menggandalkan sampan tanpa mesin membuat lelahnya berlipat-lipat. Ia harus mengayuh sampan hingga berkilo-kilo meter.

Baca Juga:  ACT Lampung Salurkan 37 Paket Daging Kurban di 3 Kecamatan

“Ya, semalam dapat 2-4 kg cumi, kalau pas harga turun Cuma dapat 60ribu rupiah, saya harus bawa bekal dan lainya,” terangnya saat ditemui relawan ACT Lampung.

Perjuangan Hidup Pak Bilal

Sebelum beralih profesi menjadi nelayan, Pak Bilal sempat puluhan tahun berkeliling menghibur warga melalui kesenian Kuda Lumping. Ia didapuk menjadi tim akrobatik. Hampir setiap hari pundaknya diinjak sesama pemain.

Saat ini kondisi tubuh Pak Bilal sudah tidak memungkinkan untuk bermain akrobatik lagi. Selain bertambah usia, Ia juga sudah sering sakit.

Pekerjaan Nelayan menjadi satu-satunya yang bisa dijalani. Apalagi Ia dan keluarganya harus hidup diatas tanah “reklamasi” tersebut.

Ramadhan Berkah untuk Pak Bilal

Baca Juga:  Tsunami Selat Sunda, Pria Ini Bertahan Selama 7 Hari di Pulau Panjang

Perjuangan hidup Pak Bilal masih terasa oleh ratusan nelayan yang bertahan di Kampung Rawa Laut. Melaut dengan sampan tanpa mesin membuat jangkauan sangat terbatas.

Hasil tangkapan tak maksimal. Perekonomian menjadi semakin terpuruk yang akhirnya terjerat hutang.

Di Ramadhan tahun ini Pak Bilal dan ratusan nelayan di Kampung Rawa Laut sangat berharap bisa melaut dengan perahu mesin.

Untuk itu ACT Lampung mengajak masyarakat Lampung untuk menyalurkan sebagian rejekinya untuk kesejahteraan nelayan di pesisir Lampung melalui rekening BNI Syariah 770000525 atas nama Aksi Cepat Tanggap dan konfirmasi ke 081367331090.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top