Iklan
Politik

Napi Tak Bisa Coblos, LP Rajabasa Diprediksi Ricuh

Kepala Lapas Kelas I Rajabasa, Syafar Pudji Rochmadi/TS/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Mengantisipasi kericuhan di dalam Lapas terkait adanya narapidana yang tidak bisa memilih dalam pemilihan umum pilpres dan pileg mendatang. Lapas Kelas I Rajabasa, Kota Bandar Lampung, gencar mengadakan sosialisasi secara internal dan juga membentuk tim keamanan.

Antisipasi ini dilakukan lantaran masih banyaknya narapidana yang belum terdaftar sebagai pemilih tetap.

Berdasarkan data yang diterima, dari 1048 narapidana di Lapas Rajabasa, hanya 145 napi yang terdaftar sebagai pemilih tetap.

Dari data tersebut, permasalahan terkait adanya napi yang tidak bisa memilih untuk kemudian membuat keributan bukan tidak mungkin bisa terjadi. Untuk itu, pihak lapas pun tengah berupaya mencegah kericuhan dengan terus mengadakan sosialisasi secara internal.

Baca Juga:  DPD Demokrat Lampung Target Dua Kursi Perdapil

Kepala Lapas Kelas I Rajabasa, Syafar Pudji Rochmadi, menjelaskan, banyak faktor yang bisa menyebabkan keributan didalam lapas jelang pemilu.

“Salah satunya bisa disebabkan adanya narapidana yang tidak bisa menyalurkan hak sebagai pemilih dan juga adanya oknum-oknum diluar lapas yang ingin mendapatkan suara dari para narapidana,” kata Syafar, Sabtu (30/3).

Pihaknya mengaku, terus berkoordinasi dengan Disdukcapil kota apakah perlu adanya mengadakan kembali perekaman elektronik di Lapas Rajabasa.(TS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top