Modus

Musa Zainudin & Samsani Sudrajat Batal jadi Saksi Agung Ilmu Mangkunegara

Musa Zainudin/TRB

BANDAR LAMPUNG – Musa Zainudin dan Samsani Sudrajat tidak masuk ke dalam daftar saksi pada kasus korupsi di Kabupaten Lampung Utara.

Padahal bekas Ketua PKB Lampung dan Ketua Partai Gelora Lampung ini disebut menerima uang sebagai bentuk kesepakatan karena telah berhasil melobi Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kemen PU-PR. Lantas apa alasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak menjadikan keduanya menjadi saksi terperiksa?

KPK membenarkan jika nama-nama itu pernah diungkap Kadis PU-PR Lampung Utara non aktif Syahbudin saat menjadi saksi di Pengadilan Negeri Tanjungkarang.

“Iya, tapi kan untuk Musa di luar perkara ini kan. Di luar perkara yang sedang kita tangani sekarang. Seperti itu,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK Taufiq Ibnugroho kepada wartawan saat melimpahkan berkas perkara Bupati Lampung Utara non aktif Agung Ilmu Mangkunegara; Kadis Perdagangan Wan Hendri; orang kepercayaan bupati, Raden Syahril; dan Syahbudin di Pengadilan Negeri Tanjunkarang, Senin (17/2).

Baca Juga:  3 Hektare Kebun Karet di Kotabumi Ilir Terbakar

“Pada hari ini secara resmi KPK telah melimpahkan tiga berkas perkara. Yang pertama atas nama Agung Ilmu Mangkunegara dan Raden Syahril. Dan berkas kedua atas nama Wan Hendri. Dan berkas ketiga atas nama Syahbudin. Dan sudah diterima oleh pihak pengadilan,” kata Taufiq Ibnugroho.

“Terkait untuk saksi ya, untuk Agung dan Raden Syahril ada 141 orang saksi. Kalau Syahbudin ada 114 saksi dan untuk Wan Hendri ada 63 orang saksi. Kalau Musa Zainudin tidak masuk dalam saksi,” tambahnya.

Taufiq Ibnugroho juga menggambarkan jika Samsani Sudrajat tidak masuk ke dalam daftar orang yang menjadi saksi di pengadilan nantinya. Ia juga tidak dapat menjawab gamblang soal posisi Samsani Sudrajat di dalam perkara ini.

Baca Juga:  Jumiran Tewas Akibat Saling Senggol di Hiburan Orgen Tunggal

“Untuk Samsani nanti kita perlu cek lagi ya. Karena kan ada 141 saksi, saya nggak bisa hapal satu per satu,” katanya.

Dua nama ini disebut Kadis PU-PR Lampung Utara non aktif Syahbudin sebagai orang yang mampu melobi pencairan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian PU-PR. Musa Zainudin secara profil adalah bekas Ketua PKB Lampung dan juga anggota DPR RI Komisi V.

Sedangkan Samsani Sudrajat ialah bekas kader PKS yang saat ini menjadi Ketua Partai Gelora Lampung.

Musa Zainudin disebut Syahbudin menerima komitmen fee senilai Rp2,5 miliar dari nilai DAK yang cair sebesar Rp60 miliar. Sedangkan Samsani Sudrajat disebut menerima Rp4,1 miliar dari nilai DAK yang cair sebesar Rp67 miliar.

Syahbudin mengaku lobi-lobi itu dilakukan atas perintah Bupati Lampung Utara non aktif Agung Ilmu Mangkunegara. “Kalau tidak begitu (melakukan lobi-lobi), DAK yang turun paling Rp20 miliar saja,” jelas Syahbudin saat menjadi saksi untuk dua orang kontraktor penyuap Agung Ilmu Mangkunegara dalam kasus korupsi fee proyek pada Dinas Perdagangan dan Dinas PU-PR Lampung Utara di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Senin (13/1).(RDO)

Baca Juga:  Pemkab Lampura Usut 2 Proyek Desa Ketapang
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top