Bandar Lampung

Mulia! Apindo, Yayasan Alfian Husin, Bravo Lima, Minang Indah & Jejaring, Peduli Nakes, Isomaner, Difabel, Warga Terimbas Pandemi

Cuplikan donasi kemanusiaan baksos peduli nakes, tenaga pendukung fasyankes, warga isoman, difabel, dan duafa terdampak PPKM, taja bareng Apindo Lampung, Yayasan Alfian Husin, Pejuang Bravo Lima Lampung, RM Minang Indah Grup, dan donatur institusi/individu jejaring di Bandarlampung, kurun 14 Juli-2 Agustus 2021. | Kolase Inshot/Muzzamil/Apindo-PBL

Suluh.co — Semringah, bersyukur takzim, simpati, berterima kasih, tak jarang kontan (di tempat) mendoakan si pemberi dilipatgandakan rezekinya, jadi tradisi jamak siapapun latar apapun yang telah, sejam lalu, atau yang baru akan dibantu, sesamanya.

Homo homini socius. Manusia adalah teman bagi sesamanya. Manusia: makhluk sosial.

Demikian tulis filsuf Romawi yang hidup di tahun 4 Sebelum Masehi (SM) hingga wafat tahun 65 Masehi, Lucius Annaeus Seneca, menjawab tanggap, nukilan drama Asinaria karya sastrawan Romawi Titus Maccius Plautus (254-184 SM) berbunyi, ’’Lupus est homo homini, non homo, quom qualis sit non novit.’’ Yang secara ringkas, hingga kini diketahui dengan istilah homo homini lupus: manusia satu, serigala bagi manusia lainnya.

Terlebih di negeri kita, Zamrud Khatulistiwa, negara demokrasi berketuhanan, Republik Indonesia, negeri pewaris tradisi adiluhung dari era baheula: tepo seliro, gotong royong, atau bunyi arif lokal Bumi Ruwa Jurai dikenal: Sakai Sambayan.

Pun halnya, cuplikan epik dan raut ekspresif sambungrasa berterima kasih itu terekam apik menjejak medium gawai dokumentasi relawan kemanusiaan, setulus eksekusi skuad kolaborator satu ini, pengampu bakti sosial (baksos) donasi kemanusiaan peduli berbagi, sepanjang dua pekan terakhir.

Sidang Pembaca, mari sejenak laruti pesan solidaritas “bela rasa” kemanusiaan taja kolaborasi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung dan ormas Pejuang Bravo Lima (PBL) Lampung, berkebetulan diketuai orang yang sama, aktivis/pengusaha Ary Meizari Alfian MBA.

Bersama donatur institusi/individu jejaring, mulai dari Yayasan Alfian Husin pimpinan ekonom/filantrop Dr Andi Desfiandi, Rumah Makan (RM) Minang Indah dan Embun Pagi Raya Bandarlampung pimpinan Junaedi, hingga para “hamba Allah” yang meski masih sama-sama berada ditengah jengah situasi serba sulit terbatas ulah pandemi COVID-19, gigih keras tulus ikhlas sepadu ringan bahu bergotong-royong galang bersama, salurkan segera paket, donasi bagi kelompok sasaran target, praktis sejak 14 Juli 2021 lalu.

“Terima kasih kepada Apindo Lampung atas donasinya 90 box. Semangat kepeduliannya menjadi penyemangat untuk kami dalam melawan COVID-19. Sukses dan sehat selalu,” demikian bunyi caption unggahan ungkapan terima kasih perwakilan tenaga medis didampingi satu petugas piket Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di akun ofisial media sosial Instagram RSUD Abdul Moeloek (RSUDAM) Tanjungkarang milik Pemprov Lampung, pada Rabu (28/7/2021).

Ungkapan tenaga medis dan Satpol PP ini, representasi ungkapan senada para tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga pendukung fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), serta warga pasien karantina/isolasi mandiri (isoman) terpusat, baik di RSUDAM maupun RSUD dr A Dadi Tjokrodipo milik Pemkot Bandarlampung, target penerima program donasi harian menu makan siap santap tiga kali sehari –diselia buah/menu alternatif, digalang-salurkan sejak 14 Juli 2021 tepat H3 masa PPKM Darurat Bandarlampung, dan sementara diakhiri Jum’at (30/7/2021), tepat H4 masa PPKM Level IV Bandarlampung.

