Daerah

Merasa di Bohongi, 7.000 Warga di Tiga Kecamatan Tulangbawang Bakal Duduki SGC

Andika (kaos merah) dan sejumlah masyarakat dari tiga kecamatan, saat memberikan keterangan kepada awak media terkait rencana akan kembali menurunkan massa untuk menduduki lahan PT. Sugar Group Companies (SGC) pada pertenggahan Desember ini/MR/Suluh

MENGGALA – Puluhan warga yang berasal dari tiga kecamatan, Menggala, Gedung Meneng, dan Gedung Aji, mengelar pertemuan terbuka, di Jalan Sesat Agung Srimulyo, Menggala, Kamis (15/11).

Pertemuan tersebut bertujuan membahas lebih detail rencana masyarakat yang akan kembali melakukan aksi demo pada pertengahan Desember mendatang dengan tujuan menduduki lahan PT. Sugar Group Companies (SGC)

“Demo kedua nanti akan ada aksi besar-besaran, sekitar 7.000 massa akan turun ke lokasi menduduki lahan SGC. Bahkan kami akan dibantu oleh warga Lampung Timur,” tegas Koordinator masyarakat, Andika.

Baca Juga:  85 Pejabat Tulangbawang di Rotasi

“Kami juga tidak akan tinggal diam, selama tuntutan belum dipenuhi oleh perusahaan kami akan tetap dan terus memperjuangkan nasib masyarakat di tiga kecamatan,” tegasnya lagi.

Meurut dia, SGC terkesan telah melanggar hasil kesepakatan bersama saat negosiasi demo pertama tanggal 27 September 2018 lalu, yang fasilitasi dan disaksikan langsung oleh Kapolres Tulangbawang, AKBP Raswanto Hadiwibowo, Dandim 0426 Kusfiandar, bersama perwakilan Pemkab Tulangbawang.

Dalam kesepakatan tersebut pihak SGC melalui perwakilan perusahaan Edy Purwanto, dan Heru Sapto Handoko siap mengakomodir tuntutan warga masyarakat

Diantaranya, SGC siap bermitra dengan masyarakat dengan memberikan 20 % dari total jumlah luas lahan dan perusahaan juga mulai mengucurkan dana CSR yang fokus kepada pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.

Baca Juga:  Kades Jarang Ngantor, Urusan Pemerintahan Desa Terhambat

“Tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan padahal perusahaan telah berjanji akan mengundang kami  15 Oktober 2018 kemarin di Bandar Lampung, untuk kembali musyawarah dan mufakat membicarakan lebih lanjut mengenani teknis apa saja yang akan dilaksanakan oleh mereka (SGC),” urainya.

Namun, apa yang telah dijanjikan dan disepakati bersama tersebut, di ingkari oleh SGC. Pasalnya, di tanggal 15 Oktober 2018, tidak ada undangan pertemuan, padahal masyarakat memang sudah menunggu dan menantikan kabar baik dari perusahaan.

“Semuanya zonk (palsu), kesepakatan tertulis pada saat usai demo semuanya bohong,SGC ingkar, bahkan beberapa kali kami pertanyakan, namun sepertinya perusahaan sengaja memberikan harapan palsu. Artinya SGC memang sudah siap dengan segala konsekuensinya, kami juga masyarakat siap tempur melayani apa yang menjadi kehendak SGC. Mati pun kami siap memperjuangkan hak-hak kami,” sesal Andika, mewakili warga.(MR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top