Modus

Merasa Dibohongi, Yosep Nekat Tusuk Debt Collector

Pelaku penusukan Yosep (22), Polresta Bandar Lampung/BO

BANDAR LAMPUNG – Merasa dibohongi oleh debt collector Adira Finance.  Membuat, Muhammad Finanda alias Yosep (22), warga desa Brabasan, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Mesuji kesal,  hingga akhirnya nekat menusuk korban Zuliyadin (34).

Ia menjelaskan, melakukan penusukan terhadap debt collector lantaran kesal dibohongi oleh korban.

Menurut penuturan tersangka, dirinya merasa kesal lantaran dibohongi oleh Zuliyadin (34) (Korban) yang mengatakan tidak akan menarik motor milik kakak sepupu tersangka, namun saat tersangka mengikuti korban menuju kantor, korban malah disodorkan surat penarikan, dan tersangka pun menolak untuk menandatangani surat tersebut, sehingga terjadi adu mulut yang berakhir penusukan terhadap korban.

“Iya saya kesal, karena merasa dibohongi. dia bilang tidak akan menarik tapi sampe kantor malah ditarik, saya kesal saya tusuk pake pisau yang saya bawa” ungkap pelaku,  saat jumpa pers di Polresta bandar Lampung, Rabu (25/4).

Baca Juga:  Polresta Bandar Lampung Amankan Paket Besar Narkoba

Pelaku yang bekerja sebagai karyawan koperasi di kantor korpri tersebut menjelaskan, motor itu milik kakak sepupunya yang ia bawa dari Bogor dan sudah digunakan selama satu bulan untuk bekerja.

Pelaku juga mengungkapkan dirinya tidak mengetahui bahwa motor tersebut sudah menunggak salam 9 bulan.

“Iya motor itu dipinjamkan oleh sepupu saya dan saya tidak tahu kalo motor tersebut menunggak selama 9 bulan”, ungkapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Harto Agung Cahyono, membenarkan pengakuan tersangka, bahwa kejadian tersebut terjadi pada hari Senin (23/4) di daerah Tanjung Karang Timur Kedaton di depan puskesmas Kedaton.

Saat kejadian tersangka membawa motor berplat Nomor F (plat Bogor) jenis vino sedang bekerja sebagai koprasi keliling.  Di depan Puskesmas Kedaton, tersangka diberhentikan oleh 2 Debtcollektor dan diminta untuk menyerahkan kendaraan, namun tersangka menolak untuk menandatangani surat penarikan.

Baca Juga:  Tata Ruang PT. SGC Tabrak Aturan, BPN Harus Ukur Ulang

“Iya benar, tersangka kesal karena merasa dibohongi, dan melakukan penusukan terhadap korban dengan pisau yang dia bawa di sebelah punggung kiri korban,” jelasnya.

Kasat juga menjelaskan, sampai saat ini mengenai pisau yang ia bawa tersebut masih dalam penyelidikan.

“Mengenai pisau yang tersebut masih dalam penyelidikan, apa tujuan tersangka membawa pisau, apa untuk pengamanan, atau memang sengaja dibawa karena takut ada penarikan motor ini,” tambahnya.

Dalam kejadian tersebut polisi berhasil menyita, satu bilah pisau, baju korban, dan flashdisk rekaman CCTV, dan  tersangka melanggar pasal 351 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.(BO)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top