Iklan
Bandar Lampung

Mudik 2019, Kementerian Kesehatan Siagakan 6.047 Fasyankes

Fasilitas layanan kesehatan (fasyankes)/LS

JAKARTA — Mudik merupakan tradisi masyarakat Indonesia yang dilakukan setiap tahun pada perayaan Idul Fitri. Pemerintah berkewajiban memastikan arus mudik dapat berjalan dengan baik dan mengantisipasi kejadian yang tidak diharapkan.

Demikian pula di sektor kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bertanggung jawab untuk mewujudkan mudik yang sehat, aman, dan selamat.

Terkait hal itu, Kemenkes telah siaga dan menyiapkan 6.047 fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) di seluruh wilayah Indonesia.

Demikian disampaikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Pelayanan Kesehatan (Yankes) Kemenkes, dr. Bambang Wibowo, SpOG (K), MARS pada Temu Media Kesiapan Sektor Kesehatan dalam Penyelenggaraan Mudik Lebaran 2019 di Gedung Kemenkes, Jakarta, Kamis (23/5/2019) kemarin.

Dalam keterangan persnya, Bambang merincikan, 6.047 fasyankes itu terdiri dari 923 pos kesehatan (poskes), 4.210 puskesmas, 375 rumah sakit (RS) di sekitar jalur pantai utara Jawa (Pantura), 144 RS Rujukan, 207 Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), dan 188 Public Safety Center (PSC) 119.

Diketahui, jika dibandingkan dengan ketersediaan tahun lalu, jumlah ini melonjak dari 2018 sebesar 3.910.

Baca Juga:  Kodim Bandar Lampung Wakili Sumbagsel Lomba Binter

”Salah satu fokus utama dukungan kesehatan oleh Kemenkes pada mudik lebaran tahun ini ialah pemeriksaan kesehatan pengemudi, khususnya angkutan umum. Ini penting untuk mengurangi faktor risiko kecelakaan di jalan raya saat mudik,” kata dia.

Bambang menjelaskan, pemeriksaan kesehatan akan dilakukan pada pengemudi yang berjarak tempuh cukup lama (lebih dari 4 jam) atau mempunyai rute padat dan sering, seperti pengemudi bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). Berlaku juga bagi pengemudi pengganti dalam satu armada tersebut.

”Kegiatan deteksi dini faktor risiko cedera akibat kecelakaan lalu lintas darat yang dilakukan berupa pemeriksaan tekanan darah, alkohol dalam darah melalui pernapasan, kadar _amphetamine_ di _urine_ dan kadar gula darah,” kata Bambang.

Selain itu, sambung dia, perlu dilakukan sosialisasi kesehatan khususnya untuk manajemen PO bus dan pengemudinya untuk selalu menanamkan perilaku Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Baca Juga:  TDM Kembali Hadirkan Bale Santai Honda Bagi Pemudik

Hal tersebut, Bambang menilai, penting dalam upaya pencegahan faktor risiko kecelakaan di jalan raya khususnya dalam menghadapi arus mudik lebaran. ”Sehat fisik dan mental jadi prasyarat dasar. Karena, menempuh perjalanan jauh, bisa jadi tak sesuai dengan rencana awal jadwal perjalanan yang diperkirakan sebelumnya,” ucap Bambang.

Kemacetan lalu lintas, dan terjadinya kecelakaan tak jarang membuat perjalanan menjadi molor berjam-jam dari semestinya. Dengan kesehatan fisik dan mental yang prima, perjalanan panjang dapat ditempuh dengan keadaan awas dan terkendali.

Manfaatkan Pos Kesehatan

Pos kesehatan (Poskes) di jalur mudik merupakan bentuk upaya sektor kesehatan mendekatkan pelayanan kesehatan langsung kepada pemudik pada saat Hari Raya Idul Fitri 1440 H.

”Diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan Poskes ini untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dengan nyaman. Demikian pula, petugas kesehatan akan dapat memberi pelayanan dengan nyaman dan maksimal karena didukung sarana, prasarana, peralatan dan perbekalan kesehatan yang memadai,” kata Dirjen.

Pelayanan yang akan diperoleh warga di Poskes meliputi pengobatan umum, pelayanan kesehatan tradisional, pelayanan kegawatdaruratan, dan pelayanan transportasi rujukan medis. Juga ada pelayanan promosi kesehatan dan pencegahan seperti penyediaan informasi kesehatan dan pemeriksaan tekanan darah.

Baca Juga:  Pemprov Lampung dan Kemenkes Eliminasi Campak dan Rubella dengan Imunisasi MR

Dari Lampung, Ketua Badan Pekerja _Centre for Democracy and Participative Policy Initiatives Studies_ (CeDPPIS) Muzzamil mengapresiasi kesiapsiagaan Kemenkes ini. “Mari manfaatkan layanan ini semaksimal mungkin. Jangan segan menghubungi hotline Kemenkes 1500-567 dan SMS Center Kemenkes di 081281562620. Utamakan selamat, utamakan sehat,” pesan dia.(LS/REd)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top