Mula donasi, pekan kedua Juli, Andi Desfiandi, Ketua Yayasan Alfian Husin, pengampu institusi pendidikan, kesehatan, advokasi hukum, startup dan pengembang properti: TK-SDI Pelangi, SD-SMA Darma Bangsa, IIB Darmajaya, Ponpes Modern Annida Jatiagung Lampung Selatan, RSIA Belleza Kedaton, LBH Darmapala, Darmajaya Digital Solusi/DJ Corp, Kedamaian Mansion, Emerald Hill Residence Telukbetung, dan d’Hasanah, terpantau aktif memprakarsai.

Selain Ketua Bidang Ekonomi DPP PBL 2019-2024 dan anggota Dewan Penasihat (Wanhat) DPD PBL Lampung 2020-2025, Andi kini calon anggota Wanhat DPP Apindo Lampung pula. Eks dua periode rektor (saat) IBI Darmajaya 2006-2015 ini jua Ketua LPNU (Lembaga Perekonomian NU) Lampung.

Dari Komunitas Sosial COVID-19 yang ikut dia galang misal, donasi segera terhimpun kilat dari (perabjad) advokat/politisi Abdullah Fadri Auly, tokoh Lampung Kombespol Benny Ali, Wakil Bendahara III DPD PBL Lampung/pengurus Pajero Indonesia One (PIOne) Chapter “Krakatau” Lampung Edyasari Oktiana, dan advokat Dr Ery Setyanegara.

Juga tokoh muda Hindu Way Kanan, wakabid sospol PBL Lampung/Kabid Hubungan Antar Chapter PIOne “Krakatau” Lampung/calon Sekretaris Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Pemberdayaan Daerah Apindo Lampung I Gede Budi Artana. Lalu (40 zak beras dari) CEO Minang Indah Junaedi, dosen Fakultas Kedokteran Unila Dr dr Khairun Nisa Berawi.

Pun dari politisi Demokrat M Junaidi, (ribuan masker medis dari) Wakil Bendahara I DPD PBL Lampung Niya Noor Abdiyana Abdis, relawan spesialis tanggap darurat bencana dr Relly Reagen.

Dari donasi komunitas dadakan berbasis di Posko Relawan Komunitas Sosial COVID-19, Jl Ratu Dibalau Perumdam 2, Perum Tanjung Raya Blok CC No. 3-4 (seberang Mapolsek Tanjungsenang) Bandarlampung ini, berhasil didistribusikan paket donasi beras, sembako, multivitamin, masker medis, bagi para warga isoman dalam dan sekitar kota berbasis data surveilans/laporan terverifikasi.

Baca Juga:  Konsep Water Front City Bisa Atasi Persoalan Sampah di Pesisir Pantai

Sementara terpisah, dari dua gelombang satu frekuensi penggalangan oleh Apindo hasil rapat Zoom 14 Juli dan PBL, berderma lainnya, per abjad: pengusaha migas/Ketua Bidang Elpiji Hiswana Migas Lampung Adi Candra, pejabat BUMN perkebunan berbasis di Lampung Agus Faroni, eks anggota DPD/MPR 2014-2019 dapil Lampung dan Ketua Yayasan Global Surya-Yayasan Universitas Mitra (Umitra) Indonesia Dr Andi Surya.

Lalu, pengurus bidang keagamaan DPD PBL Lampung Asdizal, dan pengusaha kuliner (founder/CEO RM Alas Cobek, RM Bebek Pak Ndut, Callzone Express, co-founder Yowis Kopi, CEO RM Ayam Geprek “Juara” Enggal Bandarlampung), Asep Muzaki Senafal.

Juga, pengusaha/politisi Gerindra Beni Uzer, konsultan pajak Berlizon Damanik, anggota DPD/MPR 2019-2024 dapil Lampung/Wanhat PBL Lampung Bustami Zainudin, pengusaha/Kabid Perempuan DPD PBL Lampung Caroline Poh, Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Lampung Christian Chandra.

Lainnya, advokat/Waketum Badan Pengurus Pusat Perkumpulan Advocaten Indonesia (PAI)/calon Bendahara DPP Apindo Lampung Darussalam, Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bandarlampung/pengusaha Iqbal Ardiansyah, founder/CEO Mulia Grup (Vania Florist, Saburai Medika)/Wakil Ketua Asosiasi Sanggar Bunga Bandarlampung, wakabid keagamaan PBL Lampung, wakabid kesehatan Kadin Lampung, Sekretaris Hipmikimdo Lampung: Ismuliadi Zakaria.

