Pendidikan

Mufti Salim Reses di SMA IT Al Fatih, Guru Swasta Curhat Terkait Minimnya Perhatian Pemerintah

Anggota Komisi 4 DPRD Lampung, Ahmad Mufti Salim, mengisi reses di SMA Islam Terpadu (IT) Al Fatih, Poncowati, Lampung Tengah/LS

BANDAR LAMPUNG – Anggota Komisi 4 DPRD Lampung, Ahmad Mufti Salim, mengisi reses di SMA Islam Terpadu (IT) Al Fatih, Poncowati, Lampung Tengah, Jumat (1/11) kemarin.

Reses diikuti guru, siswa, dan perwakilan yayasan sekolah ini.

Dalam sesi serap aspirasi, Widi Ariyanto, salah seorang guru, mengeluhkan minimnya perhatian pemerintah terhadap guru swasta.

Selama ini, pemerintah dinilai hanya memperhatikan guru sekolah negeri. Padahal, banyak guru sekolah negeri yang mau mengajar di swasta disebabkan syarat jam mengajar demi mendapatkan sertifikasi.

Widi meminta Mufti Salim mengomunikasikan hal ini kepada dinas terkait.

Baca Juga:  Diduga Mabuk, Tim Pemenangan Herman Sutono Intimidasi Panwaskab Lamteng

Ditempat yang sama, Magdalena, guru setempat, menambahkan, sekolah swasta sulit mendapatkan murid. Sebab, sekolah negeri membuka rombongan belajar dengan kuantitas yang besar.

Namun, itu tidak diimbangi dengan ketersediaan sarana gedung dan guru.

Akibatnya, siswa menumpuk di sekolah negeri sementara sekolah swasta sulit mendapatkan murid. Magdalena meminta Mufti Salim bisa mencarikan solusi.

Kata Magdalena, jika perlu ada pembatasan penerimaan murid baru di sekolah negeri.

Menjawab itu, Mufti Salim yang juga Ketua Fraksi PKS, mengatakan, untuk mendapatkan murid baru, sekolah, khususnya swasta, mesti mempunya diferensiasi.

Sehingga, ini menjadi penarik minat anak untuk bersekolah di sini. Tanpa adanya diferensiasi yang khas, sulit bersaing dengan sekolah negeri.

Baca Juga:  Ahmad Mufti Salim Perjuangkan Pembangunan Puskesmas Rawat Inap di Sendang Agung

Mufti Salim menjelaskan, yang logis dilakukan adalah meningkatkan kualitas pengajaran di sekolah swasta.

“Dengan begitu, daya tariknya akan tinggi,” kata alumnus pondok pesantren Al Munawir Krapyak, Yogyakarta ini.

Ia akan mengomunikasikan perihal masalah pada penerimaan murid baru kepada fraksi.

“Nanti anggota fraksi di komisi yang membidangi itu yang akan memperjuangkan,” kata dia.

Mufti Salim menambahkan, sebagai sekolah yang baru setahun berdiri, SMA IT Al Fatih, sudah bagus. Soal murid yang masih sedikit, jangan menjadi halangan untuk maju.

Mufti Salim yakin pada tahun ke-lima dan ke-enam, jumlah murid di sini bertambah signifikan.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top