Daerah

Meski Dekat Kantor Bupati Purworejo, Keluarga Miskin ini Tak Pernah Terima PKH

Sarjono dan anaknya Fajri Samau’al, penyandang disabilitas/MAS

PURWOREJO – Beralamat di Pangen Jurutengah Dukuh Trukan Rt 2 Rw 4, tidak jauh dengan kantor Bupati Purworejo. Keluarga Sarjono (47) dan Suprihatin (46), harus kerja ekstra keras untuk merawat anaknya yang mengalami disabilitas sejak kecil bernama Fajri Samau’al.

Sayangnya, keluarga kurang mampu tersebut tidak pernah tersentuh bantuan PKH (Program Keluarga Harapan).

Sarjono menyatakan, dirinya tidak pernah menerima bantuan PKH yang harusnya diterima, meski sudah masuk dalam peryaratan penerima PKH.

“Saya tidak pernah menerima, hanya saja dulu pernah ada pendataan,” ucap Sarjono, Kamis (28/11).

Sarjono berharap kepada pemerintah, dengan kondisi keluarga yang harus ditanggungnya agar pemerintah lebih memperhatikan dan meringangkan beban keluarga.

Baca Juga:  Selain Infrastruktur, Bupati Agus Minta Desa Bina Potensi Anak Muda  

PKH adalah program penanggulangan kemiskinan melalui pemberian bantuan tunai kepada keluarga sangat miskin berdasarkan persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Ardianto, selaku APD (Administrator Pangkalan Data) PKH Kabupaten Purworejo, menyampaikan, bahwa pada tahun 2016 keluarga Sarjono sudah terdaftar dalam penerima bantuan PKH tahun 2017, dengan melengkapi data yang sudah terpenuhi.

Namun pihaknya tidak bisa menjajikan bantuan tersebut.

“Meski sudah terdaftar di tahun 2016, namun tahun 2017 keluarga Sarjono tidak mendapatkan bantuan PKH. Kami sudah menanyakan ke kementerian, namun tidak ada jawaban sampai saat ini,” ungkap Ardianto.

Fajri Samau’al, penyandang disabilitas/MAS

Terpisah, Ketua Komando Bela Rakyat Purworejo, Hery Priyantono, mengaku heran dengan kenyataan bahwa keluarga Sarjono yang tergolong miskin tidak mendapatkan bantuan PKH.

Baca Juga:  PLN Jatuhi Denda Jutaan Rupiah ke Sejumlah Warga Desa Tlogosono Gara-gara Posisi Kwh  

Padahal letak dan alamat rumahnya masih di Kecamatan Kota Purworejo.

“PKH itu haknya orang tidak mampu. Dan itu program dari pemerintah pusat. Pemerintah kabupaten tidak berhak menundanya dan ketika memang digolongkan sebagai keluarga tidak mampu, syarat apa lagi yang harus dipenuhi Keluarga Sarjono?” tukas Hery, Kamis (28/9).

Lebih jauh Hery menyayangkan, di zaman seperti ini masih ada sistem birokrasi terhadap rakyat yang memang semestinya dilayani.

“Dengan memberikan bantuan PKH bagi keluarga Sarjono yang miskin dan memiliki anak disabilitas seperti Fajri, bagaimana Pemkab Purworejo melihat bahwa keluarga tersebut dianggap tidak layak menenerimanya ? Jangan-jangan program-program untuk rakyat juga dipilah pilih peruntukkannya. Warga yang disukai saja yang akan menerima, begitu ?” sergah Hery.(MAS)

Baca Juga:  Perbaikan Jembatan Way Mesuji Rampung Selama 15 Hari Kedepan
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top