Panggung

Merayakan Hari Seni Menggambar

Karya Drawing Lenny Ratnasari, Jakarta, 2018/Ist

YOGYAKARTA – Forum Drawing Indonesia (FDI) menggagas hari seni Drawing atau hari seni Menggambar pada 2 Mei 2018 di Kersan Art Foundation, di Jalan Samawaat no. 154, Desa Kersan Tirtonimolo, Kecamatan Kasihan, Bantul, Yogyakarta, dengan menggelar Pameran Seni Drawing yang bertemakan Keydraw Keyword. Karya yang di pamerkan dari bentuk yang konvensional sampai karya yang terkini, menyuguhkan kesegaran dalam dinamika drawing. Sehingga memunculkan pertanyaan seberapa penting Seni Menggambar itu dirayakan.

Koordinator kegiatan Edo Pop perupa kelahiran Palembang Sumatera Selatan ini mengatakan, bahwa Pameran Keydraw Keyword  sebagai pembuka pintu bagi perupa yang beraktifitas di seni drawing dan mereka yang memiliki ketertarikan pada drawing. Selain itu punya keinginan mengumpulkan seluruh pendrawing.

Menurutnya bahwa ada berbagai faham drawing yang akan mewarnai keberagaman drawing sebagai kekayaan Indonesia. Oleh karenanya tercetus rancangan membuat Forum Drawing Indonesia dan sebagai momentumnya menggelar pameran drawing pada Rabu, 2 Mei 2018 di Kersan Art Foundation Yogyakarta dan sekaligus mencanangkan sebagai hari seni Menggambar bagi semua. Selain itu esoknya Kamis, 3 Mei 2018 ada acara diskusi yang mengambil bahasan Membaca Drawing.

“Forum Drawing Indonesia sebuah wadah yang terbuka bagi siapapun ingin terlibat dalam percaturan Drawing Indonesia. Untuk itu kita mengajak untuk sama-sama merayakan seni Drawing Indonesia pada 2 Mei 2018. Sebagai langkah awal dari kebersamaan itu kita tujuh belas perupa dari beberapa daerah, Abdullah Ibnu Thalhah (Semarang), Anis Kurniasih (Solo), Eduard ‘Edo Pop’, Hayatuddin, Joko Gundul, Riki Antoni (Yogyakarta), Dhanoe, Jopram, Mufi Mubaroch (Surabaya), Kris Dologh (Lamongan), Wahyu Nugroho, Garis Edelweiss (Pasuruan), Desy Gitary, Lenny Ratnasari, Mellisa Jayatri (Jakarta), Nandanggawe, Iwan Ismail (Bandung), dan plus kurator Jajang R Kawentar (Tasikmalaya) bersepakat menandainya dengan memamerkan karya Drawing.” Ungkap Edo Pop.

Baca Juga:  Anak Muda Punya Cara Apresiasi Musik Lampung

Sementara Kurator pameran Keydraw Keyword  Jajang R Kawentar yang mengaku bukan kurator tapi Kurapreeet menjelaskan bahwa pada pameran Drawing kali ini cukup menandai sejauhmana perkembangan dan pemahaman perupa drawing yang terdapat di beberapa wilayah Jawa, meskipun mereka berasal dari pulau Jawa dan Sumatera.

“Keydraw Keyword itu Keydraw dibahasa Indonesiakan artinya Gambar Kunci dan Keyword artinya Kata Kunci. Kata kuncinya itu berkumpulnya seniman gambar. Gambar kuncinya mengolah goresan. Tapi bisa saja pengertiannya menjadi sempit ‘kata kunci’ hanya kunci sebagai kata benda, begitupun dengan ‘gambar kunci’ yang menunjukkan bentuk benda berwujud kunci. Namun tidak demikian halnya harapan dari ‘kata kunci’ dan ‘gambar kunci’ itu terbuka bagi siapapun yang memaknainya. Seperti dilakukan setiap individu seniman memaknai aktifitasnya mengolah goresan menjadi Drawing,” jelasnya, saat ditemui di Kersan Art Foundation.

Untuk menegaskan bagaimana perkembangan drawing menurut Jajang R Kawentar,  “Forum Drawing Indonesia ini sudah mereprentasikan perupa Drawing. Ke tujuh belas perupa drawing yang terlibat ini cukup berdedikasi tinggi. Hasrat menggambar mereka atau menggambar hasratnya saling berpaut. Apapun yang terjadi pada karyanya itulah kenyataan terkini seni drawing. Terkini dari segala sesuatu yang melingkupi seniman, terikini dari pilihan karya-karya drawing yang ada, dan terkini yang dapat dijadikan cermin bagi para pecinta seni atau masyarakat. Kita sebatas apa yang sedang dihadapi dan di luar sana itu tidak jauh beda,” ungkapnya.

Baca Juga:  Film `Liburan` Juara I Festival Film Pelajar Krakatau 2

Dengan terbentuknya Forum Drawing Indonesia dan pencanangan hari seni Drawing atau hari seni Menggambar akan lebih menggali lagi perkembangan seni di Indonesia dan mewarnai khasanah seni rupa dunia. Bagaimanapun sesuatu yang baik dirayakan dan didukung bersama-sama. Pada setiap 2 Mei sebagai hari seni Menggambar.

Kuratorial Keydwaw Keyword 

Keydraw (Gambar Kunci) menjadi Keyword (kata kunci). Kata kuncinya itu berkumpulnya perupa . Gambar kuncinya mengolah goresan. Bisa saja pengertiannya menjadi sempit seperti ‘kata kunci’ hanya kunci sebagai kata benda, begitupun dengan ‘gambar kunci’ yang menunjukkan bentuk benda berwujud kunci. Tidak demikian halnya harapan dari kata kunci dan gambar kunci itu, terbuka bagi siapapun yang memaknainya. Seperti dilakukan setiap individu seniman memaknai aktifitasnya mengolah goresan.

Ketika perupa drawing bertemu dan berkumpul dalam wahana, berbicara berbagai macam masalah baik pribadi sampai wacana. Mengolah macam rupa kemampuan dalam menggandrungi, mengarungi dan menggeluti drawing. Sehingga membawa suasana semakin mengerucut, tidak hanya basa basi dan busa saja, tapi perlu bukti.

Baca Juga:  Kisah Ali Banat Yang Menginspirasi

Bukan hanya sekedar pada selfie atau wefie, namun butuh gerak kooperatif yang membangun insfratuktur untuk masa kini dan ke depannya. Maka terjadilah kesepakatan dan munculah gagasan mengetengahkan karya-karya drawing yang telah sampai pada saatnya kini tertuang dalam gelimang hasratnya.

Hasrat menggambar atau menggambar hasrat saling berpaut, apapun yang terjadi itulah kenyataan terkini. Terkini dari segala sesuatu yang melingkupi seniman, terikini dari pilihan karya-karya drawing yang ada, dan terkini yang dapat dijadikan cermin bagi para pecinta seni atau masyarakat.

Ketika mengolah goresan maka seniman mencitrakan gambar kunci. Gambar kunci yang akan mengikuti hasrat perupanya dan mengikuti masanya. Hasrat menggambar dan menggambar hasrat mengolah garis dan goresan. Apakah akan tetap berpedoman relatifitas atau pada kitab tunggal kata kunci gambar kunci. Tentunya cukup realistik dan manusiawi saja.(RL/UZK)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top