Bandar Lampung

Mengurut Jejak Dugaan Keterlibatan Wagub Lampung Nunik Atas Informasi KPK di Kasus Mustafa (Bagian I)

Mengurut Jejak Dugaan Keterlibatan Wagub Lampung Nunik Atas Informasi KPK di Kasus Mustafa (Bagian II)
Mengurut Jejak Dugaan Keterlibatan Wagub Lampung Nunik Atas Informasi KPK di Kasus Mustafa (Bagian II)

Mantan Bupati Lampung Timur, yang saat ini menjabat Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim atau Nunik. Foto: Istimewa.

Suluh.co – Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] tercatat melakukan pemanggilan kepada Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim untuk diperiksa penyidik di dalam setiap proses penegakan hukum atas kasus yang melibatkan Mustafa, eks Bupati Lampung Tengah.

Penanganan kasus Mustafa ini dimulai berdasarkan hasil Operasi Tangkap Tangan [OTT] kepada para pihak yang akhirnya turut membuat Mustafa ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. OTT itu dimulai dan berlangsung pada Rabu, 14 Februari 2018 sekitar pukul 14.00 WIB.

Saat itu KPK menangkap anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah. Diduga Mustafa sebagai pemberi suap kepada legislator untuk menyetujui pinjaman daerah pada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Pinjaman yang direncanakan senilai Rp 300 miliar untuk pembangunan proyek infrastruktur yang akan dikerjakan Dinas PUPR Kabupaten Lampung Tengah.

KPK juga menetapkan tiga orang tersangka lainnya, yakni Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah J Natalis Sinaga, anggota DPRD Lampung Tengah Rusliyanto, dan Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah Taufik Rahman.

Di kasus ini, Mustafa divonis sebagai tersangka kasus suap ke DPRD Lampung Tengah. Dalam perkara ini, Mustafa divonis 3 tahun penjara oleh majelis hakim pada Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin, 23 Juli 2018.

Mustafa juga diwajibkan membayar denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan. Selain itu, ia juga dikenai pidana tambahan berupa pencabutan hak politik selama 2 tahun setelah selesai menjalani masa pidana pokok.

Mustafa terbukti menyuap beberapa anggota DPRD Lampung Tengah sejumlah Rp 9,6 miliar.

KPK kemudian melakukan pengembangan. Singkatnya KPK turut menetapkan tersangka pemberi suap kepada Mustafa, yakni 2 orang kontraktor bernama Budi Winarto dan Simon Susilo. Mereka adalah Direktur PT Sorento Nusantara dan pemilik PT Purja Arena Yudha.

Keduanya sama-sama divonis 1 tahun penjara, denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan. Simon dan Budi Winarto memberikan uang secara bertahap pada Mustafa melalui Taufik Rahman selaku Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Lampung Tengah. Simon memberikan uang Rp 7,5 miliar dan Budi memberikan uang Rp 5 miliar.

Atas vonis ini, uang yang diperoleh dari kontraktor ini kemudian diberikan Mustafa ke para anggota DPRD Lampung Tengah dengan rincian sebagai berikut:

– Ketua Fraksi PDIP DPRD Lampung Tengah, Raden Zugiri sebesar Rp 1,5 miliar.
– Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah, J Natalis Sinaga sebesar Rp 2 miliar.
– Anggota Fraksi Golkar DPRD Lampung Tengah, Bunyana sebesar Rp 2 miliar.
– Anggota Fraksi Gerindra DPRD Lampung Tengah, Zainuddin sebesar Rp 1,5 miliar.
– Ketua DPRD Lampung Tengah, Achmad Junaidi sebesar Rp 1,2 miliar.

Setelahnya, 4 anggota dewan ditetapkan KPK sebagai tersangka penerima suap dari Mustafa. 4 anggota DPRD itu menerima uang suap terkait pinjaman uang kepada PT SMI sebesar Rp 300 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Lampung Tengah.

Anggota dewan nonaktif yang jadi tersangka ini, yakni Achmad Junaidi Sunardi selaku Ketua DPRD Lampung Tengah dan Raden Zugiri, Bunyana serta Zainuddin selaku anggota DPRD Lampung Tengah. Penetapan ini diumumkan KPK pada Rabu, 30 Januari 2019.

Wagub Lampung Chusnunia Chalim yang biasa akrab disapa Nunik diumumkan KPK menjalani pemeriksaan untuk melengkapi berkas kasus tersangka Zainudin, dewan dari Partai Gerindra.

Pengumuman ini disampaikan Juru Bicara KPK Febri Diansyah pada 4 Juli 2019. Nunik kala menyelesaikan pemeriksaannya tidak berkomentar apapun di hadapan pewarta.

Secara profil, Nunik adalah kader PKB. 10 Januari 2021 kemarin, diketahui Nunik terpilih sebagai Ketua DPW PKB Lampung untuk periode 2021-2026.

Di dalam melengkapi berkas kasus tersangka Zainudin ini, KPK kemudian memeriksa Ketua Dewan Syuro PKB Lampung, KH. Hafidhuddin Hanief pada Selasa, 16 Juli 2019.

Hingga akhirnya, keempatnya tersangka tadi mendapat vonis 4 tahun penjara, didenda Rp200 juta subsidair 1 bulan tahanan karena terbukti menerima suap Rp9,695 miliar dari Mustafa.

Bersambung…

Baca lanjutannya di sini [Mengurut Jejak Dugaan Keterlibatan Wagub Lampung Nunik Atas Informasi KPK di Kasus Mustafa (Bagian II)]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top