Pendapat

Merawat Pancasila

Misbahul Munir (IST)

Oleh Misbahul Munir

Sekjen Kaukus Penulis Aliansi Kebangsaan dan Akitivis Muda NU

 

KEBERADAAN Pancasila sangat penting bagi bangsa Indonesia. Jika ada yang mengusik Pancasila maka sama saja dengan mengusik bangsa Indonesia. Pancasila harus kita jaga dan kita rawat agar keberadaannya tetap terjaga dengan baik. Nilai-nilai luhur yang terpatri di dalam Pancasila mestinya senantisa bisa kita terjemahkan dankita amalkan dalam kehidupan nyata.

Belakangan muncul beberapa golongan yang ingin mengusik ideologi Pancasila. Mereka ingin mengganti dasar negara Indonesia. Mereka dengan lantang dan secara terbuka mengatakan Pancasila merupakan ideologi yang tidak sesuai dengan ajaran kepercayaan mereka. Menurut mereka Pancasila haruslah segera diganti. Pancasila yang saat ini menjadi falsafah hidup bangsa Indonesia dianggap telah kesasardan menyesatkan.

Barangkali mereka saat ini sedang keblinger jika mengatakan Ideologi Pancasila itu menyesatkan. Jika hari ini ada di antara kita yang mendapati golongan atau kelompok yang mencoba mengusik Pancasila, maka segeralah untuk menyadarkan. Berilah pemahaman-pemahaman mengenai Pancasila dengan baik dan benar. Sehingga mereka bisa benar-benar paham apa saja yang di amanatkan oleh Pancasila.

Pancasila merupakan ideologi yang sudah sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada di negeri ini. Pancasila dilahirkan secara alami dari rahim nilai-nilai kearifan lokal yang bersemayam di bumi pertiwi. Bahkan Pancasila bukanya hanya cocok dalam tataran teori saja, tetapi juga sudah dipraktikkan dalam kehidupan kebangsaan hingga berpuluh-puluh tahun lamanya sejak negara ini berdiri. Pancasila tetap kokoh berdiri mengajarkan nilai-nilai kedamaian yang menenangkan dan memberikan kesejukan bagi kehidupan kebangsaan.

Selain itu, Pancasila juga sudah menjadi identitas kebangsaan. Pancasila sudah menjadi ciri khas bagi bangsa Indonesia. Jika ingin mengetahui bagaimana pandangan hidup bangsa Indonesia, maka haruslah mengetahui nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila. Dan jika kita menjadi rakyat Indonesia, maka sikap dan perilaku kita seyogyanya bisa mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

Baca Juga:  Menggabung atau Tata Ulang?

Sila pertama, mencerminkan bahwa bangsa Indonesia ini merupakan bangsa yang berketuhanan. Maka seluruh rakyat Indonesia adalah rakyat yang mempunyai ajaran kepercayaan keagamaan yang sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Sila kedua, mengajarkan nilai kemanusiaan. Bahwa nilai kemanusiaan itu jika kita gali lebih dalam lagi, akan muncul berupa moral dan adab. Nilai kemanusiaan yang diajarkan oleh Pancasila adalah bahwa manusia itu harus menjunjung tinggi moral. Sehingga jika manusia menunjung tinggi nilai moral akan menciptakan suatu tatanan kehidupan yang beradap. Dengan kata lain, seluruh rakyat Indonesia jika mengamalkan sila kemanusiaan ini ia akan menjadi manusia yang beradab.

Sila ketiga, mengajarkan persatuan. Nilai persatuan ini yang saat ini harus kita pegang erat-erat. Jangan sampai dengan adanya keberagaman yang dimiliki oleh bangsa Indonesia saat ini,kemudian menjadikan kita sebagai bangsa yang mudah terpecah belah. Kita mestinya senantiasa untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Sesuai dengan semboyan bangsa kita yaitu ”Bhineka Tunggal Ika”. Walaupun kita berbeda-beda, dengan suku yang berbeda, ras yang berbeda, agama yang berbeda, warna kulit yang berbeda, wilayah yang berbeda, namun kita tetap satu, kita tetap bangsa Indonesia. Kita tetap menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Maka, sebagai rakyat dari negara Indonesa, kita wajib mengamalkan nilai dari sila ketiga ini yaitu nilai persatuan untuk menjaga NKRI agar tetap utuh dalam persatuan.