Berikut, pengusaha Johan, calon Sekretaris Bidang Kesehatan dan Sosial DPP Apindo Lampung Mery Destiati (Ketua YKI/Yayasan Kanker Indonesia dan Kadis PPPA Lamteng, Ketua Ikatan Bidan Indonesia/IBI Lampung), manajer perusahaan tambak udang Purba, dan Putri Rosmala Dewi, bankir salah satu bank syariah swasta.

Ada lagi, politisi Gerindra/Ketua DPD HKTI Lampung kubu Fadli Zon/Wakil Ketua Komisi V DPRD Lampung Rahmat Mirzani Djausal, pengusaha rental mobil/jasa tes kesehatan Refki Juanda, dan advokat Resmen Kadafi.

Ada pula empat pengusaha: Rudi Saptono, anggota Bidang Kerja Sama dan Hubtarga KONI Lampung Tjong Santoso, Senoharto, Sumitha. Lalu politisi NasDem/pengusaha penggemukan-pemotongan daging sapi RPH ZBeef Bandarlampung Tampan Sujarwadi, sosiopreneur Valentina, advokat Wim Badri Zaki, dan politisi PDI Perjuangan/Ketua Komisi V DPRD Lampung, Wakil Ketua DPD PBL Lampung, calon Sekretaris DPP Apindo Lampung Yanuar Irawan, serta lainnya.

Menutup donasi di bulan ketujuh Masehi ini, pukul 16.00 WIB Sabtu petang (31/7/2021), Junaedi mewarta, sejam sebelumnya, dia dan tim usai menyalurkan paket donasi ke Puskesmas Gedongair, Jl Sisingamangaraja 3, Tanjungkarang Barat, Bandarlampung.

Junaedi, yang juga Kabid Pengembangan Usaha PBL Lampung, Bendahara DPD Hipmikimdo Lampung dan calon Wakil Bendahara Apindo Lampung ini bilang, dia bersama pengusaha pariwisata/calon Wakil Ketua I Apindo Lampung Adi Susanto (bos Rumah Ikan Cafe & Resto, Adiyatama Tour Travel, Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia/Astindo Lampung), Wakil Sekretaris II PBL Lampung/calon Sekretaris Eksekutif Apindo Lampung Perial Darma, dan CEO Dapur Female/pengurus Bidang Pengembangan Usaha PBL Lampung/calon Sekretaris Bidang UMKM-IKM Apindo Lampung Dian Pustika Syarifudin, diterima gembira perawat/surveilans, Suezi Kesuma Dewi dan Dian Nugraheni, petugas piket. Bersegera, serah terima paket.

Sebelumnya terpisah, Alfian Saleh, warga RT 2 LK II Kelurahan Bilabong Jaya Langkapura Bandarlampung, berterima kasih mewakili puluhan warga setempat “pejuang negatif” sedang isoman, duafa, terdampak PPKM penerima paket, dibagi Kamis (29/7/2021).

“Bantuan sudah sampai ke warga yang di-list. Semua terima kasih, terharu. Salam buat pengurus Apindo, Bravo Lima, yayasan (Alfian Husin). Moga rezekinya melimpah,” pesan singkat Alfian Saleh mendoakan, usai kelar distribusikan paket, Kamis malam.

Sekadar pengingat, Kelurahan Bilabong Jaya merupakan tempat tinggal penyintas kasus konfirmasi positif COVID-19 pertama di Lampung yang ditemukenali pertama kali 14 Maret 2020. Masih hangat, hebohnya luar biasa kala itu. Penyintas bersangkutan, juga telah dinyatakan sembuh dan hingga kini kembali bugar sehat walafiat.

Kamis siang, tim baksos dipandu anggota Bidang Media dan Informasi PBL Lampung/pengurus Bidang Media Publikasi Apindo Lampung, Muzzamil, membagikan paket ke permukiman warga tiga kategori di tiga titik lokasi terbidik dua kelurahan di Langkapura hasil assesmen dan surveilans ini, door to door dipandu ketat protokol kesehatan 5M cegah kendali COVID-19.

Adi, Junaedi, sigap memimpin baksos, juga Ajie –sapaan pengusaha M Ajie Munawwar (bos Apotik Alifa dan Al Munawwar Tour Travel, Sekretaris Astindo Lampung, Wakabid Kesehatan Kadin Lampung, pengurus bidang sospol PBL Lampung, dan pengurus Bidang Media dan Publikasi DPP Apindo Lampung).

