Panggung

Mizan Goes to Campus: Meneroka Negeri Mengarungi Samudera Hikmah

Mizan Goes To Campus (MGTC), sebuah program yang didedikasikan secara khusus untuk perguruan tinggi (ist)

BANDAR LAMPUNG – Penerbit Mizan merasa perlu memberikan satu program yang khusus didesikasikan pada perguruan tinggi Islam. Karena Mizan percaya bahwa perguruan tinggi, terlebih IAIN/UIN sampai saat ini masih menjadi benteng moderasi Islam di Indonesia.

Program yang dimaksudkan Vice President Mizan Publika Putut Widjanarko adalah Mizan Goes To Campus (MGTC), sebuah program yang didedikasikan secara khusus untuk perguruan tinggi.

Hingga saat ini, sudah ada lima kampus yang didatangi oleh MGTC. Kampus tersebut diantaranya yaitu IAIN Ponorogo, UIN Alauddin, Makassar; UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, IAIN Surakarta dan IAIN Tulungagung.

Mizan Goes To Campus selanjutnya akan diadakan pada 28-29 Maret di UIN Raden Intan Lampung dengan tema besar Meneroka Negeri Mengarungi Samudra Hikmah.

Baca Juga:  UIN Raden Intan Lampung Pelajari Sitem Didik Santri

Dekan Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung Dr Alamsyah M Ag menyambut antusias program MGTC ini. Menurut dia, program seperti MGTC ini adalah salah satu program yang ditunggu oleh perguruan tinggi.

“Saya berharap Mizan terus concern dengan program seperti ini sehingga berdampak dalam mendorong dunia kampus untuk maju mengembangkan kultur literasi di era milenial,” ujar Alamsyah.

Di UIN Raden Intan Lampung, nantinya pada hari pertama akan diisi dengan workshop menulis dan seminar. Workshop menulis yang diadakan bertujuan melahirkan Otobiografi Intelektual dari para mahasiswa, sementara seminar akan membahas tentang Careerpath Penerbitan dengan narasumber Pangestuningsih (CEO Noura Publishing) dan Teguh Affandi (Editor & Cerpenis).

Hari kedua diisi dengan talksow yang bertemakan Menjadi Manusia dengan Sastra. Narasumber terdiri dari Teguh Affandi, Pangestuningsih, dan Udo Z Karzi (Redpel Fajar Sumatera/Pemred Suluh.co)

Tujuan dari talkshow ini adalah menghidupkan kembali sastra Indonesia di kalangan generasi millennial serta menghadirkan sastra untuk “melembutkan” manusia/masyarakat di era “chaos” kemanusiaan saat ini.

Baca Juga:  Curhatan Anak Muda Soal Bahaya Rokok

Diskusi ini menggali lebih dalam tentang sastra dalam kehidupan manusia. Pengaruh serta keterlibatan sastra dalam kehidupan berbangsa juga menjadi fokus utama dalam diskusi ini. Alasan dari sastra itu sendiri yang perlu dilibatkan dalam kehidupan manusia juga akan dibahas tuntas.

Kata sastra sendiri mungkin memiliki jarak untuk sebagian orang. Banyak kesan-kesan yang dimunculkan dari kata ini. Terlebih jika harus dihubungkan dengan generasi millennial yang sarat akan modernitas.

Akan tetapi, terbentuknya sebuah karya sastra, tak bisa lepas dari kemanusiaan. Mereka hadir bak dialektika yang saling mengisi ruang satu sama lain.

Di era chaos kemanusiaan saat ini, sastra ibarat salah satu medium yang mampu mengatasi ke-“chaos”-an tersebut. Lalu bagaimana sastra hadir menjadi pengentas chaos kemanusiaan saat ini? Semua akan dikupas satu per satu melalui diskusi yang akan hadir di MGTC.

Baca Juga:  Dosen UIN Jadi Tersangka, Kuasa Hukum : Jangan Jadi Bahan Goreng Goreng

Untuk informasi tentang Mizan Goes To Campus dapat di akses pada http://www.mizan.com/mizan-goes-to-campus/ atau melalui kanal media sosial instagram @mizangoestocampus (Mauline D. Agnesia).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top