Panggung

Mengais Rezeki, Seorang Nenek jadi Juru Parkir

Ibu Wiwik, mengais rezeki dengan menjadi juru parkir/Suluh/JOS

BANDAR LAMPUNG – Demi membantu suami dan memenuhi kebutuhan rumah tangga, Wiwik harus rela melakukan profesi yang biasa dilakukan kaum pria.

Tanpa canggung dan malu, wiwik menjalankan profesi menjadi juru parkir mulai dari pagi hingga sore hari.

Menjadi petugas juru parkir, telah dilakoni warga Kelurahan Panjang Utara ini, sejak 7 tahun silam.

Sebelum menjadi juru parkir, Wiwik hanya sebagai ibu rumah tangga.

Namun, karena himpitan kebutuhan rumah tangga, akhirnya ibu empat orang anak ini memilih menjadi petugas parkir.

Setiap hari, Wiwik mulai bekerja mulai pukul 06.00 sampai 18.00 WIB, meski hasil pendapatnya harus dibagi menjadi dua, karena harus menyetor kepada pihak UPT sebagai pihak pengelola, namun Wiwik tetap bersyukur.

Baca Juga:  Finalis Putri Hijab Berbagi Kebahagiaan di Lapas Way Huwi

Pendapatan Ibu Wiwik dari hasil memarkir berkisar Rp40 ribu hingga Rp50 ribu perhari.

“Menjadi  juru parkir, selain untuk membantu menambah penghaailan sang suami yang hanya seorang sopir truk, saya juga harus berjuang untuk mencukupi kebutuhan sekolah kedua orang anak. Dan dua anak saya sudah berkeluarga,” kata Wiwik, Sabtu (11/7).

Menjadi seorang juru parkir di Pasar Panjang, Wiwik mengaku tak banyak mimpi, yang ada dibenaknya bagaimana bisa membantu suami yang sudah tua dan menyekolahkan anaknya demi masa depan mereka.(JOS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top