Selain RT 01, 02 LK II komplek Perum Bukit Bilabong Jaya, Kelurahan Bilabong Jaya tadi, tim menyapa pula warga bedeng kontrakan di RT 03 LK I kelurahan ini, baru lanjut ke RT 03, 04, 05 LK I Kelurahan Langkapura Baru. Sebagian kecil warga kaum ibu –menanti sejak Selasa (27/7/2021), berlarian kecil kendati masker di wajah rerata ekspresi matanya gembira menyambut, menuruni setapak perkampungan berbukit, Kampung Pucung, kediaman mereka tenar disebut.

Baca Juga:  Kaum Dhuafa dan Jompo Terima Bantuan Dari PKK Way Kanan

“Mohon diterima pak bu, ini bantuan sosial dari Apindo Lampung, Bravo Lima, Yayasan Alfian Husin, Rumah Makan Minang Indah, dan para donatur. Semoga membantu,” ujar tim bergantian, warga kontan mengaminkan. Satu ibu paruh baya, tertangkap kamera gawai tim, sembari mendekap bungkusan paket tampak terburu mengusap mata. Tak sengaja kelilipan atau terharu, entah. Yang jelas mata sang ibu, membasah.

Tim lega, baksos ini tak undang kerumunan. Hadir di lokasi, pengurus DPD PBL Lampung: wakabid kepemudaan Revi Firandama dan Septiana Widya/anggota, Shania Ajeng Puji Astuti/bidang pengembangan usaha, dari bidang sospol, youngpreneur lensa kontak, Desiyana Febyolla. Nori, sopir pribadi yang diutus Ary Meizari, juga sigap sekali.

Penyelia, secara Apindo sendiri, di dua hari terakhir Juli sedianya pengurus DPP Apindo Lampung 2021-2026 sandang status terlantik. Pagebluk mengganas, apa lacur dua kali rencana agenda pelantikan harus tertunda, semula 9-10 Juli diundur 30-31 Juli, dan kini belum diketahui kapan pasti.

Sedianya, seperti telah tersusun matang, momen itu bakal disertai penandatanganan dokumen MoU kerja sama strategis Apindo Lampung dan jejaring pentaheliks plus, peluncuran dompet e-bayar Apindo Pay, tiga gelombang donor darah, penganugerahan Apindo Lampung Award 2021 tema raya Best Pandemic Resilience Business Award atau Penghargaan untuk Bisnis Tangguh Pandemi ujud apresiasi badan usaha/perusahaan/UMKM-IKM di Lampung tanpa kecuali –yang mendaftar, dan mampu bertahan ditengah sulitnya situasi ekonomi selama pandemi.

“Ini penghargaan Apindo Lampung bagi pelaku bisnis di Lampung yang mampu bertahan atasi guncangan ekonomi akibat pandemi COVID-19,” keterangan pers Ary, didampingi calon Kabid Ketenagakerjaan, Jaminan Sosial, Advokasi Apindo Lampung, Arif Syaifuddin Zuhri, 8 Juni 2021.

Kembali ke baksos. Dari Bumi Andan Jejama Pesawaran dimana Bupati Dendi Ramadhona selain Wanhat PBL Lampung juga didaulat calon anggota Wanhat Apindo Lampung, Dian Mayasari, warga Desa Sukaraja, Gedong Tataan, tak luput turut berterima kasih atas donasi diberikan, seirama warga penerima lainnya, Selasa (27/7/2021) lalu.

“Terima kasih, bantuan ini. Kami bersyukur ini dapat ringankan beban masa pandemi,” kata Dian, disampaikan ke Sekretaris PBL Pesawaran/pengurus Bidang Organisasi, Kaderisasi, Pemberdayaan Daerah Apindo Lampung, Oktiyas Nugraha, pembagi paket.

Hari itu, Adi, Gede, Junaedi, Perial dan calon pengurus Bidang Ketenagakerjaan, Jaminan Sosial, Advokasi Apindo Lampung, Resmen Kadafi salurkan paket sembako, vitamin, masker medis, tanaman herbal daun Sungkai bagian terapi imunitas, ke para nakes, pendukung fasyankes, isomaners dua puskesmas, serta pekerja wisata terdampak PPKM di empat destinasi. Dipandu Ary.

