Ekonomi

Musim Penghujan Pengusaha Ikan Asin di Pulau Pasaran Menurun

Pengusaha ikan asin yang ada di Pulau Pasaran, Kota Bandar Lampung/TN/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Memasuki musim penghujan, tak semua kalangan merasa diuntungkan oleh redupnya panas dari langit. Seperti para pengusaha ikan asin yang ada di Pulau Pasaran, Kota Bandar Lampung, yang proses produksi mereka akan terhambat manakala air hujan turun di siang hari.

Yadi , salah satu pengusaha ikan asin, berucap bahwa produksi ikan asin andalannya tidak akan mencapai proses yang sempurna jika pada proses penjemuran harus terhambat saat turunnya hujan. Pasalnya, usaha yang mereka jalani ini masih dengan cara yang tradisional yang mengandalkan teriknya sinar matahari.

Ikan asin rebus produksi juga yang biasanya akan kering dalam waktu 3 jam penjemuran, kini semakin lama prosesnya yang dapat mencapai waktu selama 5 jam penjemuran dan tentunya juga tidak dalam proses yang sempurna, sehingga kualitas produksi menurun dan harga jual dari ikan asin ini pun akan merosot di pasaran.

Baca Juga:  AHM Mulai Pasarkan Motor Ikonik dan Unik Honda Monkey

“Yang biasanya harga jual dapat mencapai Rp50 ribu per kilonya, dapat merosot hingga Rp15 ribu jika kualitas penjemuran menurun,” ungkap Yadi, saat ditemui, Senin (26/11).

Kata dia, produk tradisional yang biasa dipasarkan di Pulau Jawa ini, sebenarnya sudah dalam konteks kualitas yang baik.

Namun, tetap masih berharap uluran tangan dari pemerintah terkait untuk membantu menyelesaikan masalah yang setiap tahun dialami oleh para pengusaha ikan asin ini sehingga produk olahan ikan laut dapat bersaing di pasaran dengan produk ikan asin dari luar Provinsi Lampung.(TN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top