Menjaga persatuan demi keutuhan bangsa memang sangatlah penting untuk kita lakukan. Bahkan salah satu tokoh pendiri bangsa ini dari kalangan ulama’;Nahdlatul Ulama (NU) yaitu KH. Abdul Wahab Hasbullah, belaiu telah mewanti-wanti agar kiranya para generani penerus bangsa ini tetap bisa bersatu dalam menjaga keutuhan bangsa. Beliau berpesan seperti dalam sebuah tulisan yang kini banyak dikutip oleh para generasi muda dari kalangan NU untuk dijadikan sebagai nasihat, yang kira-kira kutipannya berbunyi; “….. Tidak ada Senjata yang Lebih Tajam dan Lebih Sempurna Lagi Selain Persatuan… ”.

Baca Juga:  Aku akan Berhenti Berhayal

Sekelumit kata namun sarat akan makna dan nilai dalam kutipan nasihat yang diberikan oleh KH. Abdul Wahab Hasbullah di atas memang sangatlah cocok untuk dinasehatkan kepada para generasi muda saat ini. Di mana laju perkembangan informasi berjalan dengan begitu cepatnya. Namun sayangnya terkadang dengan cepatnya arus informasi, di sisi lain akan mudah memecah belah bangsa. Informasi yang tidak benar atau yang lebih dikenal dengan istilah hoax bisa dengan cepat sampai kepada semua orang yang ada di seantero negeri ini. Yang kita khawatirkan adalah jika informasi yang tersebar berupa hoax dan tujuannya untuk memecah belah bangsa. Maka, kemajuan teknologi informasi mestinya harus berbanding lurus dengan kesungguhan kita dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai falsafah hidup.

Selanjutnya sila keempat mengajarkan nilai demokrasi. Segala sesuatu yang berkaitan dengan masalah kebangsaan, maka haruslah diselesaikan dengan sistem musyawarah mufakat. Bahkan dalam kehidupan sehara-hari sebagai contoh yang paling sederhana. Dalam gorong royong membangun jalan desa misalnya, dalam menentukan kapan pelaksanaannya dan bagaimana pelaksanaannya, itu semua bisa diselesaikan dengan baik melalui jalan demokrasi yaitu dengan cara musyawarah mufakat. Manusia Indonesia dalam menjalani kehidupan kebangsaan mestinya mengamalkan nilai sila keempat ini dalam menyelesaikan segala masalah dan urusan yang dimiliki.

Baca Juga:  Pancasila di Era Digital

Kemudian yang terakhir, sila keliama, mengamanatkan nilai keadilan sosial. Bahwa kita sebagai manusia Indonesia agar kiranya berperilaku adil. Utamanya bagi pemerintah! Maka dengan tulisan ini saya ingin sampaikan kepada pemerintah selaku pemegang kewenangan dalam membuat berbagai kebijakan yang diterapkan di negeri ini. Agar kiranya bisa membuar regulasi yang adil, terutama dalam bidang ekonomi. Karena ini menyangkut hajat hidup seluruh rakyat Indonesia.

Dan tampaknya, pemerintah selama ini belum bisa mewujudkan keadilan dalam sektor ekonomi. Ini tercermin dalam rasio gini Indonesia yang relatif masih tinggi, yaitu di tahun 2017 ini mencapai angka 0,39 poin. Artinya, satu persen rakyat Indonesia menguasai 39 persen seluruh kekayaan yang ada di Indonesia. Dari fakta ini, keadilan sosial dalam sektor ekonomi untuk saat ini masih belum bisa terealisasi. Pancasila telah mengamanatkan agar keadilan itu menyeluruh bagi seuruh rakyat Indoensia. Maka sudah semestinya bagi kita, baik rakyat maupun perintah untuk mengamalkan sila keadilan.

Dengan menghayati falsafah hidup Pancasila dan mengamalkan nilai-nilai luhurnyayang terangkum dalam lima sila, kita berharap agar segenap bangsa Indonesia bisa mencapai cita-cita bangsa yang sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 yaitu terciptanya suatu tatanan kehidupan masyarakat yang berdaulat, adil, makmur dan sejahtera. Semoga! []

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top