Keenam titik bidik: Taman Wisata Lembah Hijau, Sukadanaham, Tanjungkarang Barat; Taman Wisata Bumi Kedaton, Batuputu, Telukbetung Utara; Pantai Duta Wisata Telukbetung Timur, satu lagi Travel Satu Titik. Serta, Puskesmas Korpri Sukarame dan Puskesmas Labuhan Ratu, Bandarlampung.

Kepada Ary, manajemen-pekerja 4 destinasi, melarung kesan dalam dan kegembiraannya. ‘Bela rasa’ tim baksos sejenak memantik energi positif pelaku jasa kepariwisataan yang praktis mati suri sejak mula pandemi. “Terima kasih, Apindo,” rerata haru mereka.

Tak jauh beda, ucap senada bagi donatur juga dikhatur petugas piket dua puskesmas, tempat saat Yanuar Irawan, larut bergabung.

Selain menggarisbawahi pesan solidaritas: doa pandemi segera usai, ajak rakyat saling jaga saling bantu bertahan, mengetuk lebih banyak pintu para pihak terus peduli-berbagi di fase sulit ini, Ary tanpa sadar ikut jadi juru kampanye back to nature: sorong tanaman herbal daun Sungkai jadi alternatif pencegah atau terapi imunitas COVID-19.

“Hampir semua elemen masyarakat rasakan dampak COVID-19. Dari itu, kami berinisiatif membantu. Selain bagikan langsung, kami juga siapkan call center di 081272370011 tiap hari jam kerja bagi warga isoman yang butuh selama masih tersedia,” info Ary diamini Yanuar, mengintensi pesan agar semua warga taat protokol kesehatan 5M.

Sebelumnya, Senin (26/7/2021) hari pertama baksos bertepatan hari pertama masa PPKM Level IV Bandarlampung, Level III diperketat Kota Metro dan 13 kabupaten se-Lampung, tim mendistribusi paket bagi nakes, tenaga pendukung fasyankes, dan warga isoman di Puskesmas Susunanbaru Tanjungkarang Barat, Puskesmas Rawat Inap/RI Simpur Tanjungkarang Pusat, Puskesmas Pasar Ambon Telukbetung Selatan, Puskesmas RI Sukaraja Bumiwaras, Puskesmas RI Way Kandis Tanjungsenang, dan Puskesmas RI Kedaton, Bandarlampung.

Cuaca terik, wajah lelah Ary, Dian Pustika, Gede Budi, Junaedi, Oktiyas yang dampingi berubah semringah, membawa pulang banyak kado ucap tulus terima kasih.

Baca Juga:  1 Ton Gula Pasir yang Diterima Salah Satu Pemda di Lampung Senilai 10 Juta

“Semoga bermanfaat, dapat turut ringankan beban. Salam hormat, terima kasih saya sampaikan ke seluruh donatur tanpa kecuali. Meski kita semua susah, masih ada ruang kemanusiaan yang bicara,” takzim Ary, bekas Ketua Kadin Bandarlampung dan Kadin Lampung ini, usai baksos Senin.

Penghangat informasi, tak banyak yang tahu, di bagian lain, dibalik nikmat menu penyelia donasi makanan siap saji bagi nakes, tenaga pendukung fasyankes, isomaners RSUDAM Tanjungkarang dan RSUD Tjokrodipo, selain racikan koki terbaik Minang Indah, juga ada sentuhan lentik para penyandang disabilitas –rerata rungu, warga Cafe Dif_able, berlokasi di Jl Diponegoro 14 komplek kantor PLN UP3 Tanjungkarang, Bandarlampung.

Kafe berskuad penyandang disabilitas warga komunitas relawan peduli dan pejuang hak disabilitas berbasis di Lampung diketuai Eti, seorang guru SLB dan telah 3 tahun ini fokus asistensi-pemberdayaan sosial ekonomi difabel: Sahabat Difabel Lampung (Sadila) ini, sejak pendirian hingga pendampingan manajemen ditekuni Koordinator Forum CSR Lampung Dr Veronica Saptarini, pembina/ibu asuh puluhan difabel yang disebut Saptarini: “pemilik” sesungguhnya kafe tematik itu.

Kebetulan selain aktif konsultan manajemen dan keberdayaan kelembagaan ekonomi institusi bisnis, dan penyetia pembumian keberdayaan potensi ekonomi kerakyatan, Saptarini didapuk calon wakil ketua II Apindo Lampung dampingi Ary, dan Ardiansyah, ketua dewan pertimbangan.

