Panggung

Nasib Tukang Becak di Ujung Kayuh

Nasib Tukang Becak di Ujung Kayuh/MAS

PURWOREJO – Suasana di tengah kota Purworejo sangat beragam pemandangan, lalu lalang kendaraan melibas jalan di jantung kota. Keramaian pedagang dan pembeli menghidupkan ekonomi.

Namun, tidak bisa dipungkiri oleh mata telanjang, nampak jelas ada sisi lain dalam keramaian, harapan yang selalu dinanti oleh seseorang yang duduk diatas kendaraan roda tiga miliknya yang nampak usang dan kurang perawatan.

Biasanya mereka menunggu di depan toko pusat kermaian atau di ujung-ujung jalan. Bukan seseorang yang terlihat muda dan segar. Namun banyak dari mereka sudah berusia separuh baya dan tak jarang ada juga yang sudah tua renta.

Mereka ialah tukang becak, memang, tukang becak menjadi salah satu pekerjaan yang sangat populer di eranya. Namun untuk saat ini dengan perkembangan alat trasportasi yang pesat, pekerjaan sebagai tukang becak bisa dikatakan semakin terpuruk, ditinggalkan para pelanggan karena memilih kendaraan yang lebih modern.

Baca Juga:  SMK Penabur Hadirkan Pahlawan Sarwo Edhie di Grebeg Kamardikan 74 RI

Sarwono (52) warga Brengkelan, salah satu tukang becak di Purworejo yang sudah mengayuh selama 15 tahun.

“Susah senang menjadi tukang becak ya banyak, senang jika sudah punya langganan, sedih jika ditinggalkan langganan, dan semakin kemarin semakin ditinggalkan,” ucapnya.

Dikatakan, ada kurang lebih 100 orang yang masih aktif menjadi tukang becak di Kabupaten Purworejo.

“Untuk pendapatan sehari-hari tidak menentu, kadang ada penumpang kadang juga tidak,” terangnya.

Sarwono ialah seorang dari banyaknya tukang becak yang tidur diatas becaknya sendiri, alasan yang membuat ia melakukan itu ialah ekonomi. Rasa tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan memaksa dirinya harus tetap tinggal di becak.

“Untuk pulang kerumah ya bisa, namun ini menjadi pilihan saya, jika tidak pulang membawa hasil ya sama saja, lebih baik disini,” terangnya.

Baca Juga:  Saat Pj Sekprov dan Alumni UNPAD Bersemangat Dukung DKI Lampung

Saat ditanya soal perhatiaan pemerintah ia menyampaikan bahwa, belum ada program yang jelas untuk nasib profesi mereka, hanya saja ada bantuan-bantuan yang berupa sembako itupun tidak pasti dan tidak bisa diandalkan.(Mahestya Andi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top