Olahraga

Minim Sarana dan Prasarana Tak Menyurutkan Tekad Penerjun asal Lampung

Dwi Hari Setiawan, salah satu peterjun bebas (freefall)/Istimewa

BANDAR LAMPUNG – Terjun payung, salah satu cabang olahraga udara (dirgantara) dibawah Federasi Aero Sport Indonesia dan Krida Olaharaga Dirganta SAKA Dirgantara, yang mana kedua organisasi ini ada di bawah binaan TNI Angkatan Udara (AU).

Mungkin tidak banyak dari masyarakat yang tahu jika ada dari beberapa masyarakat Lampung yang aktif dalam kegiatan terjun payung.

Salah satu olahraga ekstrem ini sangat memacu adrinalin, bagaimana tidak, seorang peterjun bebas (freefall) melakukan hal yang bisa dikatakan sangat berbahaya karena mereka keluar dari pesawat yang mengudara diketinggian paling tidak 3000 kaki dan menanti beberapa detik baru mereka mengembangkan parasutnya.

Baca Juga:  Mimpi Anak Jalanan Indonesia Terwujud

Di tengah minimnya dana dan peralatan yang dimiliki, Dwi Hari Setiawan salah satu pengurus terjun payung Lampung, mengaku, hingga saat ini belum ada perhatian dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung.

“Tahun 2019 ini sudah dua putra daerah Lampung yang saya didik menjadi peterjun. Namun kami tidak memiliki parasut, apalagi sarana dan prasarana,” kata Dwi, Rabu (10/7).

Di awal tahun, sambung dia, ada Ahmad Qum Qum Syuhul, yang mengikuti pendidikan di bulan Januari di drop zone Nusawiru Pangandaran, di bulan Juli ini ada Hasani, yang mengikuti pendidikan bersama PTP ATS di drop zone Suka Hati Bogor.

“Dan kemungkinan di akhir tahun ini akan ada beberapa putra daerah Lampung lagi akan di didik menjadi peterjun,” tukas Dwi

Baca Juga:  Wagub Bachtiar Bakal Hadiri Laga Amal Persija Vs Pra PON Lampung

Sementara itu, Agus Dewanto selaku Waka I Binamuda Kwarda Lampung, menjelaskan, selain Dwi yang kini bekerja sebagai PTHL di Dispora Provinsi Lampung , Qum Qum dan Hasani juga merupakan anggota Pramuka yang tergabung dalam Satuan Karya Dirgantara kombinasi antara orang dewasa dan peserta didik.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top