Ia Ketua Pelaksana Apindo Lampung Award 2021. Soal award, ia jago. Kepakarannyi mumpuni. Ialah bidan Lampung CSR Award, transformatif jadi Lampung Sustainability Award/LSA per 2018, apresiasi pengusaha/perusahaan di Lampung pengampu CSR sebagai penerapan konsep pembangunan berkelanjutan dalam praktek perusahaan. Perubahan mencolok gelaran dibanding 2016-2017: UMKM, badan publik masuk nominee (654 program peserta LSA 2018).

Masih terkait Saptarini masih satu rangkaian, sapa kemanusiaan Apindo dan jejaring, kian bergemuruh dengan taja program kepedulian sosial bantu warga terdampak COVID-19 dan semangati semua garda depan penanganan, Circle of Charity (CoC).

Pesan digital tim CoC menyebut, pengerjaan paket bantuan dilakukan warga penyandang disabilitas dan panti asuhan. “Menyangga lapangan kerja mereka yang berkebutuhan khusus, sekaligus dukung masyarakat yang membutuhkan. Mereka didampingi UMKM terdampak pandemi. Hasil pekerjaan dipakai sebagai bantuan yang membutuhkan. Satu tindakan, banyak kebaikan,” gugah tim.

Saat artikel ini tiba di ruang baca anda, telah gabung berdonasi, donatur individu/institusi, sebutlah Indonesian Hotel General Manager Association/IHGMA, Yayasan Alfian Husin, Ernita, Wakil Rektor II UTB Dr Hasan Basri, Ika Rusmayasari, calon Sekretaris Bidang Ketenagakerjaan, Jaminan Sosial, Advokasi Apindo Lampung Rafli Pramudya, Santoso/Pomal Mandiri. Ada dari, “hamba Allah”.

Teknis gabung donasi? “Kumpulkan dari komunitas/teman-teman dan komunitas pengumpul, langsung tunjuk komunitas penerima bantuan.” Donasi Rp15 ribu/paket bisa ditransfer ke rekening Bank Mandiri 114.001.0999640 atas nama Dyah Etika WS, koordinator Sahabat Sedekah Lampung.

Korespondensikan donasi ke Dyah Etika di 087899150009, Ika/FCL di 085391398353, Raban/IHGMA di 085391398353, Rina RS Imanuel Sukarame/calon pengurus Bidang Kesehatan dan Sosial DPP Apindo Lampung di 081274385522.

“Berbagi dari kelimpahan itu biasa, tapi dari keterbatasan, itu warbyasah. Ikut CoC? Hanya Rp15 ribu. Saat semua tangan menyatu, akan banyak yang terbantu,” pantik kemanusiaan tim pelaksana, kompak.

Ogah henti, ternyata semakin banyak pintu kemanusiaan terbuka meski sulitnya sama, memasuki Agustus pekan pertama, tim kembali salurkan donasi korporasi top warga Apindo, Nestle Indonesia, berupa voucer belanja Rp150 ribu di waralaba tenar, bagi penyandang disabilitas antara lain dari Komunitas Tuna Netra (Komnet) Lampung pimpinan Setiawan, berbasis di Kemiling, Bandarlampung.

Kepala HRD PT Nestle Indonesia Panjang, Bernard Horas Simandjuntak, menyerahkan simbolis donasi ke Ary selaku Ketua Apindo Lampung, dan langsung diserahkan ke para target penerima, di kantor bersama Apindo-PBL Lampung, Gedung Darmapala, Jl Pagar Alam 61, Kedaton, Bandarlampung, Senin (2/8/2021).

Info Junaedi, Selasa (3/8/2021) besok tim bakal salurkan paket ke Puskesmas RI Way Halim Bandarlampung, juga Sunaryo-Sumini, pasutri lansia duafa warga Desa Banjarrejo, Natar, Lampung Selatan.

Sudut lain, Andi Desfiandi membaru warta, ratusan paket donasi internal Yayasan Alfian Husin juga siap salur via jejaring PBL dan Apindo Way Kanan bagi isomaner/duafa sejumlah kecamatan Bumi Ramik Ragom itu.

Gotong-royong donasi ini –meminjam istilah Presdir Gajah Tunggal Sugeng Rahardjo 15 Juni 2020: bentuk keterpanggilan sebagai sesama teman (selain) untuk siap memutar kembali roda ekonomi dengan tetap peduli kemanusiaan.

 

Reporter : SUL/Muzzamil

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top