Modus

Mustafa Urus DAK 2017 Lewat Aziz Syamsudin

Harapan KPK Dianggap Mengada-ada, Emangnya Mustafa Sedang Jatuh Sakit?
Harapan KPK Dianggap Mengada-ada, Emangnya Mustafa Sedang Jatuh Sakit?

Eks Bupati Lampung Tengah Mustafa (tengah) saat memamerkan jarinya pertanda ia punya nomor urut ke-4 ketika mencalonkan diri untuk kontestasi Pilgub Lampung 2018 silam. Foto: Istimewa.

Suluh.co – Mantan Kadis Bina Marga Lampung Tengah Taufik Rahman duduk di ruang sidang untuk perkara korupsi mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa. Tepatnya Kamis, 11 Februari 2021 di PN Tipikor Tanjungkarang.

Di sana, dia duduk sebagai saksi terperiksa. Ia terlibat dialog dengan pengacara Mustafa membahas perihal pertemuan Taufik Rahman dengan seseorang bernama Aliza.

Yang menurut Taufik Rahman, Aliza mengaku sebagai orangnya Aziz Syamsudin atau orang dekat Aziz Syamsudin. Aziz adalah Wakil Ketua DPR RI. Politisi dari Parta Golkar asal Provinsi Lampung.

Kata Taufik Rahman, awalnya perintah dari Mustafa adalah untuk menemui seseorang bernama Jarwo. Namun kemudian Taufik bertemu dengan Aliza di Hotel Borobudur, pada Agustus 2017.

Sebelum bertemu dengan Budi Winarto, pemilik PT Sorento Nusantara di Hotel Borobudur. Taufik dan Indra Erlangga di awal Agustus 2017, bertemu dengan Aliza. Tapi sebelumnya, Taufik sudah bertemu dengan yang namanya Jarwo.

Baca Juga:  Indeks Persepsi Korupsi untuk Indonesia di Tahun 2020 Disebut Menurun

Setelah bertemu Jarwo, Taufik siapkan uang dan berikan uang senilai Rp300 juta, Rp200 juta dan Rp70 juta. Kemudian, Taufik mengaku juga mencatat bahwa ada uang senilai Rp300 juta yang disebut dengan ”Jakarta, proposal Rp300 juta”.

Taufik juga mengaku, awal-awal Mustafa bertanya dan curiga, mengapa tiba-tiba seseorang bernama Aliza yang akhirnya Taufik temui. Tapi kecurigaan Mustafa tidak terlalu berarti, sebab pada akhirnya tambahan alokasi anggaran untuk DAK pada Pemkab Lampung Tengah terrealisasi.

Sepanjang persidangan, terungkap bahwa DAK yang diurus oleh Taufik Rahman tersebut adalah untuk DAK Tahun 2017. Mustafa belakangan membayar fee senilai Rp2,5 miliar kurang lebih.

Pengurusan DAK itu berlanjut kemudian untuk tahun 2018. Pola yang dijelaskan Taufik Rahman persis sama dengan pengurusan DAK 2017.

Di akhir persidangan, Mustafa membeberkan siapa sosok Aliza yang diperbincangkan itu. Dari mulut Mustafa, ia menyebut nama kedua dari Aliza, yakni Aliza Gunado.

Baca Juga:  Maling Gasak Konter Telepon, Kerugian Capai 200 Jutaan

Waktu redaksi bertanya kepada Taufik soal sosok Aliza itu yang sebenarnya adalah Aliza Gunado Ladonny, Taufik mengaku tidak tahu.

Taufik mengaku Aliza mengenalkan dirinya sebagai orangnya Aziz Syamsudin dari DPR RI. Taufik pun tak tahu bahwa Aliza saat ini menjabat sebagai Direktur Bisnis pada PT Lampung Jaya Utama.

“Kalau itu saya tidak tahu. Saya juga tidak tahu kalau dia itu bagian dari Golkar atau jabatannya sekarang. Dulu kami tidak tahu itu,” tutur dia.

Bahkan, seorang saksi bernama Aan mengatakan, ”kami kan nggak tahu bro, dia itu orangnya Golkar. Jangan dari kami keterangan itu. Bawa-bawa nama Golkar begitu, bisa bahaya loh, tutur Aan.

Aliza Gunado Ladonny sudah dicoba dihubungi lewat ponsel pribadinya. Pada waktu itu, nomor ponsel Aliza aktif, tetapi tidak mendapat respons.

Baca Juga:  Kapolda Lampung Diganti

Aziz Syamsudin juga sudah dihubungi redaksi saat di awal dialog lewat pesan WhatApps, Aziz mengirimkan stiker bergambar bendera Republik Indonesia yang bertengger pada tiang layaknya bendera merah putih saat berada di lapangan upacara.

Lebih jauh dimintai tanggapannya perihal munculnya nama dirinya dan tindak tanduknya berdasarkan fakta persidangan, Aziz tidak memberikan jawaban.

Namun yang jelas, Aziz sudah pernah memberikan bantahan soal keterlibatan dirinya dalam perkara Mustafa kepada media, seperti terpublikasi di Medcom.id.

 

Reporter : Ricardo Hutabarat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top