Bandar Lampung

Meski Ditolak Warga, Pemprov Lampung Tetap Izinkan PT LIP Beroperasi Hingga Maret 2020

Ketua Komisi II DPRD Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi/JO/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menghadiri rapat dengar pendapat bersama Komisi II DPRD Lampung, Senin (2/12).

Rapat dengar pendapat yang berlangsung tersebut, membahas persoalan tambang pasir laut oleh PT Lautan Indonesia Persada atau PT LIP di Selat Sunda.

Pemprov Lampung diwakili para kepala dinas terkait seperti Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Dinas Perizinan.

Aktifitas tambang pasir laut PT LIP di perairan Gunung Anak Krakatau (GAK) ini mendapatkan penolakan dari warga Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.

Kepala Dinas ESDM Lampung, Prihartono, mengatakan, walaupun PT LIP mendapatkan  penolakan dari warga Sebesi. Namun, PT LIP memiliki izin yang sah untuk menambang pasir laut sesuai koordinat yang telah ditentukan.

Baca Juga:  Perkumpulan Batak Toba ajak Herman HN Halal Bihalal

“PT LIP memiliki izin tambang pasir laut hingga Maret 2020 mendatang sesuai pasal peralihan dalam perda nomor satu tahun 2018 tentang rencana zonasi wilayah perairan dan pulau pulau kecil,” ujar Prihartono.

Menindaklanjuti hasil pertemuan bersama pihak Pemprov Lampung, Komisi II DPRD akan kembali mengundang lembaga pemerhati lingkungan dan masyarakat Pulau Sebesi untuk rapat dengar pendapat.

Ketua Komisi II DPRD Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi, mengatakan, Komisi II mempertanyakan sikap penolakan masyarakat dan pemerhati lingkungan terhadap izin pertambangan yang dimiliki PT LIP.

“Dalam hal ini kami (komisi II) menilai aksi demonstrasi dan galang petisi tolak tambang PT LIP merupakan akumulasi protes masyarakat sehingga layak untuk didengar dan diperjuangkan,” tegas Wahrul.(JO)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top