Pendidikan

Mukhlis Basri : Pancasila Tak Tergantikan

Mustasyar Pimpinan Wilayah (PWNU) Lampung Mukhlis Basri/Net

BANDAR LAMPUNG – Pancasila merupakan ruh bagi bangsa Indonesia yang tak bisa diganti dengan apapun. Pancasila merupakan jati diri, falsafah, ideologi, sekaligus alat pemersatu.

Demikian disampaikan Mustasyar Pimpinan Wilayah (PWNU) Lampung Mukhlis Basri.

“Pancasila merupakan pandangan hidup, dasar negara, dan pemersatu bangsa Indonesia yang majemuk,” ujar Bupati Lampung Barat dua periode ini, kemarin.

Menurut Mukhlis, Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama, bahasa daerah, pulau, adat istiadat,  budaya, serta warna kulit dipersatukan oleh Pancasila.

Ketua Bidang Kehormatan DPD PDI Perjuangan Lampung ini mengajak masyarakat untuk menggali  kembali sejarah perkembangan bangsa yaitu ketika pada  1 Juni 1945,  Ir. Soekarno  mengusulkan Pancasila sebagai dasar Negara.

Baca Juga:  TNWK Alokasikan Area ke Unila Guna Konservasi Badak

“Pancasila telah dipandang sebagai sistem filsafat, etika moral, politik, dan Ideologi Nasional. Namun kemudian pada 30 September 1965, muncul Gerakan 30 September atau G 30 S PKI. Gerakan ini merupakan wujud usaha mengubah Pancasila menjadi ideologi komunis, Namun berkat adanya kesadaran untuk mempertahankan Pancasila maka upaya tersebut mengalami kegagalan,” jelasnya.

Menurutnya, sejarah mencatat pada 30 September yang dikenal sebagai Gerakan 30 September atau G 30 S PKI dan  1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila untuk memperingati bahwa dasar Negara Indonesia adalah Pancasila, yang sakti dan tak tergantikan.

Selanjutnya pada 10 November 1986 Pancasila pertama kali diperkenalkan sebagai ideologi terbuka, di mana Pancasila dituntut untuk menyesuaikan diri terhadap perkembangan zaman yang senantiasa dinamis dengan tanpa mengesampingkan nilai-nilai dasarnya yang tetap.

Baca Juga:  Relawan Anis Matta Lampung Deklarasi Dukungan

“Semoga melalui peringatan Harlah Pancasila 1 Juni 2018  ini memberikan kesadaran bagi kita bersama untuk meresapi nilai-nilai luhur yang telah dirumuskan oleh para pendiri bangsa untuk dapat merekat erat sebagai kepribadian bangsa,” tandas mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Lambar tiga periode ini.

Mukhlis menambahkan, masyarakat wajib untuk meningkatkan kewaspadaan nasional dan ketahanan mental ideologi Pancasila.

“Seperti halnya kewaspadaan tantangan globalisasi dan liberalisasi . Kemampuan menghadapi tantangan mendasar yang akan melanda kehidupan bangsa seperti sosial-ekonomi dan politik, bahkan mental dan moral bangsa. Hanya dengan keyakinan nasional inilah manusia Indonesia tegak dan tegar dengan keyakinannya yang benar dan terpercaya, bahwa sistem filsafat Pancasila sebagai bagian dari filsafat Timur, mengandung dan memancarkan identitas dan integritas martabat bangsa,” pungkasnya.(LS/DD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top